Capres Caper
Sumber Lengkap: 
http://pemudaindonesiabaru.blogspot.com/2009/06/capres-caper.html
Saat ini bila kita dengar atau baca Capres maka kita langsung berpengertian 
bahwa kata ini menyakan Calon Presiden, artinya Capres adalah Akronim dari 
Calon Presiden. Kemudian apabila kita mendengar dan membaca kata Caper maka 
kita secara otomatis memaknai kata itu adalah Cari Perhatian. Kedua Akronim ini 
Capres dan Caper secara pintas mirip dan hanya mempunyai perbedaan sedikit. 
Walaupun pengertian dari kedua istilah ini sangat jauh berbeda. 

Walau mempunyai pengertian yang sangat jauh berbeda, tapi kedua istilah ini 
saat ini sangat dekat dan bisa dikatakan hubungan mereka sangat mesra dan 
akrab.  Kemesraan kedua istilah ini bak romeo dan juliet, sendok dan garpu, 
sayur dengan garam. Artinya dimana ada Capres pasti disitu ada Caper. 

Caper memang sangat perlu untuk Capres supaya Capres dapat perhatian dari 
masyarakat, sehingga dapat menarik simpati masyarakat dan pada akhirnya nanti 
masyarakat tersebut dapat memberikan perhatianya pada Bilik suara dengan 
memilih Capres yang Caper tadi. Hal ini Pemuda Indonesia Baru menyebutnya 
dengan Politik Caper.

Politik Caper yang dilakukan oleh para Capres ini dapat kita lihat dari 
prilaku-prilaku politik Capres .Mulai dari bersalaman dengan rival sesama 
Capres, membuat pantun, turun ketempat-tempat kumuh, bersalaman dengan 
masyarakat dan banyak memberikan salam kehormatan hal-hal lainnya.

Ironisnya, hal-hal yang selama ini tidak dianggap kini mendapat perhatian yang 
besar. Seperti Kasus Manohara, Ambalat, Kasus Prita dan yang lagi hot adalah 
Kasus penganiyayan Tenaga Kerja Wanita Indonesia yang bernama Siti hajar, 
sungguh-sungguh mendapat perhatian dari para Capres. Padahal selama ini 
kasus-kasus yang serupa tidak begitu banyak perhatian seperti pada saat ini. 

Para Capres menunjukan bahwa mereka yang terbaik dengan memberikan padangan 
bagaiman nanti mereka memimpin bangsa ini 5 tahun kedepan dengan turun langsung 
kemasyarakat berdialog, salaman, dan bahkan ada acara peluk-pelukan segala.

Hal Ini memang sangat baik dan memang seperti inilah sejatinya seorang 
pemimpin. Tapi yang menjadi pertanyaan, mengapa hal dilakukan menjelang 
Pilpres, bukan dari dulu-dulu semenjak Capres itu belum menjadi Capres maupun 
Cawapres, kemudian apakah perhatian seperti ini akan berlanjut setelah mereka 
nantinya terpilih?

Saat ini memang Capres suka tidak suka, mau tidak mau, harus pandai-pandai 
Caper masyarakat jikalau mereka ingin di pilih oleh rakyat. Akan tetapi 
diharapkan Capres Caper ini bila menjadi Presiden nantinya, akan berubah 
menjadi Presiden yang perhatian terhadap rakyat. Caper yang dilakukan Capres 
dan Cawapres saat ini mungkin mencari bagaimana sebenarnya bentuk perhatian 
yang diharapkan rakyat, sehingga pada saat nanti mereka jadi Presiden dan wakil 
Presiden betul-betul perhatian  pada rakyat.



      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke