Aku nggo ngangkat tan kemuhen tandana salah sada si enggo setuju tindak lanjut 
yang diuraikan mama S Purba....:)

Ctt: Mumpung masih hangat di pikiran. Usul :
Dalam program terapan nantinya yang kita sandangkan di TPK Kab. Karo 2010-2015, 
salah satunya dulu usulan saya, bahwa pendidikan gratis total itu sangatlah 
mungkin di Kab. Karo. Tetapi, karena sumber dana yang dilihat masih terbatas, 
maka belum memungkinkan berlaku menyeluruh. 

Soal bagaimana penerapannya, yang pasti tidak akan membebani gajut-gajut 
calon/bupati terpilih. Serta juga tidak melibatkan pebisnis di sektor tersebut. 
Pada saatnya nanti, saya akan sharing lebih jauh untuk kita kritiki bersama, 
soal mungkin atau tidak untuk dilaksanakannya Pendidikan Gratis Total tersebut. 
Salah satu sumber utama dananya adalah, kebocoran atau mungkin lebih tepatnya 
dikatakan, kelalaian PAD Kab. Karo. 


Poin 2: Kalau tidak keliru, saya rasa sekarang ini, Kab. Karo 17 Kecamatan

Enda ka lebe sementara enda ibas aku nari nake. Oh ya, perbahan tuntutan 
aktivitas sada wari enda ndai wajib ilebe-lebe komputer, maka lit peluang 
ndekah/mbue nuratken kata.

Amin bage gia, waktu satu bulan yang diusulkan mama S Purba, rasanya cukup bagi 
kita untuk uji coba guna menjajaki kemungkinan gerakan bersama ini. Bang Kikin 
Tarigan uga pe sangana kal sibuk keliling Indonesia enda deh. Nggo kuanggeh 
beritana. Mbarenda kuidah ka awihna i seputaran Tugu Monas. 

Oh ya, sada si enggo ndekah kal la idah nari reh ku milis enda, emkap mama Bp 
Dea (Sukarman Keliat). Lit ndia si meteh kuga beritana mama enda ndai? Me 
sehat-sehat saja ndia ia, nina ukurku ka tersungkun. Mbarenda, kidah ia megati 
memposting sepuratan dunia industri....

Tambah tolena, kuakap, gelahna merata dinamika informasi si kita peroleh sada 
ras sidebanna, asa dancina, tiap postingen i reply all, kita cc ken ku setiap 
milis si danci kita masuki, janah ula i keret postingen sebelumnya. Enda usul 
saja nge nake. Labo mesti bage kal iban.

 Enda ka ndia lebe ibas aku nari

Salam si entebu man banta kerina

MJS

--- On Wed, 7/29/09, shodan purba <[email protected]> wrote:

From: shodan purba <[email protected]>
Subject: [tanahkaro] Rancangan TEMA DAN PROGRAM KERJA - KAB KARO 2010 -2015
To: "Tanah Karo" <[email protected]>, "Kom Karo" 
<[email protected]>, [email protected]
Date: Wednesday, July 29, 2009, 5:22 AM






 




    
                  

Tema dan Program Kerja
(TPK) kabupaten Karo 2010 -2015 

Ini adalah
ajakan untuk membangun Tema dan Program Kerja (TPK) Kab Karo 2010 -2015. Ajakan
ini berangkat dari beberapa hal, antara lain. 

1.      
Perhatian dan tuntutan stake-holders
& Pembelajaran Demokratisasi. 

Saya
membaca bahwa besar sekali perhatian masyarakat Karo (katakan yang ada di milis
ini) supaya dalam proses pemilihan, masyarakat pemilih diberi kesempatan untuk 
lebih
banyak memilih berdasarkan pemeriksaan atas garis besar kebijakan dan sasaran 
(TPK)
yang mau dilaksanakan dan yang hendak dicapai ketimbang perbandingan
kualifikasi individu calon itu sendiri. 
Via milis ini kita melihat gerakan  “Independen
Tanah Karo (ITK)” dan
banyak ungkapan-ungkapan lainnya yang mengarah ke permintaan dan penyelidikan 
visi
dan misi. Penyiapan dan pemaparan TPK dan diiringi ajakan untuk memilih
berdasarkannya adalah pembelajaran berharga bagi demokratisasi.    

2.      
TPK dari Balon Bupati? 

Masih tetap
jadi tanda tanya besar. Yang saya dengar ada sekitar 13 pasang yang sudah
menyampaikan niat per bulan Juli ini. Belum ada yang kelihatannya fokus untuk
menyiapkan TPK, perhatian lebih banyak pada bagaimana memperoleh kendaraan dan
kantong-kantong pemilih mana yang kelak mereka jala.  Ada beberapa dari Balon 
ini yang lumayan
dekat, dan walau melihat logika dari penyiapan TPK (sewaktu saya kemukakan)
tetapi masih memikir. Konsekuensi kerja dan biaya dari penyiapan suatu TPK yang
memadai membuat beliau berpikir panjang. Beiau justru mengisyaratkan
merencanakan untuk membangun TPK setelah menjadi pemenang!    Kalaupun mau 
mempersiapkan TPK,  hanya untuk beberapa kecamatan (suara pemilih)
besar seperti Kabanjahe dan Berastagi.   

