Puting Beliung Terjang Karo             
                                                        
                                                        
                        
                        
                
                                        
                                
                                        Thursday, 26 June 2008                  
        
                        
                                        
                        
                                KARO(SINDO)
Angin puting beliung menerjang Desa Bulan Julum,Kecamatan Barus
Jahe.Bencana alam bercampur hujan es ini mengakibatkan jambur dan
belasan hektare lahan pertanian rusak parah. 

Dari pantauan SINDO kemarin, kerusakan terparah
jambur (balai desa) terletak pada bagian atap yang hampir seluruhnya
terseret angin. Lahan pertanian yang mengalami kerusakan antara lain
pertanian jagung, labu jipang, dan jeruk. Hantaman
puting beliung tersebut diperkirakan mengakibatkan kegagalan panen bagi
warga setempat yang mayoritas sebagai petani. Nd Kristen, salah seorang
warga Desa Bulan Julu mengatakan, angin puting beliung tersebut datang
pada Rabu (25/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Setengah
jam sebelum angin puting beliung datang,desa itu terlebih dulu diterpa
hujan deras yang bercampur butiran es. Rasid Sembiring, pengelola
jambur Desa Bulan Jahe mengatakan, angin kencang
tersebutmenimbulkankerugian materi yang cukup besar bagi desanya.Selain
merusak jambur, angin tersebut juga merusak lahan pertanian milik warga
setempat. ”Selain itu,sekitar 15 unit antena
parabola milik warga mengalami kerusakan,”katanya. Dengan rusaknya
jambur desa, pesta tahunan (pesta rakyat) yang akan digelar pada 9 Juli
––biasanya dipusatkan di tempat itu–– dikhawatirkan terganggu. ”Kami
berharap instansi terkait peduli akan nasib kami dengan memberikan
bantuan sehingga perayaan pesta tahunan dapat berjalan sesuai dengan
yang diharapkan,” kata Sembiring. Sebelumnya,
Kamis (19/6), puting beliung juga menerjang Desa Bulan Jahe, Kecamatan
Barus Jahe.Meski tidak ada korban jiwa, 15 tiang listrik tumbang dan
merusak sekitar 10 hektare lahan pertanian milik warga setempat. Di
tempat terpisah,Kepala Data Dan Informasi BMG Wilayah I Polonia Firman
Amg mengatakan, puting beliung yang disertai hujan es masih berpeluang
terjadi hingga akhir Juni ini. Diperkirakan, angin puting beliung ini
mulai reda awal Juli nanti. ”Karena bulan depan tiupan angin akan
menghambat pembentukan awan cumulonimbus. Biasanya seperti itu,” ujar
Firman kepada SINDO. Dia memprediksikan,daerah
yang berpeluang hujan es adalah yang berada terdapat dataran tinggi
serta sebagian daerah di Kabupaten Langkat dan Deliserdang. Dia
mengungkapkan, puting beliung terjadi karena suhu yang tinggi
menyebabkan udara renggang sehingga tekanan jadi tinggi. Hal itu memicu
aktifnya pembentukan awan yang menyebabkan konveksi lokal. ”Perbedaan
suhu menyebabkan pembentukan awan cumulonimbus yang jaraknya dekat dari
permukaan bumi. Karena suhu berbeda, awan ini juga sangat aktif dan
menyebabkan pergeseran udara yang kencang,yang kita kenal dengan angin
puting beliung. Hujan es juga terjadi karena jarak awan yang
rendah,”ujar Firman. (makmur sembiring/ watson manalu) 

Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net



      

Kirim email ke