Serba Baru di Tahun Ajaran Baru
Sabtu, 07-06-2008
*nana miranti
MedanBisnis – Medan
Serba baru di tahun ajaran baru sudah lazim dalam dunia pendidikan
negeri ini. Selain uang sekolah yang diistilahkan dengan SPP jumlahnya
baru alias naik, setiap tahun biaya pendidikan untuk keperluan sekolah
pun, mulai dari alat tulis, buku tulis dan bacaan, sepatu, hingga
pakaian seragam, “berlomba” naik dengan kebutuhan hidup sehari-hari.
Tak terkecuali tahun ajaran baru 2008-2009, keluhan pastilah bagiannya
orang tua yang hendak mendaftarkan anaknya ke sekolah atau yang anaknya
masih bersekolah. Sementara pihak sekolah, mengaku tidak bisa berbuat
apa-apa, karena nyatanya harga berbagai keperluan untuk meningkatkan
kualitas pendidikan juga naik.
Kepala SMA Santo Thomas 1 Medan, Drs Johannes O Fian mengatakan, untuk
tahun ajaran baru mendatang pihaknya belum bisa memastikan apakah biaya
SPP naik atau tidak, karena yang menentukan pihak yayasan. “Pada tahun
lalau kelas reguler Rp 300.000 per bulan dan kelas onternasional Rp 1
juta per bulan,” ungkapnya.
Begitupun, Johanes berpendapat, kalau ternyata ada kenaikan SPP, hal
itu memang harus dilakukan, mengingat harga berbagai keperluan untuk
sekolah dan biaya hidup guru juga naik akibat naiknya harga bahan bakar
minyak. “SPP di sekolah ini selain digunakan untuk pengadaan fasilitas
juga untuk membayar gaji para guru. Dengan naiknya biaya kebutuhan
hidup, gaji guru kan juga harus naik,” ujarnya.
Ditambahkan Johanes, pendaftaran siswa baru di SMA Santo Thomas telah
dibuka sejak April hingga 13 Juni. Tahun ajaran 2008-2009, jelasnya,
sekolah itu akan menerima siswa baru sebanyak kurang lebih 400 orang.
“Seleksi kelas reguler 14 Juni dan internasional 13 Juni, dengan biaya
pendaftaran Rp 100.000. Sampai sekarang telah ada 900 pendaftar,”
jelasnya.
Kepastian naiknya SPP diakui Ketua Tata Usaha Yayasan Al-Azhar, Edi
Kurniawan. Tahun ajaran baru nanti, menurut dia, pihaknya menaikkan SPP
sebesar Rp 25.000 untuk kesejahteraan guru, sehingga menjadi Rp 310.000
per bulan. “Sedangkan uang pembangunan Rp 3.350.000 per tahun dan biaya
pendaftaran Rp 100.000,” ujarnya.
Hal sama juga dinyatakan Wakil Kepala SMP ERIA Yayasan Perguruan Ani
Idrus, Perhimpunan Siregar SPd. Namun menurut dia, kalaupun pihaknya
menaikkan SPP, itu terpaksa dilakukan karena harga semua kebutuhan juga
naik, termasuk kebutuhan pendidikan. “Sehingga kita juga harus
mengikuti,” katanya.
Madya Insani
Menaikkan biaya pendidikan, juga dilakukan pengelola Yayasan Madya
Insani yang pendiriannya dilatarbelakangi tujuan untuk membantu
masyarakat kurang mampu agar tetap mendapatkan pendidikan.
Menurut Ketua Yayasan Madya Insani, Suhartini Ssos, tahun ajaran baru
nanti, untuk program pendidikan anak usia dini (PAUD) pihaknya
menaikkan biaya pendaftaran dari Rp 100.000 menjadi Rp 200.000.
Sedangkan biaya SPP Rp 1.000 per hari. “SPP dibayar setiap hari dan
kalau anak didik berhalangan hadir SPP tidak perlu dibayar. Sedangkan
untuk kerjar paket A, B dan C, tidak dikenakan biaya,” jelasnya.
Yayasan Madya Insani mengelola program pendidikan kejar paket A, B, dan
C atau tingkatan SD, SMP, dan SMA, serta PAUD. “PAUD merupakan program
dinas pendidikan melalui dana rintisan dan Madya Insani merupakan salah
satu yayasan yang mendapat kepercayaan untuk mengelola program itu.
Tahun 2007 kita mendapat dana sekitar Rp 25 juta untuk mengelola PAUD,”
paparnya.
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net