Pemerintah RI takut mengeluarkan nota protest atas intervensi wilayah Ambalat 
oleh Malaysia. 
Permasalahannya terletak dipihak
kepemimpinan SBY dan JK yang dikenal umum plin-plan dan penakut. sangat 
menherankan Presiden Ri yg Jenderal gentar menghadapi pemimpinĀ  Sipil Malaysia 
PM Najib Razak kita tahu cuma cakap berdendang.



Disamping SBY JK yang takut hal ini juga karena senjata dan pesawt TNI yg 
sering ngadat ketika di tembakkan mungkin alibi SBY-Jk tdk menembak kapal 
perang Malaysia.

SBY - JK cuma ngusir. Seperti mengusir kucing yg mendekati kita saat 
makan..husss..husss..huss...setelh kucing pergi ( kapal perang malaysia) SBY-JK 
asyik makan lagi 

Oleh karena itulah SBY-JK harus bertanggug jawab atas hilangnya kedaulatan dan 
martabat Indonesia sbg bangsa. DPR harusĀ  membuat angket kpd SBY-JK atas 
terpuruknya daulat Bangsa Indonesia dimata Internasional. kalo tdk, bisa jadi 
suatu saat Brunei pun berani mengusik wilayah kalimantan . sehingga Indonesia 
tinggal Pulau Jawa.


Oleh sebab itu sepantasnya SBY-JK mundur dari Pilpres dan jadi petani saja. 
kedaulatan Indonesia bisa terancam bahkan bisa hilang sama sekali kalau SBY 
atau JK terpilih jadi presiden RI. benar2 sangat memalukan seorang Jenderal 
ternyata penakut!!!


--- In cik...@yahoogroups. com, "sunny" <am...@...> wrote:

>

> Refleksi: Bagus kalau terjadi perang, sebab banyak keuntungannya.
Untuk keperluan peprangan harus beli perlengkapan perang dari
luarnegeri dan pembelian adalah kesempatan besar untuk memperkaya diri.
Harga pembelian dinaikan (mark-up) seperti yang biasa dilakukan atau
kalau malu-malu kucing cukup dengan kick-back secara diam-diam pun
boleh. Nomploklah berkat rejeki. Ayo segera peranglah, jangan cuma
omongkosong bikin takut tikus. Ayo maju gemetar.

> 

> 

> http://www.amboneks pres.com/ index.php? act=news& newsid=26513

> 

>       Kamis, 04 Jun 2009, | 16 

> 

> 

>       Perang Jalan Terakhir

>       DPR Siap Setujui Perang di Ambalat  

>      

> Jakarta, AE.- DPR meminta pemerintah bersikap lebih tegas untuk
menyelesaikan persoalan sengketa di Ambalat yang diwarnai
provokasi-provokasi oleh kapal perang Malaysia dengan cara melanggar
batas wilayah perairan Indonesia.

> 

> "Jika pemerintah tidak tegas dan Malaysia terus-menerus melakukan
provokasi di Ambalat, lanjutnya maka tidak menutup kemungkinan DPR akan
menyetujui konfrontasi terhadap kapal-kapal perang Malaysia yang
memasuki perairan Indonesia," tegas Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar,
di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/6).

> 

> Menurut Muhaimin, DPR sudah sangat keras meminta ketegasan
pemerintah dalam menyikapi persoalan Ambalat antara lain dengan
mengajukan nota protes diplomatik dan juga meminta agar Dubes Indonesia
untuk Malaysia bersikap proaktif.

> 

> Malah DPR juga sudah meminta bantuan pertahanan khususnya untuk
Angkatan Laut Indonesia kepada pemerintah Belanda guna menghadapi
provokasi negara-negara lain. "Saat ini, Indonesia membutuhkan dukungan
Belanda terkait pertahanan dalam konflik Ambalat," kata Muhaimin ketika
bertemu Ketua Eerste Kamer (Senate) Belanda, Yvone Ema Timmerman Buck.

> 

> Dia mengungkapkan, bantuan yang diharapkan adalah kerjasama berupa
peningkatan kualitas kapal-kapal perang yang menjadi pertahanan laut
Indonesia. Namun, dalam hal ini DPR hanya membuka pintu kerja sama saja
dengan Belanda karena pemerintah yang akan menentukan tindak lanjut
keinginan kerja sama tersebut.

> 

> "DPR hanya membuka pintu agar dalam krisis Ambalat ini, Belanda
bisa mempertimbangkan untuk membantu Indonesia dalam meningkatkan
kualitas atau mutu kapal perang Indonesia," terang Muhaimin.

