--- 
melihat dari ceritanya bapak ini.sebelumnya..terima kasih atas ajaran
yang anda paparkan ini.i ya ah.mungkin latar belakang parkawinan anda
seperti ini,atau ada kenangan masa lalu anda yang seperti anda
ceritakan diatas.atau juga mungkin latar belakang keluarga.Saya
mengerti sekali ajaran anda,Dimata anda Tuhan sudah salah.agama itu
tidak ada lagi.atau memang anda orang yang tidak beragama(PERBEGU
GANJANG).....
Anda kalau mau mengadu antar umat agama jangan disini tempatnya
,kalau anda orang yang udah jagonya dalam bidang ini.debat seperti
ini.anda kemukakan pada khalayak ramai langsung,itu baru  saya akui
anda benar.
Maaaf ya kalau ada kata2 yang menyakitkan
Bt milist tanah karo,uga nge nake,payo nge ibas kita kalak karo lebe
buat moderator"tolong pak  moderator posting2 yang menyangkut hal
seperti ini tidak usah diposting.Apa sebenarnya tujuan dibuatnya milis
ini??untuk kesatuan kan!!bukan untuk perpecahan!!memang setiap orang
itu bebas dalam berpendapat,tapi bukan hal seperti yang sudah tersebutkan.
Terima kasih
D.Ginting's----
"BERTOBATLAH ENGKAU,KERAJAAN SORGA SUDAH DEKAT...".Akan semakin banyak
Anti kristus menyusul....mau tau anti kristus yang lain..klik yang ini
dia httt//:www.Digitsuka.com or mail to [EMAIL PROTECTED] 

In [email protected], simb bangun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> Hubungan Sex Harus Dihargai, Disucikan, Dimuliakan, dan Dilindungi
> 
> Hubungan sex harus dihargai, harus disucikan, harus dimuliakan, dan
> harus dilindungi. Siapapun yang berhubungan sex baik manusia atau
> binatang, baik menikah maupun tidak menikah, tetap semuanya merupakan
> hubungan sex yang harus kita hargai.
> 
> Kenapa harus dihargai???
> Hubungan sex secara alamiah merupakan bukti fisik tentang praktek
> kasih sayang.
> 
> Namun hubungan sex yang landasannya jual beli, atau paksaan, atau
> ancaman, atau penipuan, maka hubungan sex seperti ini bukan saja tidak
> alamiah melainkan terkutuk, harus dikutuk, itulah sebabnya pelacuran
> dan poligami masuk dalam kategori ini yang dilarang dan pelakunya
> ditangkap, diadili dan dihukum.
> 
> Tanpa cinta kasih, tanpa kasih sayang, maka tidak akan bisa hubungan
> sex itu berlangsung.
> 
> Ajaran Islam dan Kristen tidak menggunakan hubungan sex ini sebagai
> realitas kasih sayang
>  pelakunya, mereka mentabukan hubungan sex ini
> dengan mengexploitasi hubungan sex ini untuk kepentingan propaganda
> agama mereka. Se-olah2 hubungan sex hanya diperkenankan atau hanya
> diizinkan kalo menikah, dan istilah "Menikah" dalam masing2 agama
> tidak lain maksudnya meminta legitimasi agama mereka.
> 
> Padahal, cinta kasih tidak perlu legitimasi dari pendeta atau imam,
> cukup dari pernyataan masing2 yang kemudian bisa dibuktikan dari
> hubungan sex. Melalui hubungan sex, anda bisa menilai apakah pasangan
> anda itu betul2 menyayangi anda atau sekedar menumpahkan nafsu
> syahwatnya yang kotor saja.
> 
> Oleh karena itu cara2 agama yang mengeksploitasi hubungan sex ini
> dengan memberikan legitimasi seperti itu sebenarnya sangatlah
> terkutuk, namun karena saya seorang penegak HAM, saya tetap bisa
> menerimanya sebagai tradisi bukan sebagai pemaksaan.
> 
> Namun atas alasan saya diatas itulah, saya menyatakan hubungan
>  sex
> tanpa menikah di gereja atau di mesjid, tetap syah. Namun pelacuran
> tidak bisa diampuni seperti halnya Yesus mengampuni pelacur dan
> melarang untuk menghukum pelacur dengan alasan bahwa meskipun dia
> berbuat salah, kita juga pernah berbuat salah, oleh karena kita tidak
> mau dihukum maka kita tak boleh menghukum pelacur. Jelas cara2 ini
> merupakan penipuan. Karena pelacur itu bukan berzinah, melainkan
> memperdagangkan perzinahan. Berzinah bagi saya oke tidak salah, namun
> memperdagangkannya sudah beda sama sekali, namun Yesus rupanya tidak
> mengerti, dan tidak memahami.
> 
> Namun urusan Yesus bukanlah urusan saya, mau ngerti atau tidak saya
> tidak peduli, namun yang salah tetap harus dihukum tak bisa diampuni.
> Sayapun kalo salah harus dihukum dan sayapun mendidik murid2 saya
> untuk berani menerima hukuman untuk kesalahan mereka, dan saya
> mendidik setiap orang untuk jangan se-kali2 menebus kesalahan anda
> dengan uang
>  sogok ataupun dengan keimanan Yesus. Yesus tak perlu
> mengampuni mereka yang salah karena hukuman merupakan tanggung jawab,
> sedangkan Yesus yang biasa mengampuni mendidik umatnya lari dari
> tanggung jawab dan memindahkan tanggung jawab itu kepada angan2 adanya
> yesus.
>


Kirim email ke