Saya merasa sangat bangga dengan adanya aksi ini, yang dilaksanakan oleh
rekan-rekan mahasiswa dari USU. Walaupun saya tidak mengambil peran
secara langsung dalam aksi tersebut, saya tetap terus mengikuti
perkembangan-nya (Situs benteng Putri Hijau).

Dan tidak lupa saya juga coba memberikan penjelasan melalui teman-teman
yang memberikan komentar atas keberadaan situs-situs peninggalan Karo
(Non-Karo) .... walau pengetahuan saya masih minim tentang situs Benteng
Putri Hijau. Minimal berita dari mulut kemulut juga dapat membantu
menginformasikan tentang situs tersebut.

Tidak ada kata terlambat untuk mengangkat harkat dan martabat suku Karo,
mari teman-teman kita dukung (terutama sikalak Karo).

"Ermediate me erbansa kita tetap ersada janah sisampat-sampaten kita
guna lakon kerja-kerja enda ras tetap me sijaga kelestarian budayanta
e."


Mejuah-juah


Steven Amor Tarigan



--- In [email protected], "Si Laga Man" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Kemarin (Sabtu 11 Oktober 2008), puluhan mahasiswa antropologi yang
> tergabung dalam Study Group of Culture (SGC) kembali menggelar aksi.
> Aksi kali ini disertai dengan orasi-orasi pembelaan terhadap Benteng
> Putri Hijau (BPH) dengan menggunakan alat pengeras suara (toa)
> diiringi vocal group; mengambil tempat di Jl. Universitas Kampus USU
> (antara Fak. Hukum dan Fak. Sastra).
>
> Sesaat, beberapa patroli keamanan Kampus USU datang meninjau. Setelah
> melihat bahwa aksi ini tidak membahayakan siapa-siapa, merekapun
> membiarkannya sambil mengawasi dari kejauhan.
>
> Tidak ada media yang diundang meliput aksi kecuali Sora Sirulo. Akan
> tetapi, entah dari mana datangnya, berjubel wartawan menyaksikan aksi
> para mahasiswa yang mengangkat poster-poster mengajak masyarakat
> mencintai sejarah dan menghentikan pembangunan perumahan di atas
> Benteng Putri Hijau.
>
> Malahan, Radio Elsinta (berpusat di Jakarta dan disiarkan secara
> nasional ke seluruh Indonesia) melakukan siaran langsung (live).
> Selesai aksi, kru Radio Elsinta mengajak saya untuk meliput semua
> situs sejarah Karo di sekitar Medan dalam rangka pembuatan sebuah
> Laporan Khusus di Radio Elsinta dan melakukan wawancara panjang/meluas
> dengan saya. (Reporter Elsinta ini adalah seorang Minang).
>
> Uniknya lagi, semua wartawan ini (a.l. Radio Elsinta, Metro 24 Jam,
> Harian Andalas, Suara USU) mengenal SORA SIRULO dan mengaku mengikuti
> berita-beritanya dari edisi ke edisi. Dari situlah mereka menjadi
> tertarik terhadap Karo, yang ternyata lain dengan Batak, kata mereka.
>
> "Berita-berita Sora Sirulo selalu unik dan membuat kita sadar bahwa
> Karo adalah gudang berita menarik untuk tuntutan media masa kini,"
> kata mereka.
>
> Sabtu depan SGC kembali menggelar aksi pembelaan terhadap Benteng
> Putri Hijau. Kita harapkan aksi ini akan dihadiri perwakilan UNESCO
> (sudah ada lampu kuning atas kedatangannya meski belum pasti).
>
> Berita selengkapnya mengenai aksi-aksi pembelaan Benteng Putri Hijau
> dapat dilihat di Sora Sirulo edisi Oktober 2008 yang segera beredar.
>
> Juara R. Ginting
>

--- In [email protected], "Si Laga Man" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Kemarin (Sabtu 11 Oktober 2008), puluhan mahasiswa antropologi yang
> tergabung dalam Study Group of Culture (SGC) kembali menggelar aksi.
> Aksi kali ini disertai dengan orasi-orasi pembelaan terhadap Benteng
> Putri Hijau (BPH) dengan menggunakan alat pengeras suara (toa)
> diiringi vocal group; mengambil tempat di Jl. Universitas Kampus USU
> (antara Fak. Hukum dan Fak. Sastra).
>
> Sesaat, beberapa patroli keamanan Kampus USU datang meninjau. Setelah
> melihat bahwa aksi ini tidak membahayakan siapa-siapa, merekapun
> membiarkannya sambil mengawasi dari kejauhan.
>
> Tidak ada media yang diundang meliput aksi kecuali Sora Sirulo. Akan
> tetapi, entah dari mana datangnya, berjubel wartawan menyaksikan aksi
> para mahasiswa yang mengangkat poster-poster mengajak masyarakat
> mencintai sejarah dan menghentikan pembangunan perumahan di atas
> Benteng Putri Hijau.
>
> Malahan, Radio Elsinta (berpusat di Jakarta dan disiarkan secara
> nasional ke seluruh Indonesia) melakukan siaran langsung (live).
> Selesai aksi, kru Radio Elsinta mengajak saya untuk meliput semua
> situs sejarah Karo di sekitar Medan dalam rangka pembuatan sebuah
> Laporan Khusus di Radio Elsinta dan melakukan wawancara panjang/meluas
> dengan saya. (Reporter Elsinta ini adalah seorang Minang).
>
> Uniknya lagi, semua wartawan ini (a.l. Radio Elsinta, Metro 24 Jam,
> Harian Andalas, Suara USU) mengenal SORA SIRULO dan mengaku mengikuti
> berita-beritanya dari edisi ke edisi. Dari situlah mereka menjadi
> tertarik terhadap Karo, yang ternyata lain dengan Batak, kata mereka.
>
> "Berita-berita Sora Sirulo selalu unik dan membuat kita sadar bahwa
> Karo adalah gudang berita menarik untuk tuntutan media masa kini,"
> kata mereka.
>
> Sabtu depan SGC kembali menggelar aksi pembelaan terhadap Benteng
> Putri Hijau. Kita harapkan aksi ini akan dihadiri perwakilan UNESCO
> (sudah ada lampu kuning atas kedatangannya meski belum pasti).
>
> Berita selengkapnya mengenai aksi-aksi pembelaan Benteng Putri Hijau
> dapat dilihat di Sora Sirulo edisi Oktober 2008 yang segera beredar.
>
> Juara R. Ginting
>

Kirim email ke