Tidak dapat
dipungkiri bahwa para Balon belum melihat 
pembangun platform diatas program kerja yang menyeluruh mencakupi semua
13 kecamatan yang ada sebagai suatu strategi jitu.  Jalan politik. Sumber daya 
tersedot oleh
bagaimana memperoleh dukungan, bukan bagaimana membangun Karo.  

3.      
Kebersamaan, grass root participation, Juma La Erbaleng. 

Ketiadaan fokus
dari para Balon member kesempatan bagi kita semua untuk masing-masing
menyumbang menyiapkan suatu TPK.  Tema
utama sendiri yang mau digulirkan oleh karenanya adalah semangat kebersamaan,
mendayagunakan semua talenta yang ada pada masyarakat Karo dimanapun mereka
berada dan stakeholder non-Karo lainnya untuk bersama-sama membangun TPK dan
menjadi social control dalam
pelaksanaannya kelak.   

Partisipasi
masyarakat tidak terbatas pada penyiapan program kerja (setara dan yang
kemudian jadi bahan RPJM), tetapi melibatkan dukungan public pada
pelaksanaanya.  Stakeholders bukan saja
yang berdomisili di Kabupaten Karo tetapi semua yang  merasakan hubungan emosi 
dengan Karo. Melalui
kebersamaan demikian pemerintahan kabupaten Karo akan menjadi  ”perjuma
la erbaleng.”, Karo Incorporated.  

Memastikan Pemanfaatan TPK: 

Tema dan
program kerja yang dibangun oleh stakeholders seperti ini justru akan “dijual”
kepada semua calon.  Stakeholders akan diajak
mendukung calon yang mau membeli (mengadopsi) dan mengikat kontrak politik
untuk menjalankan TPK yang dibangun. Kalau beberapa atau semua calon mendukung,
pemahaman (yang terbaca) masing-masing atas TPK usulan akan menjadi titik dasar
dukungan bagi calon. Belum tentu masyarakat pemilih akan melihat kontrak
politik sebagai acuan; belum tentu para calon akan mau mengadopsi TPK yang
lahir dan dibesarkan banyak orang, tetapi minimal ada dua semangat yang mau
digulirkan: semangat mau mendukung calon-calon yang mau dan berani mengajukan
diri (nggit ncidahken bantei-na;  making
things happen instead of watching or just asking “what happen?”, la ngantiki); 
dan semangat kebersamaan dan
merasa memiliki Kabupaten Karo siapaun nanti yang akhirnya memenangkan
pertandingan ini. 

Tahapan-tahapan
yang akan dilakukan untuk membangun suatu TPK, merambo-rambo, man 
pandang-pandangen  adalah sebagai berikut  (Tidak berbeda dengan yang diajukan 
oleh anak
kami Kikin sehubungan dengan pembanguna (sejarah) kerajaan Aru): 

1.       Base line survey (BLS) 

Sebelum mampu merumuskan suatu TPK pemahaman Karo rasanya masih sangat
mutlak. Ketika berbicara tentang pupuk, kita tidak boleh berhenti pada ucapan
“terbatas” dan atau “kualitas diragukan (palsu)”.  Kita harus mampu membaca 
tata niaganya,
tingkat kehausan lahan, kelayakan laboratorium pengujian dan sebagainya. Ketika
berbicara tentang fluktuasi harga panen, kita harus melihat pola tanam yang
ada, kecenderungan pasar dan kemauan pelaku petani untuk diversifikasi dlsb.  
Berbicara tentang sarana jalan, tentu harus specific
dalam hal lokasi, magnitude perbaikan, tanggung jawab dan seterusnya…..   
(pemilis
ini juga sudah banyak yang menyumbang informasi terkait) 

2.       Pencarian sukarelawan (tidak dibayar
sebelum diperoleh pendanaan) dan penugasan Tim petugas pengumpul informasi  
(per-kecamatan! ). 

3.        Penyampaian dan peng-update- an info yang
terkait dengan BLS (Sementara boleh di milis ini saja). 

4.       Menetapkan Team perumus untuk
menghasilkan TPK 

5.       Penyampaian TPK dan permintaan
respons dari balon/calon Bupati yang sudah ada.  

Mari
masing-masing kita mengomentari dulu draf kerangka ini. Barangkali kita siapkan
sampai 1 bulan untuk mematangkan suatu kerangka. 
Bujur, Sentabi, MJJ:Bp Nona Sampaguita"It
is tempting to call for better leadership, but we probably expect too much from
the leaders of the nations. Those nations are too big, the connections not
strong enough, the commitment to the future not long enough. It is better to
look smaller, to our now-smaller organisations, to local communities and
cities, to families and clusters of friends, to small networks of portfolio
people with time to give to something bigger than themselves. We have to
fashion our own directions in our own places." (Charles Handy)
  




      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke