Pemilu sudah dekat tetapi belum ada satupun CALEG dan CAPRES yg berani mengkampanyekan pemberantasan pupuk palsu. Beban petani sudah sgt berat dgn mahalnya harga pupuk, sudah mahal, sukar di dapat, Palsu pula! Kami melihat ditanah karo sekarang tanaman jeruk banyak yg rusak, Walaupun beberapa pihak mengatakan bahwa itu semua karena kurang makan alias kurang pupuk, kami menduga bahwa itu juga disebabkan oleh pupuk palsu. Sebenarnya kalau urea tidak banyak diberikan juga tidak mengapa, karena kandungan N nya 46%. Jadi kami mencurigai bahwa pupuk juga banyak yg palsu, tetapi apa daya petani. Masak tiap beli 1 karung diperiksakan ke lab, mana ada uanag mereka. juga mereka mana tau mau periksa kan kemana? bayangkan kalau mereka beli 10 karung, masa 10 nya harus di bawa ke lab. Terus ada teman ahli pertanian yg periksa pupuk KCL yg dibelinya untuk percobaan, eh yg seharunya kandungannya sekitar 60% kandungannya hanya 0.8%! Gila gak? Bayangkan, CAPRES kita banyak yg bekas jendral yg gagh perkasa dan bahkan ada yg bekas komandan pasukan paling elit di Indonesia. tapi semua gak ada yg berkutik dan berani mengkampanyekan pemberantasan pupuk palsu. Wassalam, Rudy Surbakti
