hm,,,,,,,resebutna kidah e
________________________________ From: Lina Stromberg <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, October 28, 2008 11:00:48 Subject: Re: [infokaro] bubarken saja PERKOEAH ena nake........pediat saja! Omak-omak Eropa mana maksudmu Rud?? Jangan digeneralisasi dong brur. Kita-kita pada umumnya hidup cape, nggak ada waktu buat ngerontangi. Kalau ada yg lagi ngamuk seharusnya diselesaikan lewat japri atau cc untuk pihak-pihak yg terkait saja. Dulu-dulunya sebenarnya sudah banyak yg protes kalau ada masalah jangan dibawa kemilis. Tapi terserah pada individu ybs buat menanggapinya. Japri aku Rud, tt bpr itu positif Juni yad. Salam, Nd. Daniel --- On Mon, 10/27/08, Rudy Surbakti <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: Rudy Surbakti <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: Re: [infokaro] bubarken saja PERKOEAH ena nake........ pediat saja! To: [EMAIL PROTECTED] s.com Date: Monday, October 27, 2008, 10:49 PM Biarin aja lah..biar kita tau apa saja kerja omak-omak di Eropah sana. Biar masing-masing menunjukkan belang masing masing. Jadi kalau mereka berhubungan sama kita kita tau mengambil jarak sama orang orang itu. --- On Tue, 10/28/08, ALEX TARIGAN <alextarigan@ yahoo.com> wrote: From: ALEX TARIGAN <alextarigan@ yahoo.com> Subject: Re: [infokaro] bubarken saja PERKOEAH ena nake........ To: [EMAIL PROTECTED] s.com Date: Tuesday, October 28, 2008, 7:48 AM Boss, Kalau yg begini engga usah masuk milis donk, email nya ke japri ajaaa. Malu di baca ama yg muda-muda... ......... ......... Mjj --- On Tue, 10/28/08, simb bangun <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: simb bangun <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: [infokaro] bubarken saja PERKOEAH ena nake........ To: [EMAIL PROTECTED] s.com Date: Tuesday, October 28, 2008, 12:57 AM Melala kuidah jelma si protes soal "PERKUAH" e nake. Lang, enggo me nggo. BUBARKEN saja arisen kena ena nake. mela kita peee...... manangin amburidi nari.... --- On Mon, 10/27/08, Si Laga Man <juara_ginting@ yahoo.co. uk> wrote: From: Si Laga Man <juara_ginting@ yahoo.co. uk> Subject: [infokaro] Re: Mengundurkan Diri. To: [EMAIL PROTECTED] s.com Date: Monday, October 27, 2008, 3:26 AM --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Ginting Christina <christina_gtg@ ...> wrote: "... Kepengurusan terbentuk lewat komunikasi jarak jauh itu tadi, ya memang begitu dari dulu, tapi kan nggak bisa dianggap kepengurusan itu ecek-ecek ..." Dari dulu, Perkoeah eksis dan bahkan sempat dikagumi karena kegiatan-kegiatan dan pemberitaan- pemberitaan atas kegiatan-kegiatanny a. Setelah Christina br Ginting masuk ke dalam kepengurusan Perkoeah, persoalan yang dihadapi setiap harinya adalah soal perubaten antar pribadi-pribadi. "... Masa Hartawati br Gurusinga jadi ketua Perkoeah (itu masa keemasan perkumpulan ini) ada rencana membuat akte notaris tapi tdk jadi karena Hartawati (Nd Budi) pulang ke Indonesia ..." Apakah itu masa keemasan? Saat itu saya tahu Sdr. Christina br Ginting sangat anti terhadap ketua Perkoeah. Entah mengapa, saya tidak tahu. Saya sebagai wakil ketua Perkoeah mencoba menjembataninya. Soalnya begini, saya adalah tim sukses yang mengupayakan sdr. Hartawati Gurusinga terpilih menjadi ketua Perkoeah dengan menempatkan diri saya sendiri sebagai wakil ketua. Karena Hartawati Gurusinga terpilih sebagai ketua, beberapa orang mengambil jarak dari Perkoeah. Salah satu diantaranya adalah Christina br Ginting. Selanjutnya saya mencoba menjembatani masalah ini dengan melakukan pendekatan terhadap Christina br Ginting. Ketika Christina br Ginting terpilih sebagai wakil ketua, beberapa orang lainnya lalu mengambil jarak pula dari Perkoeah. " ... ada rencana membuat akte notaris tapi tdk jadi karena Hartawati (Nd Budi) pulang ke Indonesia ..." Perkoeah