--- On Mon, 6/23/08, EDY KURNIANTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: EDY KURNIANTO <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fwd: [MC-ers] Dua negro di dalam lift (Good story)
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Monday, June 23, 2008, 6:30 PM

Dari milis sebelah, maaf kalau sudah pernah dapat
sebelumnya, tapi ceritanya bagus kok, baca deh...



--- Floorsafe Indonesia
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> To: [EMAIL PROTECTED]
> CC: [EMAIL PROTECTED]
> From: Floorsafe Indonesia
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Thu, 19 Jun 2008 18:19:35 -0700 (PDT)
> Subject: [MC-ers] Dua negro di dalam lift (Good
> story)
> 
> Dua negro dalam Lift 
>   
> Baru-baru ini di Atlantic City - AS, seorang wanita
> memenangkan sekeranjang
> koin dari mesin judi. Kemudian ia bermaksud makan
> malam bersama
> suaminya. Namun, sebelum itu ia hendak menurunkan
> sekeranjang koin tersebut
> di kamarnya. Maka ia pun menuju lift. Waktu ia masuk
> lift sudah ada 2 orang
> hitam di dalamnya. Salah satunya sangat besar . . .
> Besaaaarrrr sekali.
> Wanita itu terpana. Ia berpikir, "Dua orang ini akan
> merampokku." Tapi
> pikirnya lagi, "Jangan menuduh, mereka sepertinya
> baik dan ramah." 
> Tapi rasa rasialnya lebih besar sehingga ketakutan
> mulai menjalarinya.
> Ia berdiri sambil memelototi kedua orang tersebut.
> Dia sangat ketakutan
> dan malu. Ia berharap keduanya tidak dapat membaca
> pikirannya, tapi Tuhan,
> mereka harus tahu yang saya pikirkan! Untuk
> menghindari kontak mata, ia
> berbalik menghadap pintu lift yang mulai tertutup.
> Sedetik . . . dua
> detik . . . dan seterusnya. Ketakutannya bertambah!
> Lift tidak
> bergerak! Ia makin panik! Ya Tuhan, saya
> terperangkap dan mereka akan
> merampok saya. Jantungnya berdebar, keringat dingin
> mulai bercucuran. 
> Lalu, salah satu dari mereka berkata, "Hit the
> floor" (Tekan
> Lantainya). Saking paniknya, wanita itu tiarap di
> lantai lift dan membuat
> koin berhamburan dari keranjangnya. Dia berdoa,
> ambillah uang saya dan
> biarkanlah saya hidup. Beberapa detik berlalu.
> Kemudian dia
> mendengar salah seorang berkata dengan sopan, "Bu,
> kalau Anda mau mengatakan
> lantai berapa yang Anda tuju, kami akan menekan
> tombolnya." Pria tersebut
> agak sulit untuk mengucapkan kata- katanya karena
> menahan diri untuk
> tertawa. Wanita itu mengangkat kepalanya dan
> melihat kedua orang tersebut. Merekapun menolong
> wanita tersebut
> berdiri. "Tadi saya menyuruh teman saya untuk
> menekan tombol lift dan
> bukannya menyuruh Anda untuk tiarap di lantai lift,"
> kata seorang yang
> bertubuh sedang. Ia merapatkan bibirnya berusaha
> untuk
> tidak tertawa. Wanita itu berpikir , "Ya Tuhan,
> betapa malunya
> saya. Bagaimana saya harus meminta maaf kepada
> mereka karena saya
> menyangka mereka akan merampokku."Mereka bertiga
> mengumpulkan kembali
> koin-koin itu ke dalam keranjangnya. Ketika lift
> tiba di lantai yang dituju
> wanita itu, mereka berniat untuk mengantar wanita
> itu ke kamarnya
> karena mereka khawatir wanita itu tidak kuat
> berjalan di sepanjang
> koridor. Sesampainya di depan pintu kamar, kedua
> pria itu mengucapkan
> selamat malam, dan wanita itu mendengar kedua pria
> itu tertawa
> sepuas-puasnya sepanjang jalan kembali ke lift. 
> Wanita itu kemudian berdandan dan menemui suaminya
> untuk makan malam. 
> Esok paginya bunga mawar dikirim ke kamar wanita
> itu, dan di setiap kuntum
> bunga mawar tersebut terdapat lipatan uang sepuluh
> dolar. 
>  
> Pada kartunya tertulis: "Terima kasih atas tawa
> terbaik yang pernah kita
> lakukan selama ini." 
> Tertanda:
> Eddie Murphy
> Michael Jordan 
>   
> (Eddie Murphy adalah bintang film
> Holywood, dan Michael Jordan adalah
> bintang basket NBA) 
> * * * * 
> Sikap hidup kita sangatlah menentukan kehidupan
> kita. Sikap yang positif
> dalam menanggapi persoalan hidup akan sangat
> berpengaruh bagi kebahagiaan
> kita. Pikiran yang negatif akan membawa kita
> terperosok jatuh semakin
> dalam karena kita melihat segala sesuatu adalah
> penderitaan. 
> Namun, pikiran yang positif membawa kita kepada
> hal-hal yang positif pula.
> Positif dalam menghadapi kehidupan yang serba tidak
> menentu ini, positif dalam sikap
> kita kepada sesama, positif merencanakan hari esok
> dan positif
> juga terhadap diri sendiri. Tuhan menciptakan kita
> luar biasa. Bersama
> Tuhan kita sanggup melakukan perkara-perkara besar.
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
>


      

Kirim email ke