Konvensi Menjaring Calon Bupati Karo Calon presiden yang muncul, akhirnya yang itu-itu juga. Istilah Eep Syafullah fatah, '4L', lo lagi lo lagi. Tapi oke, syarat jadi capres yang harus memperoleh 25% suara dalam pemilu legislatif, atau 20% kursi di DPR menutup peluang bagi lebih banyak tokoh untuk maju menjadi calon presiden. Sekarang mari kita konsentrasi ke Tanah Karo yang akan menggelar pemilihan bupati tahun depan. Apa yang harus kita lakukan guna memperoleh bupati ideal? Saya pernah menjadi salah satu redaktur di Harian Batak Pos. Saya memperoleh banyak pengetahuan bahwa Tanah Karo itu luar biasa. Sangat disayangkan kalau bupati terpilih hanya bisa meraih kinerja standar. Sebab, bumi Karo memiliki potensi besar, orang-orangnya hebat-hebat, posisi geografisnya strategis, akses ke kota-kota di delapan penjuru mata angin memadai, dan lain sebagainya. Menjadikan Tanah Karo sebuah daerah terkenal dan rakyatnya makmur rasanya bukan suatu yang teramat sulit, asal bupati terpilih nanti bukan pemimpin berselera standar . Bagaimana caranya? dalam proses seleksi calon bupati inilah menurut saya kita perlu urun rembuk. Usul saya, apakah berlebihan kalau kita jaring calon bupati dengan cara konvensi seperti yang pernah dilakukan Partai Golkar tahun 2003? Mari kita bikin konvensi di tiga tempat, yakni di Jakarta, Medan dan Kabanjahe. Kita bentuk satu ketua panitia dengan tiga wakil ketua. Setuju? Atau ada usul lain? Mari kita manfaatkan milis yang sudah diasuh dengan penuh dedikasi oleh sobat kita, Firdaus ini. terima kasih/bujur/mejuah-juah kita kerina Jakarta, 3 Mei 2009 Petrus Barus Alumni SMA Katolik Kabanjahe
--- On Tue, 4/28/09, petbarus <[email protected]> wrote: From: petbarus <[email protected]> Subject: [infokaro] Mencari Bupati Karo Ideal, Apa Kriterianya? To: [email protected] Date: Tuesday, April 28, 2009, 11:34 PM Penting urun rembuk tentang pemilihan bupati karo yang akan datang. Waktu pemilihan yang masih panjang cukup untuk membuat berbagai hal menyongsong lahirnya bupati ideal yang mampu membangun takah karodan mengangkat harkat dan martabat masyarakat karo yang tersebar di seluruh dunia. Hanya bupati ideal yang mampu mencapai hasil ideal seperti : -Mampu meningkatkan pendapatan masyarakat karo sehingga tidak ada lagi cerita anak-anak karo putus sekolah di tengah jalan karena masalah biaya -Mampu menjadikan tanah karo sebagai daerah pertanian melebihi Thailand -Mampu mengelola potensi wisata karo yang bersih, yang aman bagi wisatawan dan tenang bagi warga, sehingga menjadi penghasil divisa dahsyat setara Bali -Mampu menciptakan pendidikan berkualitas -Mampu menciptakan atmosfir pendidikan sehingga orang tua anak-anak karo giat berloba secara sehat meraih pendidikan sampai jenjang paling tinggi. -Mampu mengubah budaya cian menjadi budaya jantan, lebih meningkatkan budaya ola kisat. -Mampu mengurus jaringan perdagangan produk pertanian karo sampai ke manca negara sehingga petani tidak lagi dibodoh-bodohi administradi perdagangan, dan tidak lagi dirugikan para calo -Mampu menyediakan air bersih yang cukup -Mampu membuka akses jalan terhadap desa yang masih terpencil -Berniat memperhatikan dan menjalin komunikasi dengan komunitas karo yang sudah lama menetap di Deli Serdang, Langkat, Binjai, Asahan, Aceh, Pakpak, Tiga Lingga, Sidikalang, dan lain sebagainya. -Mampu mengubah budaya rubat menjadi budaya bersaing secara sehat dlsb. Jakarta, 28/4/09 Petrus Barus Alumni SMA Katholik Kabanjahe
