Sumber selengkapnya:
http://pemudaindonesiabaru.blogspot.com/2009/06/isu-satu-putaran-rasionalisasi.html
Pilpres 2009 di isukan hanya berlangsuang satu putaran. Hal ini berdasarkan
sebuah hasil survey dari sebuah lembaga survey yang menyatakan bahwa salah satu
Capres akan mendapatkan sekitar 67 % suara yang berarti tidak diperlukan
putaran kedua karena telah memenuhi syarat 50+1 yang disyaratkan oleh UU.
Hasil Survey ini mendapat perhatian yang cukup besar dari berbagai kalangan
khususnya Capres-Cawapres maupun tim suksesnya yang merupakan kompetitor dari
capres yang dikabarkan menurut hasil survey akan menang dalam satu
putaran.Hasil ini mereka anggap tidak rasional.
Menurut beberapa orang bahwa hal ini merupakan pengarahan yang tidak mendidik
serta tidak realistis dan kesannya dibuat-buat karena Lembaga survey tersebut
didanai oleh konsultan pemenagan salah satu calon. Akan tetapi hal ini dibantah
oleh lembaga survey tersebut dengan menyatakan bahwa surevey tersebut diadakan
sesuai dengan prosedur dan mekanisme survey yang benar dan kemungkinan
kesalahanya hanya sekitar 2 %.
Melihat dari jumlah suara koalisi partai yang mendukung Capres yang mempunyai
suara sekitar 51 % dari total suara pada Pileg April kemaren, hal ini memang
rasional bahwa hanya ada satu putaran. Akan tetapi melihat banyaknya
kader-kader partai yang yang membelot mendukung capres lain, hal itu dapat
terbantahkan, ditambah hasil survey lembaga lain yang menyatakan bahwa Pilpres
2009 ini berlangsung dua putaran.
Belajar dari peran dan fungsi propaganda, maka isu ini dapat di indikasikan
hanya sebuah alat untuk sebuah langkah untuk mencapi tujuan yang berfungsi
sebagai hegemoni.Sehingga ada gerakan yang nantinya dapat tertutup atau
dikaburkan, minimal menimalisir sebuah reaksi kontra. Yang jelas isu ini
merupakan tahapan proses yang nantinya dapat menjadi sebuah rasionalisasi.
Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman
ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/