> 

> Sementara itu, Ketua MPR Hidayat Nurwahid merasa kecewa dengan
pemerintah yang hanya berwacana dalam menyikapi sengketa Ambalat.
Menurutnya, jika memang serius mengurusi negeri ini, maka sudah
semestinya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden
Jusuf Kalla segera menjadwalkan pertemuan dengan Perdana Menteri
Malaysia Dato' Sri Mohd Najib bin Haji Tun Abdul Razak guna membahas
penyelesaian sengketa Ambalat.

> 

> "Ini permasalahan serius. Malaysia itu selalu mancing di air
keruh. Apalagi ini di masa-masa Pilpres. Mereka harus tahu Ambalat itu
wilayah kedaulatan Indonesia. Jadi, presiden dan wapres tidak hanya
cukup bersikap tegas, tapi perlu ada langkah konkret," ujarnya.

> Ditegaskan, presiden merupakan panglima tertinggi TNI dan Polri.
Jadi, dalam kapasitas itu presiden perlu mengambil tindakan nyata,
sehingga harga diri bangsa Indonesia tidak diinjak-injak.

> 

>       Jalan Terakhir

> Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Zainuddin HZ
meminta kepada warga Nunukan agar tidak resah dengan memanasnya Blok
Ambalat saat ini. Ia mengharapkan masyarakat tetap menjaga kondusifnya
situasi Nunukan saat ini.

> 

> Persoalan tersebut, kata Zainuddin, merupakan masalah diplomatis
antara Indonesia dengan Malaysia dan hal tersebut sudah ditangani oleh
pemerintah dan pihak keamanan di pusat. "Masyarakat jangan mengambil
reaksi cepat dalam menanggapi hal ini. Karena akhirnya nanti akan
menyebabkan hubungan diplomatis dua negara tersebut menjadi renggang,"
jelasnya.

> 

> Beberapa warga yang ditemui koran ini, ada yang meminta pemerintah
terus memperjuangkan jalan damai, tapi tetap memberi peringatan kepada
Malaysia. Namun ada pula yang menginginkan Indonesia dan Malaysia
berperang saja, karena berdasarkan pengalaman hingga saat ini,
perlakuan Malaysia kepada warga Indonesia tidak terlalu baik.

> "Perang itu jalan terakhir. Memang, kalau dilihat jarak kita
disini dekat. Tapi jangan semudah itu mengambil kesimpulan, nanti bisa
menyulut konflik berkepanjangan, karena ini menyangkut hidup orang
banyak," tegasnya, menanggapi pendapat warga Nunukan.

> Keputusan perang pun, tambahnya, tidak semudah itu dilakukan.
Makanya, pemerintah selama ini selalu menggunakan jalur-jalur
diplomatis. Harus disadari pula, bangsa ini perlu menjalin hubungan
kerjasama yang baik. "Kita juga tidak bisa menutup mata, banyak TKI
kita di Malaysia," katanya.

> 

> Indonesia merupakan negara hukum yang mengharuskan warganya
bertindak sesuai hukum, serta menjadi bangsa yang pandai menghargai
orang lain, maupun negara lain. Tidak brutal dan selalu mencari jalan
damai terlebih dahulu.

> 

> Bagaimana dengan perlakuan-perlakuan tidak baik pihak Malaysia
terhadap TKI" "Harus ditanyakan dulu perlakuan apa yang terjadi. Tidak
selamanya kesalahan negara tetangga. Kemungkinan TKI kita yang malah
masuk secara ilegal," imbuhnya.

> 

> Sejumlah warga, ada yang pendapat Malaysia hanya 'main-main' saja.
Karena hanya bangsa Indonesia saja yang heboh dengan isu memanasnya
situasi kedua negara tersebut. "Orang-orang di Tawau Malaysia sana,
malah tidak pernah membicarakan hal ini. Padahal Indonesia telah
mengirimkan 7 KRI, sedangkan Malaysia hanya menurunkan satu unit kapal
patroli saja secara bergantian," sebut warga yang enggan disebut
namanya ini.

> 

> Menanggapi pernyataan tersebut, Zainuddin mengaku, seharusnya
pemerintah melihat terlebih dahulu konsistensi untuk menjaga harga diri
bangsa didepan negara tetangga. "Kita mau negara lain mematuhi aturan
kita, seharusnya kita juga seperti itu," katanya.

> 

> Pemerintah pusat diharapkan dapat mengatasi hal ini dan
introspeksi diri mencari penyebab mengapa Malaysia seakan-akan
meremehkan Indonesia. "Karena memang posisi kita agak lemah. Seharusnya
ada perlakuan khusus bagi daerah perbatasan, khususnya di bidang
teritorial dari pemerintah pusat," terangnya. (dew/fas/jpnn)

La Mindo  
demi Indonesia.....


      

Kirim email ke