sudah punya akte notaris dengan status sebagai yayasan (stichting). Hartawati Gurusinga termasuk salah seorang pendirinya. Akte itu telah dibuat jauh sebelum Hartawati pulang ke Indonesia. Ini artinya kam memang sok tahu tentang Perkoeah, makanya kam membencinya, tapi mau menerima ketika saya menawarkan agar kam menjadi wakil ketua (untuk diusulkan kepada teman-teman, bukan mengangkat kam. Kalau akhirnya lobiku berhasil membuat kam jadi wakil ketua, itu lain lagi soalnya; seperti lobiku agar kam diterima sebagai wakil pemimpin umum Sora Mido waktu itu). ".. Sejak itulah perkumpulan ini merosot terus karena beberapa orang-orang Karo di Eropa yg dulu merasa bagian dari perkumpulan ini tidak lagi merasa tertarik. Buktinya kerja tahun III tdk banyak lagi org yg muncul, enggo teremen beligan panitia asangken kalak si reh ..." Setahu saya, Perkoeah hanya pernah mengadakan kegiatan kerja tahun. Kegiatan-kegiatan masyarakat Karo di Belanda biasanya dilakukan oleh Tartar Bintang. Dalam pemberitaannya, terutama di milis ini, saya selalu menmpatkan kegiatan-kegiatan Tartar Bintang sebagai bagian Perkoeah (karena saya ingin Perkoeah kelihatan aktif dan kreatif) Kalau itu yang dimaksud dengan Jaman Keemasan Perkoeah, berterimakasihlah kepada Tartar Bintang yang saya bentuk. Sampai saat ini, Tartar Bintang masih mendapat pesanan menari atau bermain musik. Hanya karena kesibukan saya dan keberadaan saya di Indonesia yang membuat saya menolak banyak pesanan. Memang, Perkoeah berhasil menerbitkan kembali Sora Mido. Herannya, karena saya selalu menekankan peran Perkoeah dalam penerbitan kembali Sora Mido, orang-orang seperti tidak melihat peran saya dalam menggalang kekuatan sehingga orang-orang Karo di Eropah berkeinginan membantu penerbitan kembali Sora Mido. Bahkan saya yang ikut menyumbang uang untuk penerbitan Sora Mido (100 euro) sepertinya hilang ditelan bumi (dan saya tidak bilang apa-apa. ) Dalam catatan saya, Christina br Ginting tidak terlibat apa-apa dalam penerbitan kembali Sora Mido. Nantinya, agar dia juga bisa terlibat, saya ajak bergabung dengan Sora Mido dan, bahkan, menempatkan dia sebagai wakil pemimpin umum (atas lobi saya ke teman-teman yang lain). Bayangkan, saya bersedia menempatkan perempuan menjadi ketua Perkoeah dan saya sendiri sebagai wakilnya. Bayangkan lagi, saya bersedia menempatkan Christina br Ginting sebaga wakil pemimpin umum Sora mido dan saya sendiri hanya seorang anggota redaksi. Keduanya bisa begitu karena lobi-lobi saya. Sampai saat ini saya masih tetap positip terhadap perempuan. Perjuangan saya mengemansipasi perempuan tidak akan pernah berhenti hanya karena orang-orang menuduh saya "labo man acak-acakken ritik nggawang". Sekarang, tercatat di dalam sejarah Karo, pemimpin redaksi perempuan Karo yang pertama adalah Ita Apulina Tarigan. Ini pula yang membuat beberapa perempuan, termasuk Christina, membenci saya. Apakah perempuan selalu tidak suka bila perempuan lain dipersilahkan untuk maju? Itulah analisis saya dalam persoalan Perkoeah yang diributkan oleh Christina br Ginting. Masalah kecemburuan dan iri (sedikit ditambah dengki). Dia punya pandangan, saya juga punya pandangan. Soal mengundurkan diri, di milis ini juga Christina br Ginting pernah menghujat Perkoeah. Mengapa tidak saat itu dia mengundurkan diri dari kepengurusan? Dikatakannya, siapa yang ingin tahu alasan pengunduran dirinya silahkan mengirim email ke dia. Beberapa tahun lalu dia sudah mengirim email2 yang menjelek-jelekkan saya ke seluruh dunia. Dan saya tetap melakukan perjuangan untuk Karo, tak terpengaruh atas cekuraknya. Mengapa sekarang ingin mengulangi kembali apa yang sudah dilakukannya dua tahun lalu terhadap saya? Saya jadi tertarik pada judul sebuah tulisan di milis ini: BEGU (sebuah renungan). Juara R. Ginting Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
