Sumber:
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/sumatera-utara/puting-beliung-gagalkan-panen-2.html
Puting Beliung Gagalkan Panen
Saturday, 21 June 2008
KARO
(SINDO) – Angin puting beliung menerjang Desa Bulan Jahe, Kecamatan
Barusjahe, Kabupaten Karo. Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa yang
terjadi Kamis (19/6) sekitar pukul 16.00 WIB ini menumbangkan 15 tiang
listrik dan merusak sekitar 10 hektare lahan pertanian milik warga
setempat.
Akibatnya,peristiwa yang dibarengi hujan deras dan
petir ini menyebabkan jalan menuju empat desa tertutup selama beberapa
jam karena tiang listrik tumbang dan melintang di jalanan. Untuk masuk
ke empat desa, yakni Desa Bulan Jahe, Pertumbuken,Tanjung, dan Bulan
Julu,warga menggunakan jalur alternatif melalui Desa Sinaman yang
jaraknya lebih jauh sekitar 7 km. ’’Saat tiang
listrik tersebut tumbang, untuk keluar dan masuk ke empat desa, warga
memutar melalui Desa Sinaman. Meski jaraknya hanya 7 km, tetap saja
memakan waktu sekitar sejam karena kondisi jalan cukup parah,” papar
Rezeki Pandia, salah seorang warga Bulan Jahe saat ditemui kemarin
pagi. Rezeki menambahkan, tertutupnya jalan tersebut karena 15 tiang
listrik yang tumbang berada tak jauh dari persimpangan yang
menghubungkan Desa Bulan Jahe, Bulan Julu, Pertum-buken, dan Desa
Tanjung. Jalan itu dapat dilalui kembali
sekitar pukul 19.00 WIB setelah petugas dari Perusahaan Listrik Negara
(PLN) membersihkan tiang yang sebelumnya melintang di jalan. Heris
Barus, warga Desa Bulan Jahe lain mengungkapkan, saat terjadi puting
beliung, seluruh warga desanya tidak ada yang berani keluar rumah. ’’Saat
puting beliung tidak ada warga yang berani keluar dari rumah.Hal ini
dilakukan warga takut menjadi korban amukan puting beliung tersebut,”
ujarnya. Dia menambahkan, angin yang menerjang desanya tersebut terjadi
sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Peristiwa
ini dibarengi hujan deras dan petir berkalikali. Selain menumbangkan
belasan tiang listrik, puting beliung juga merusak 10 hektare lahan
pertanian warga. Alhasil, sejumlah komoditas pertanian,seperti labu dan
jagung, rusak cukup parah.Kemungkinan besar, lahan pertanian tersebut
gagal panen. Berdasarkan pantauan SINDO, hingga
kemarin siang, PLN masih memasang tiang listrik ke empat desa tersebut.
Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi dan Geofisika
(BBMG) Wilayah I Medan Rifwar Kamil menyatakan, puting beliung masih
akan terjadi di Sumut hingga Juni nanti. Selain itu,potensi hujan es
berpeluang terjadi di dataran tinggi. Puting
beliung yang terjadi beberapa akhir-akhir ini merupakan pengaruh awan
comulonimbus. Awan itu terbentuk oleh adanya perubahan suhu yang sangat
fluktuatif dan signifikan. ’’Selalu ada perubahan setiap tiga hari.
Hari pertama dan kedua bisa sangat panas, sedangkan hari ketiga berubah
mendung,”ujarnya. Perubahan cuaca yang mendadak
mengakibatkan tekanan udara yang tinggi sehingga terbentuk awan
comulonimbus yang jaraknya tidak jauh dari bumi.Hal inilah yang
menyebabkan hujan es.Hujan jatuh ke bumi masih berupa es karena jarak
yang dekat sehingga es tidak mencair sebagaimana hujan biasanya. Puting
beliung diprediksikan terjadi mulai sekitar pukul 14.00 WIB hingga
sore. Biasanya, siklus puting beliung ini terjadi di Sumut mulai April
hingga Juni. (makmur sembiring/ watson manalu)
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net