Tuntut Kenaikan Gaji Harian, Ratusan 
Aron Mogok                                                                      
   
                                                        
                                
                                        
                        
                                                        
                                        
                                                
                                
                                                        
                                
                                        
                        
                                                
                        
                        
                
                                
                        
                                WASPADA
ONLINE



(BERASTAGI)
- Ratusan buruh harian lepas (aron)  yang
mangkal di Jalan Veteran  Berastagi, sejak
Senin (9/6) mogok kerja menuntut kenaikan gaji dari petani dan eksportir yang
memanfaatkan  tenaga mereka.



Mogok
kerja masih terus berlanjut hingga Selasa (10/6) dan masih terlihat berkumpul 
sesama
buruh harian lepas di seputaran bioskop Ria dan Jalan Veteran Berastagi 
dan   menolak ajakan petani maupun eksportir sayur
bekerja di ladang.



Menurut
buruh harian lepas, gaji yang diberikan  petani maupun eksportir 
Rp13.000/hari   sudah tidak seimbang lagi dengan kebutuhan
sehari-hari, pasca dinaikannya harga BBM.



Dijelaskan,
beberapa waktu lalu beberapa eksportir telah menyetujui kenaikan gaji buruh
harian lepas dari Rp13.000 menjadi Rp14.500, namun masih terlalu kecil
dibandingkan dengan kebutuhan sehari-hari.



Untuk
itu aron menuntut gaji Rp15.000 untuk setiap jenis pekerjaann.



Menurut  Manik, dalam sehari seorang buruh harian lepas
dapat melakukan dua hingga tiga jenis pekerjaan yang disesuaikan dengan 
permintaan
petani maupun eksportir yang mempekerjakannya.



Disebutkannya,
dalam sehari diperkirakan seratusan buruh harian lepas biasanya  menunggu 
pekerjaan dari para petani maupun
eksportir di sepanjang Jalan Veteran 
Berastagi, namun sejak kenaikan BBM, permintaan akan tenaga kerja semakin
berkurang, sehingga tak jarang aron pulang ke rumah karena tidak ada
panggilan   pekerjaan, katanya



Sementara,
salah seorang  eksportir  Berastagi, Tuju Tarigan, mengaku setiap hari
menggunakan  jasa 10 tenaga kerja aron. Mengatakan,
tuntutan aron yang meminta kenaikan gaji sebenarnya cukup memberatkan  
pihaknya 
Apalagi ditengah tidak stabilnya harga sayur-mayur maupun buah-buahan
yang akan diekspor ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.



Dijelaskannya
pula, permintaan  kenaikan gaji buruh ini
sebenarnya sudah disetujui eksportir menjadi Rp14.500/hari. Meskipun terasa
memberatkan  petani maupun  eksportir namun  hal ini terpaksa 
terpaksa dilakukan 



Untuk
saat ini, banyak petani Karo menjerit, karena harga produksi pertanian tidak
sebanding dengan harga jual, akibat biaya pembelian pestisida maupun pupuk
kimia cukup tinggi, untuk itu pihaknya berharap aron sedikit bersabar, agar
beban biaya yang dihadapi petani Karo tidak terlalu berat, katanya.



Sementara,
aksi  mogok buruh harian lepas itu sampai
saat ini belum ada perhatian maupun langkah yang dilakukan Pemkab Karo dalam
menjembatani permasalah yang  muncul,
sedangkan aktifitas  para Aron masih
tetap berkumpul dan menunggu  kesepakatan
untuk mendapat panggilan bekerja. (a17)




(ags)



Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net



      

Kirim email ke