Sumber selengkapnya : 
http://pemudaindonesiabaru.blogspot.com/2009/07/gambaran-skenario-kecurangan-pilpres.html
Banyak Pihak berpendapat bahwa Pilpres 2009 yang telah berlangsung
kemarin dipenuhi dengan kecurangan walaupun dilain pihak ada yang
menyatakan bahwa pilpres 2009 kemaren berjalan dengan aman dan lancar.
Untuk sementara berdasarkan hasil quickcount yang diperoleh dari
beberapa lembaga survey dan realcuont dari KPU, yang memenangkan
Pilpres 2009 ini adalah pasangan dengan nomor urut 2 SBY-Boediono
dengan perolehan suara diatas 50 %.

Bila hal ini terus bertahan
sampai penghitungan suara Realcount KPU rampung, maka pilpres 2009
hanya akan berlangsung satu putaran. Hal ini sesuai dengan hasil survey
yang dilakukan oleh lembaga survey yang didanai oleh konsultan politik
dari salah satu Capres.

Sebelum dilaksanakannya Pilpres 2009
banyak pihak berpendapat bahwa Pilpres 2009 ini sarat dengan scenario
kcurangan. Indikasi adanya kecuarangan itu dilihat dari adanya
pengarahan isu satu putaran ditambah banyaknya pejabat-pejabat
birokrasi yang ikut serta mendukung salah satu calon yang notabene juga
calon incumbent.

Menurut Pemuda Indonesia Baru sendiri
kecurangan pada setiap momen politik pasti ada apalagi momen politik
sebesar Pilpres. Indikasi kecurangan Pilpres bisa kita lihat dari fakta
yang ada sebelum terlaksananya Pilpres 8 juli 
(http://pemudaindonesiabaru.blogspot.com/2009/07/kecurangan-pilpres-2009.html).

Pada
pelaksanaan Pilpres 2009 8 juli kemarin kita juga banyak melihat
kecurangan-kecurangan yang terjadi sewaktu pemilihan sedang
berlangsung. Adanya pemilih yang memilih lebih dari sekali, pemilih
juga memiliki beberapa kertas suara, dan sudah adanya kertas suara yang
telah ditanda-tangani oleh KPPS begitu juga dengan Plano.

Beberapa
bentuk kecurangan diatas tentunya ada pihak yang berkepentingan, siapa
pihak tersebut dalam hal ini tentunya perlu penyelidikan lebih lanjut.
Yang pasti hal ini tentunya sangat merugikan calon yang kalah maupun
yang menang. Karena hal ini sangat-sangat menodai demokrasi Indonesia
yang saat ini sedang berkembang.

Menanggapi pernyataan Presiden
SBY sewaktu menjawab pertanyaan wartawan mengenai indikasi kecurangan
sewaktu kofrensi pers di Bogor, SBY menyatakan bahwa Kecurangan Pilpres
2009 bisa saja terjadi tetapi sangat kecil kemungkinan karena diawasi
oleh berbagai pihak baiik dalam negeri maupun luar negeri, jika adapun
kecuarangan tersebut marilah kita selesaikan lewat jalur hukum sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemuda Indonesia Baru
berpendapat bahwa sebagai presiden seharusnya bukan menghimbau akan
tetapi memerintahkan pihak terkait untuk menyelidikinya sampai tuntas.
Adanya pengamat luar negeri pada pilpres ini juga bukan berarti
kecuarangan dapat diminimalkan, karena pihak luar negeri juga mempunyai
kepentingan terhadap siapa yang bakal menang pada Pilpres 2009 ini.
(Baca : 
http://pemudaindonesiabaru.blogspot.com/2009/07/campur-tangan-asing-dalam-kemenangan.html)
 . Jadi kecurangan pilpres 2009 ini sangat halus dan sistematis dan telah 
direncanakan dengan mendekati sempurna.

Menurut
Pemuda Indonesia baru scenario kecurangan ini melibatakan banyak pihak
yang mempunyai peran masing-masing, Mulai dari membangun opini public
sampai pada tahap action dilapangan. Pihak-pihak yang berperan itu
menurut hemat pemuda Indonesia baru adalah, Media Informasi sebagai
propaganda membangun opini public dan rasionalisasi , Pengamat luar
negeri sebagai alat rosionaliasi transparency, Penyelenggara Pimilihan
sebagai alat legitimasi. Pejabat birokarsi sebagai alat peninjau dan
penekan, Pihak keamanan sebagai alat pengamanan kecurangan, dan
pihak-pihak yang soalah-olah independent sebagai alat netralisir.

Setiap
tahapan pelaksanan scenario telah diisi oleh pihak-pihak yang berperan,
dan pos-pos itu sudah ada pada setiap tahapan pelaksanaan pilpres baik
sebelum pelaksanaan (Propaganda), dan sewaktu pelaksanaan (Pihak
penyelenggara pemilu dan peninjau dan pengamat) serta sesudah 
pelaksanaan/pengitungan suara (Propaganda, pihak pengamanan, penyelenggara 
pemilu).

Dari
uraian diatas maka kita dapat tarik sebuah kesimpulan siapa yang dapat
memegang kendali atas pos-pos diatas maka, dia yang akan jadi pemenang
bila sipemegang kendali tersebut berkeinginan curang . Maka kecurangan
tersebut akan sangat sulit dibuktikan kecuali rakyat sendiri yang
membuktikan kecurangan tersebut, dan pada umumnya rakyat tidak peduli
dan lebih cenderung nerimo.

Terlepas apakah pilpres 2009 ini
curang atau tidak kehidupan berbangsa dan benegara Indonesia harus
terus belanjut. Setiap goresan contrengan yang ada pada kertas semua
berisi harapan agar Indonesia dapat lebih maju dan rakyat dapat
menjalani kehidupan yang lebih baik sebagai langkah awal menuju
Indonesia baru, Indonesia adil dan Makmur



      Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke