yup setuju...... Harusnya para tokoh karo mau membuka sedikit mata melihat 
perkembangan daerahnya.. jangan sampai tempat kita dijajah orang lain... aneh 
kan kalo bandaranya ada ditanah karo tapi namanya dari suku lain... ga banget 
deh


--- Pada Jum, 12/12/08, Linggaraja Web <[email protected]> menulis:
Dari: Linggaraja Web <[email protected]>
Topik: Re: [infokaro] Tokoh Karo Diabaikan?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 12 Desember, 2008, 3:07 AM










    
            Bang Edison, saya kira apa yang anda sampaikan ada benarnya. Saya 
juga jadi bertanya apakah ada pemuka Karo yang memperjuangkan selama ini agar 
tokoh Karo agar bisa muncul kepermukaan? Kalau tidak ada, bagaimana kita minta 
orang lain mengakui sementara kita sendiri acuh, lalu kemudian kita merasa 
dispelekan.
Kalau Sisingamangaraja misalnya semenjak kemerdekaan mereka sudah 
memperjuangkan sebagai pahlawan nasional sehingga seantero Nusantara 
mengakuinya, lihat saja walaupun basis perjuangannya dulu didaerah Taput tapi 
dikota-kota lainnya seperti di Aceh bahkan di Jakarta ada jalan yang diberi 
nama Sisingamangaraja, paling tidak ini suatu pengakuan.
Kita punya Guru Patimpus, saya nggak tau apakah kita semua orang Karo 
mengetahuinya dan saya juga ingin tau apakah di Brastagi , di Tigabinanga dsb 
ada jalan yang diberi nama "Guru Patimpus"?  Benar, kita harus intropeksi.
 
salam

--- On Thu, 12/11/08, edison sembiring <ediso...@yahoo. com> wrote:

From: edison sembiring <ediso...@yahoo. com>
Subject: Re: [infokaro] Tokoh Karo Diabaikan?
To: infok...@yahoogroup s.com
Date: Thursday, December 11, 2008, 11:59 AM









Ini merupakan suatu bukti suku karo (tokoh karo), hanya dipandang sebelah mata 
di Sumatera Utara. kemungkinan lainnya tidak ada tokoh atau masyarakat karo 
yang protes tentang hal itu. Semoga menjadi bahan intropeksi kita bersama demi 
kemajuan karo. jangan sampai kita sesama orang karo juga mains sikut apalagi 
demi uang.
 
Mejuah-juah
Edison Maha
Kuwait

--- On Thu, 12/11/08, Alexander Firdaust <daustco...@yahoo. com> wrote:

From: Alexander Firdaust <daustco...@yahoo. com>
Subject: [infokaro] Tokoh Karo Diabaikan?
To: infok...@yahoogroup s.com, tanahk...@yahoogrou ps.com, komunitaskaro@ 
yahoogroups. com
Date: Thursday, December 11, 2008, 2:54 PM








Sumber: http://inilah. com/berita/ citizen-journali sm/2008/12/ 11/68074/ 
tokoh-karo- diabaikan/


Lokasi Bandara Kuala Namo yang terdapat di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera 
Utara (Sumut) merupakan areal pemukiman Masyarakat Karo secara turun temurun 
dari dulu sampai saat ini. 
Dari namanya saja yaitu ‘Kuala’ yang dalam bahasa Karo artinya pertemuan antara 
dua buah sungai. Dan ‘Namo’ yang artinya adalah pulau kecil di tengah-tengah 
sungai. 
Maka sudahlah jelas nama daerah ini merupakan daerah asli orang Karo (namun 
ironis akhir-akhir ini Kuala Namo sering ditulis di media massa dengan nama 
‘Kuala Namu’. Apakah ini sebuah cara untuk menghilangkan jejak agar daerah ini 
tidak lagi dikenal sebagai daerah Karo oleh masyarakat umum yang tidak begitu 
mengenal Kuala Namo?
Di situs Harian Waspada, salah satu koran nasional yang terbit di kota Medan, 
yaitu www.waspada. co.id terdapat beberapa polling, salah satu di antaranya 
adalah polling tentang nama yang pantas untuk bandara Internasional Kuala Namo, 
yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan dan beberapa tahun ke depan mungkin 
sudah dapat digunakan.
Yang patut disesalkan dari polling yang dibuat oleh yang katanya koran Nasional 
dan yang mengklaim dirinya sebagai media terbesar di Sumut, adalah tidak ada 
satu tokoh Karo pun yang disertakan di dalam polling tersebut untuk masuk dalam 
kandidat bakal nama Bandara yang kelak mungkin akan digunakan, meskipun seperti 
yang saya sebutkan tadi di atas bahwasannya daerah Kuala Namo sendiri adalah 
daerah orang Karo.
Dengan hal sepele semacam yang dibuat oleh waspada.co.id ini bukan tidak 
mungkin kecemburuan sosial akan muncul di tengah-tengah masyarakat Sumut, yang 
dikenal sebagai masyarakat pluralis dengan berbagai ragam suku dan agamanya 
yang selama ini hidup rukun, aman ,dan damai.
Bila kecemburuan sosial itu suatu saat kelak berada dalam posisi puncak, maka 
bukan tidak mungkin pula kerukunan antar suku yang selama ini terjalin dengan 
baik berubah menjadi hal terburuk dan tidak diinginkan oleh semua lapisan 
masyarakat.
Oleh sebab itu maka selayaknyalah sebuah media seperti halnya waspada.co.id 
agar lebih teliti dalam menerbitkan sebuah polling dan salah satunya polling 
tentang bandara Kuala Namo ini, sebab media adalah sebuah alat yang dapat 
diibaratkan sebagai pisau bermata dua, dimana di satu sisi bisa menjadikan 
sebuah kebaikan, dan sebaliknya media juga malah bisa membuat suatu keburukan 
yang tidak diinginkan.
Salam Mejuah Juah






      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke