BAHAYA LATENKAH BAGI KAB. KARO ?
Saat nongkrong di kede kopi waktu pulkam beberapa hari, terdapat beberapa orang 
koyok-koyok seputaran Karo. Dari pembicaraan berlangsung, diketahui dua 
diantaranya adalah PNS yang sering terlibat dalam penyusunan data statistik 
Kab. Karo. 
Dari perbincangan mereka saya ketahui, setiap tahun terjadi peningkatan jumlah 
pendatang di Kab. Karo. Peningkatan jumlah pendatang ini, terjadi  di seluruh 
kecamatan yang ada di Kab. Karo. (Semula, saya cuma mengira jika kejadian 
tersebut hanya terjadi di Kec. Berastagi). Berikut sejumlah kalimat yang 
mengalir dari bibir mereka sejauh yang teringat.
A.      Tik narin, enggom buen kalak ah (pendatang) asangken kita. E kapken e, 
ibereken saja 100 ribu, lurah, kepala desa, camat, minter ergiah-giah medarat 
KTP, amin gia lalit surat pindah kalak e ibas kuta asalna. Adi pediat saja 
bage, enggom denggo kalak enda kerina jenda. Emkap adi sinatang layar-layar la 
ukurina ndauh ku lebe. Danci saja lanai bo denggo si lima merga natang Taneh 
Karo Enda.
B.      Ei uga kin oratna ndia kerna KTP e. La kin oratna mbere adi kalak mindo?
A.    Si teng-tengna min, adi lalit surat pindahna, ula bere ngurus KTP. Adi 
lit ka pe surat pindahna, ula ka langsung bere KTP Tetap. Danci saja i bere 
Surat Keterangen Tinggal. Encage dabuhna ku KTP sementara. Emaka evaluasi kerna 
danci lahangna ia ndatken KTP Tetap. Alu cataten, kerina proses i datas, lit 
jelma si danci njaminisa ia tading i wilayah bersangkutan. (Meski tidak 
mencerna betul pembicaraan mereka, tetapi mendengar penuturan ini, tiba-tiba 
saya menariknya secara pribadi. Dikarenakan kebutuhan sering pergi-pergi pada  
tahun-tahun yang lalu, maka saya memiliki 3 KTP daerah yang berbeda di tanah 
air. Uniknya lagi, meski  identitas  pada 3 KTP tersebut sama, namun di 3 
daerah tersebut ada surat panggilan untuk berpartisipasi dalam pemilu 
lokal/nasional. Nampaknya, ada yang perlu ditinjau dalam system kependudukan. 
Dalam hal Kabupaten Karo, bahaya latenkah potret seperti perbincangan mereka???)
MILIS INI SEBAGAI ALAT
Kalaulah dapat dikatakan  masalah, maka hal di atas satu dari sekian masalah 
utama yang ada di Kab. Karo. Baik itu masalah yang timbul secara alami atau 
kimiawi. Teringat pula saya diskusi di milis ini perihal Kepemimpinan dan 
Sistem, serta topik-topik terkait lainnya. Begitu banyak topik-topik menarik 
perihal penggalian, pengembangan dan pelestarian seputaran Karo. Namun sering 
sekali bagaikan jalan tiada ujung. Bukan berarti berhenti, karena roh tidak 
mengenal kematian. Mungkin cuma bentuknya saja yang sering berbeda atau perlu 
dimodifikasi.
Saat merenung sepi di penghujung tahun ini, ada saatnya menerima jalan hidup 
sama beratnya dengan menolak. Terlintas di pikiranku, seandainya bila tidak 
berlebihan jika disebut `KABUPATEN KARO SEBAGAI BENTENG KARO`, bagaimanakah 
jika pada Pilkada 2010 nanti, ada anggota aktif milis ini yang berkenan maju 
sebagai calon Kepala Daerah Kab. Karo? 
Bila dimintakan agar semua anggota milis ini untuk memilih satu orang, rasanya 
tidak mungkin. Hal ini mengingat keanekaragaman latarbelakang kita satu sama 
lain. Tapi, adanya ketidakmungkinan, tentu karena ada kemungkinan.
Suasana tentu akan lebih meriah lagi, bila saja nantinya, semua calon 
Bupati/Wakil yang akan bertarung pada Pilkada Kab. Karo 2010, adalah anggota 
aktif milis ini. Konsep menjadikan milis ini sebagai alat, pasti memiliki nilai 
plus/minus. Pilihan akhir akan jatuh pada sudut pandang yang dipakai. 
Ada saya lihat sejumlah anggota aktif milis ini memiliki potensi untuk maju 
pada Pilkada Kab. Karo 2010 nanti.  
 
Enda ka lebe, 
 
Salam
 
MJS
 
 


      

Kirim email ke