Ada apa ini milis??? Kok pada ribut???? Emang kenapa dengan gelar Sisingamaraja jadi Nama Bandara? Kok kita pula yang marah???? Kalau ngak senang dengan nama-nama yang direkomendasikan jangan hanya ngomel??? Mari kita buat gerakan??? Bukankah itu kuala namu yang berada di Kec. Batang Kuis/Pantai Labu Kab. Deli Serdang merupakan daerah-daerah perjuangan Laskar Rakyat??? Ada kok orang karo yang jadi tokohnya?? Ada Jamin Ginting, Selamat Ginting, Bejo dll Ayo kita satukan persepsi, gimana kalo itu kita buat Bandara Kilap Sumagan atau Bandara Selamat Ginting??/ Bukankah pahlawan karo yang satu ini belum memiliki penghargaan dari rakyat dan masyarakat atas kepahlawanannya??? Mari kita buat gerakan?/????
--- On Sat, 11/22/08, MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [infokaro] Re: Sisingamangaraja bukan Pahlawan Nasional To: [email protected] Date: Saturday, November 22, 2008, 2:41 PM Beberapa fakta tentang Sisingamangaraja XII Conflict, Justice, and the Stranger-King Indigenous Roots of Colonial Rule in Indonesia and Elsewhere David Henley a1 a1 Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (Royal Institute of Linguistics and Anthropology, KITLV) Leiden, Netherlands Historians of Indonesia often think of states, and especially colonial states, as predatory institutions encroaching aggressively on the territory and autonomy of freedom-loving stateless peoples. For Barbara and Leonard Andaya, early European expansion in Sumatra and the Moluccas was synonymous with the distortion or destruction of decentralized indigenous political systems based on cooperation, alliance, economic complementarity, and myths of common ancestry (B. W. Andaya 1993; L. Y. Andaya 1993). Anthony Reid (1997: 81) has described tribal societies like those of the Batak and Minangkabau in highland Sumatra as ‘miracles of statelessness’ which ‘defended their autonomy by a mixture of guerilla warfare, diplomatic flexibility, and deliberate exaggeration of myths about their savagery’ until ultimately overwhelmed by Dutch military power. Before colonialism, in this view, most Indonesians relied for security not on the protection of a powerful king, but on a ‘complex web of contractual mutualities’ embodying a ‘robust pluralism’ (Reid 1998: 29, 32). ‘So persistently’, concludes Reid (1997: 80-1), ‘has each step towards stronger states in the archipelago arisen from trading ports, with external aid and inspiration, that one is inclined to seek the indigenous political dynamic in a genius for managing without states’. Henk Schulte Nordholt (2002: 54), for his part, cautions against any tendency to downplay the violent, repressive aspects of colonial and post-colonial government in Indonesia, expressing the hope that ‘a new Indonesian historiography will succeed in liberating itself from the interests, perspective, and conceptual framework of the state’. An even more systematic attempt to demonize the (modern) state in Indonesia and elsewhere can be found in the work of James Scott (1998a, 1998b). Footnotes 1 This article is largely based on a longer essay, Jealousy and Justice; The Indigenous Roots of Colonial Rule in Northern Sulawesi, recently published in monograph form by the Free University Press, Amsterdam (Henley 2002). * * * 'Perang Sunggal (Batak Oorlog 1872-1895), Perang Rakyat Menolak Penjajahan, (WASPADA Online 07.15.04, Prof. H. Ahmad Samin Siregar) * * * Ditulis pada Juni 11, 2007 oleh tanobatak PERJUANAN SISINGAMANGARAJA XII Naskah ini menitik beratkan muatan pandangan analisis konseptual ilmiah, sebagai bukti perjuangan beliau yang luar biasa secara empiris faktual sejak perjuangan dengan strategi diplomasi 1876-1877 akhir, hingga perang phisik 1878-1907 selama 30 tahun Ketika beliau mendapat informasi dari titik sandinya, bahwa Belanda akan memperluas kekuasaannya ke dataran tinggi Toba dengan dalih melindungi gerakan Zending Kristen, Sisingamangaraja mengirim surat agar maksud itu dibatalkan. Karena setiap orang berhak untuk merdeka dan berdiri sendiri, termasuk orang Batak (waktu itu disebut bangso Batak). Tentang perjuangan Sisingamangaraja secara lengkap, runtut bahkan kronologis, silahkan membaca buku-buku sejarah yang sudah cukup banyak ditulis para penulis Batak apalagi penulis Belanda (dari sisi pandang dan kepentingan mereka). Dari penulis Batak saya sarankan membaca buku karangan Dr.W.B.Sijabat, Ahu Sisingamangaraja, 1982 ; O.L.Napitupulu, Perang Batak, Perang Sisingamangaraja, 1971. Dari penulis Belanda tulisan E.E.W.G. Schroder, Memorie van Overgave van de Residentie Tapanoeli, 1920. Dan juga daftar bacaan melanjutkan yang saya cantumkan pada akhir naskah ini. * * * detik News, Minggu, 27/05/2007 05:05 WIB: Raja Sisingamangaraja XII Patuan Bosar Sinambela yang bergelar Ompu Pulo itu diangkat sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah pada 9 November 1961. Dia telah berperang selama 24 tahun saat meninggal dunia ditembak serdadu Belanda pada 17 Juni 1907 di Parlilitan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut).(rul/ken) * * * --- Den lör 2008-11-22 skrev Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED] com>: Från: Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED] com> Ämne: Re: [infokaro] Re: Sisingamangaraja bukan Pahlawan Nasional Till: [EMAIL PROTECTED] s.com Datum: lördag 22 november 2008 18.45 Katandu si ku quote teruh enda me sipayona kuakap bang ningku sekali man bandu, sebab kai pe sibelasi arah milis labo begi kalak pekuta lepar Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community --- On Sat, 11/22/08, bank_minal <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: bank_minal <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: [infokaro] Re: Sisingamangaraja bukan Pahlawan Nasional To: [EMAIL PROTECTED] s.com Date: Saturday, November 22, 2008, 7:53 AM mengenai gelar bandara kuala namo, kuakap perlu kita pulung sitatapen ayo guna encakapken ugakin simejilena. lalit gunana kita mbahas masalah enda bas milis saja. sebab enda termasuk harga diri man kita kalak karo. bujur, Reynaldy Sinulingga --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, Alexander Firdaust <daustcoker@ ...> wrote: > > Pagi ini saya baca salah satu koran harian yang terbit di kota Medan, dan di halaman utama saya membaca bahwa bukan cuma orang batak yang menginginkan bandara kuala namu dibuat menjadi bandara sisingamaraja, namun orang melayu juga ternyata ingin agar bandara tersebut dibuat nama tengku rizal nurdin. > > Namun sejauh ini orang karo hanya ngomong di milis saja, namun di media massa belum pernah saya baca statement orang karo tentang nama apa yang mau dipakai oleh orang karo untuk penamaan bandara kuala namu yang pada tahun 2009 mendatang diharapkan sudah bisa digunakan. > > Salam Mejuah Juah > > Karo Cyber Community > > > --- On Fri, 11/21/08, sagrina bangun <ina_carter@ ...> wrote: > From: sagrina bangun <ina_carter@ ...> > Subject: Re: [komunitaskaro] Re:Kuala Namu diberi nama Sisingamangaraja XII > To: komunitaskaro@ yahoogroups. com > Date: Friday, November 21, 2008, 4:44 AM > > > > > > > > > > > > wah.....wah. ....., lagi2 batak mencoba untuk mendominasi suku2 di sumut, memang sih sisingamangaraja itu pahlawan nasional, tapi cobalah batak menghargai suku2 lain. Bandara Kuala Namo sudah jelas2 terletak di tanah Karo masa mau dinamai pahlawan batak, emangnya Karo tidak punya pahlawan, lalu mau dikemanakan Kiras Bangun/Garamata atau Guru Patimpus, Sang pendiri kota Medan....... > > From: Daryus Iting <[EMAIL PROTECTED] com> > To: komunitaskaro@ yahoogroups. com > Sent: Friday, November 21, 2008 5:04:42 PM > Subject: [komunitaskaro] Re:Kuala Namu diberi nama Sisingamangaraja XII > > > > > > > > > > > > Mejuah-juah, ... > > Aku selaku ginemgem sumut mindo alu mehamat dingen meteruh ukur man gubernurta segelah HAHATI ia nampeken ras nangkuhken gelar bandara kuala namu ena. ula kari salah gelar dahkam adi ibas kalak karo banci la jumpa sangap nina kin tua-tua si nuria. > > Sitik saja ngenca komentarku emkap ise kin Sisingamangaraja? ja kin ndube ingan erperang? ise kin si manteki kuta MADAN? Kai kin ertina MEDAN? cuba onggari lebe manjar-anjar ningen man gubernurta ena ndai segelah mejuah-juah si man dapeten. > > Sibarem lebe,.. > > Bujur, > > Iyus Anak Sintengah > ( Pa Kampoh ) > Ta semester! - sök efter resor hos Kelkoo. Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum: http://www.kelkoo. se/c-169901- resor-biljetter. html
