Ise pang mastikensa.......lake

T Karo (SIB)
Suksesi dan sosialisasi visi-misi para kandidat bupati Karo periode 2010-2015 
di tengah-tengah masyarakat, kelompok tani, perkumpulan-perkumpulan dan elemen 
lainnya saat ini terus menghangat. Bahkan pendekatan sejumlah kandidat mau pun 
tim sukses (ts) oknum kandidat juga menjalin silaturahmi dengan fungsionaris 
sejumlah Parpol yang akan dijadikan “gerbong” tampil menjadi calon bupati 
mendatang paska KPU mengumumkan hasil tetap Pemilu Legislatif Karo.
Dalam catatan dan sejumlah informasi yang diperoleh SIB dari beberapa 
fungsionaris Parpol maupun dari sejumlah kandidat calon bupati Karo baru-baru 
ini bahwa, pihaknya cenderung menetapkan maju menjadi kandidat bupati dari 
jalur Parpol ketimbang jalur independent. Kandidat mengakui telah menjalin 
kesepakatan awal dengan sejumlah Parpol-yang ditetapkan undang-undang bahwa, 6 
kursi pendukung di DPRD harus ditetapkan sebagai “gerbong” dalam berkompetisi 
menjadi kandidat “nomor satu” di “bumi turang” Tanah Karo menggantikan Drs 
Daulat Daniel Sinulingga tahun depan.
Misalnya, Siti Aminah Br Peranginangin SE, saat ini Wakil Ketua DPRD Karo yang 
juga Ketua DPC PDI P Kabupaten Karo dan anggota DPRD Karo terpilih periode 
2009-2014 ini mengakui “mulus” dan siap menjadi calon bupati Karo 2010-2015. 
Menurut Siti, yang juga kandidat kuat menjadi Ketua DPRD Karo 2009-2014 setelah 
memiliki 7 kursi terbanyak hasil Pemilu Legislatif 9 April 2009 silam, diyakini 
tidak akan ada rintangan tampil menjadi kandidat bupati dan kandidat Ketua DPRD 
mendatang.
Juga diakui mantan Sekda Kabupaten Karo, Dr Sumbul S Depari MSc bahwa, pihaknya 
telah menjalin silaturahmi dengan sejumlah Parpol, di antaranya Hanura, 
Pelopor, Patriot, Barnas dan PIS, untuk sementara telah sepakat mendukung 
dengan total 7 kursi di DPRD Karo ini. “Silaturahmi dengan sejumlah Parpol ini 
sudah dilakukan loby dan ini memang belum ada ikatan resmi. Kita mengharap 
Parpol ini terus dan tetap mendukung kita menjadi kandidat yang ikut 
berkompetisi dalam Pilkada 2010 dan berhasil menjadi pemimpin yang dicintai dan 
mencintai masyarakatnya,” ujar Sumbul singkat.
Hal yang sama juga diakui Drs Efendi Hansen Sinulingga, alumnus SMAN 1 
Berastagi dan tinggal di Jakarta ini bahwa, yakin dapat tampil menjadi kandidat 
bupati Karo ke depan setelah disebut-sebut telah melobi 3 Parpol dengan jumlah 
8 kursi DPRD. Informasi diperoleh SIB bahwa, 8 kursi yang disebut-sebut telah 
dikantongi Hansen, Golkar (4 kursi), Demokrat (2 kursi) dan PDK (2 kursi). 
Namun ketika SIB berulangkali mencoba mengkonfirmasi ketiga ketua Parpol ini 
perihal dukungannya kepada Drs Efendi Hansen Sinulingga, belum berhasil.
Sejumlah kandidat bupati terancam gagal maju
Sementara itu, sejumlah kandidat bupati Karo yang selama ini diisukan akan 
tampil menjadi kandidat bupati dari jalur Parpol terancam tidak ikut 
berkompetisi setelah tidak terpenuhinya kursi pendukung. Di antaranya, Drs 
Nabari Ginting MSi, Drs Liasta Karo-karo, Kena Ukur Surbakti, Drs Daulat Daniel 
Sinulingga, Rimenda Br Ginting, Rajabana Purba, Bon Purba, Drs Bengkel Ginting 
MSi, Kolonel Inf Abet Nego Sembiring Milala dan kandidat lainnya.
Alasannya, mengacu kepada UU No.32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU 
No.12/2008 tentang perubahan kedua atas UU No.32/2004 dan PP No.49/2008 yang 
menegaskan tentang persyaratan menjadi kandidat bupati Kab/Kota, yakni 
sekurang-kurangnya 15 persen dari jumlah kursi DPRD (di DPRD Karo terdiri 35 
kursi dengan 5 kandidat, masing-masing didukung 6 kursi-red) atau 15 persen 
dari akumulasi perolehan suara sah dalam Pemilu Legislatif (dapat diusung 5 
kandidat bupati/wakil bupati).
Diisukan, kandidat bupati Karo 2010-2015 yang sementara sampai saat ini belum 
memiliki dukungan Parpol/gabungan Parpol di antaranya, Drs Nabari Ginting MSi 
didukung 2 kursi (PDS dan Republikan). Kena Ukur Surbakti disebut-sebut 
didukung 5 kursi (PKPB, PIB dan PKPI). Namun ketika dikonfirmasi SIB, Ketua DPC 
PIB Karo, Sentosa Sitepu, Senin (27/7) di kantornya, membantah. Sampai saat ini 
PIB belum ada menentukan sikap kepada kandidat bupati Karo mana pun,” ujarnya. 
Drs Daulat Daniel Sinulingga didukung 2 kursi, Drs Liasta Karo-karo didukung 1 
kursi (Gerindra).
Sedangkan kandidat lainnya, Rajabana Purba, Bon Purba, Drs Bengkel Ginting MSi, 
Letkol Inf Abet Nego Sembiring Milala, Rimenda Br Ginting belum diperoleh 
informasi Parpol yang mendukungnya. Sementara kandidat kuat bupati lainnya yang 
disebut dari calon Independent, Robert Sinuhaji SE, Dr Petrus Sitepu mengaku 
kepada SIB bahwa, pihaknya yakin dapat tampil berkompetisi menjadi kandidat 
bupati Karo dari Independen dan yang tampil sebagai pemimpin yang terbaik bagi 
masyarakat dan pembangunan daerah Karo ke depan.
Suara Sah partai gurem mulai diperebutkan
Membendung sejumlah oknum kandidat bupati yang belum memiliki dukungan dari 
Parpol/gabungan Parpol menjadi kandidat bupati mulai diantisipasi pihak-pihak 
tertentu. Upaya ini agar batal menjadi kandidat dan menambah peluang bagi 
kandidat bupati tertentu menjadi calon pemenang. Diperoleh informasi bahwa, 
sejumlah oknum tim sukses dari kandidat tertentu mulai “bergerylia” melobi 
sejumlah fungsionaris Parpol yang tidak memiliki kursi di DPRD Karo hasil 
Pemilu Legislatif 9 April 2009 silam.


      

Kirim email ke