Dulu ketika nyantrik di Okayama Univ, kebetulan agak
akrab engan salah seorang dosen Ilmu Ekonomi. Katanya
mahasiswa kedokteran Jepang, ketika mendalami ngilmu
kedokterannya, banyak yang memilih ke FK-FK tropika.
Dengan alasan:
1. Jenis wabah (bahasa kerennya patogen) sangat
bervariasi
2. Teknologi yang digunakan masih relatif "tradisional"
sehingga mahasiswa asing mampu menyerap ngilmu
penyembuhan secara nyata, tanpa bantuan peralatan
canggih..
Ah, sialan kupikir... apalagi yang kasih tahu toh dosen
ilmu Ekonomi... tapi ketika sampai terdampar lagi di
Okinawa, sempat pula ngobrol-ngobrol dengan para peneliti
eee lagi-lagi, ahli-ahli buah Jepang, suka sekali kalau
dapat tugas ke Indonesia. Pasalnya keragaman hayati
sangat tinggi dan lagi-lagi teknologi budidaya buahnya
masih relatif tradisional. ... jadi para ahli buah bisa tahu
dan meyerap kearifan lokal dalam mengelola tanaman
buah tropika yang 'menyatu' dengan alam...
Ah, sialan lagi kupikir... Ente enak-enak teknologi maju,
lalu ngundang peneliti-peneliti tropika.... Tapi ketika
di suatu diskusi (seminar) yang mbayar, tapi aku
menyelundup di sesi akhir, sempat mendengar petuah
Prof. (EM) Ahmad Satari, yang menyatakan bahwa
Biologi Tropika itu the Gate of Biological Sciences....
mikir-mikir juga daku...
Silahkan direnungkan.................
Wssalam,
Rudy Surbakti
Medan