--- On Tue, 6/2/09, setyo gunawan <[email protected]> wrote: > From: setyo gunawan <[email protected]> > Subject: Fw: Trs: Sebuah Renungan > To: "petrus barus" <[email protected]> > Cc: "beny nasution" <[email protected]>, "beny nasution" > <[email protected]>, "Abriyanto" <[email protected]>, > [email protected], "aloysius rebong" <[email protected]>, "hakim > poerba" <[email protected]>, "Tri Pantjoro" <[email protected]>, "Yunita > Hastuty" <[email protected]> > Date: Tuesday, June 2, 2009, 11:32 AM > > > > > ----- > Forwarded Message ---- > From: juli > anwar <[email protected]> > To: asty > yogyastuti <[email protected]>; Andik Purnomo > <[email protected]>; Arie Crazy > <[email protected]>; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; [email protected]; > [email protected]; yogi giatno > <[email protected]>; [email protected]; ratna > julysetyowati <[email protected]>; > [email protected]; [email protected]; > [email protected]; wedyo nugroho > <[email protected]>; [email protected]; > [email protected]; Yeni Nuryeni > <[email protected]>; > [email protected] > Sent: Tuesday, June 2, 2009 > 11:18:01 AM > Subject: Trs: > Sebuah Renungan > > > > > > > --- dari tetangga sebelas,, semoga bermanfa'at..... > > > > > > > > Meneruskan > note dari kawan....... mungkin berguna, mohon maaf jika > repost > ataupun ada > kesamaan tokoh dan/atau alur cerita...... . > > Dari > kejauhan, lampu lalu lintas masih menyala > hijau.. Jono segera menekan > pedal gas > kendaraannya. Ia tidak mau terlambat. Apaagi ia tahu > perempatan > itu cukup > padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. > Kebetulan > jalan di depannya agak > lengang. Lampu menjadi kuning, hati Jono > berdebar, > berharap ia bisa melewatinya segera. > > Tiga meter > menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jono bimbang, > haruskah ia > berhenti atau terus saja. "Ah, aku tidak punya > kesempatan untuk > menginjak rem > mendadak," pikirnya sambil terus melaju. > > Priiiittttt. > ....!!!!! > > Di seberang > jalan seorang polisi melambaikan tangan meminta Jono > untuk > berhenti. > Jono menepikan kendaraannya sambil mengumpat dalam > hati. Dari > kaca spion ia > melihat siapa polisi itu. Hey, itu khan Bobi, teman > mainnya > semasa SMA > dulu. Hati Jono agak lega. Ia melompat > keluar sambil membuka > kedua > lengannya. "Hai Bob, senang sekali bertemu kamu > lagi!""Hai Jon," > tanpa > senyum. > > "Duh, > sepertinya aku kena tilang nih? Memang aku agak > terburu-buru. Istri > saya sedang > menunggu di rumah." > > "Oh > ya?"Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau > begitu."Bob, hari ini > istriku ulang > tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala > sesuatunya. > > Tentu aku > tidak boleh terlambat dong.""Saya mengerti, tapi > sebenarnya kami > sering > memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan > ini."Ooooo, > sepertinya > tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti > strategi."Jadi > kamu hendak > menilangku? Sungguh, tadinya aku tidak melewati lampu > merah... > > sewaktu aku > lewat lampunya masih kuning." Aha, terkadang berdusta > sedikit > bisa > memperlancar > keadaan. > > "Ayo > dong Jon. kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan > SIM-mu!" > > Dengan ketus > Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan > menutup kaca > jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku > tilangnya. > > Beberapa saat > kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandang wajah > Bobi dengan > penuh kecewa. Percuma saja berkawan, pikir Jono. > > Kawanpun > ditilang juga.... Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, > lima > senti sudah > cukup untuk memasukkan surat tilang. > Tanpa > berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat > tilang yang > diselipkan > Bobi di sela-sela kaca jendela. Tapi, hey apa ini? > Ternyata > SIM-nya > dikembalikan dengan sebuah nota. > > Kenapa ia > tidak menilangku? Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau > apa? > Buru-buru > Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan > Bobi. > > "Halo > Jono,Tahukah kamu Jon, dulu aku mempunyai seorang anak > perempuan. > Sayang, ia sudah meninggal tertabrak > pengemudi yang ngebut menerobos lampu > merah. > > Pengemudi itu > dihukum penjara selama tiga bulan. Begitu bebas, ia bisa > bertemu dan > memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami > satu-satunya > telah > tiada.Kami terus berusaha dan berharap agar Tuhan > berkenan > mengkaruniai > seorang anak agar dapat kami peluk. > > Ribuan kali > kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya, > begitu > juga kali > ini.Maafkan aku > Jon, doakan agar permintaan kami dikabulkan. > Berhati-hatilah. > Salam, Bobi."Jono terhenyak. Ia segera keluar dari > kendaraan > mencari Bobi. > > Namun Bobi > sudah meninggalkan pos jaganya entah kemana. Sepanjang > jalan > pulang ia > mengemudi perlahan dengan hati tak menentu, sambil > berharap > kesalahannya > dimaafkan... ..Tak selamanya pengertian kita harus sama > dengan > pengertian > orang lain. > > Bisa jadi > suka kita tidak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini > sangat > berharga, jalanilah dengan penuh > hati-hati. > > Drive safely > guys.....jangan terobos lampu > merah > > > > Terhubung > langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? > > Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! > > >
