Lembaga swadaya masyarakat Institut Perempuan menolak adanya klub poligami 
Indonesia yang diluncurkan di Hotel Grand Aquila Bandung, Sabtu (17/10) malam.

"Kami menolak klub poligami Indonesia yang diluncurkan malam kemarin. 
Peluncuran klub poligami ini telah menyakiti hati perempuan dan merupakan 
bentuk kekerasan terhadap perempuan," kata Direktur LSM Institut Perempuan Elin 
Rozana, Senin (19/10) di Bandung.

Ia menjelaskan, sebagai LSM yang bergerak memperjuangkan hak-hak perempuan, 
pihaknya menilai klub poligami telah melanggar konferensi yang telah 
ditandatangani Pemerintah Indonesia tentang penghapusan segala bentuk kekerasan 
terhadap perempuan.

"Jelas, klub poligami ini telah melanggar konferensi penghapusan segala bentuk 
kekerasan terhadap perempuan yang telah ditandatangani pemerintah. Salah satu 
bentuk kekerasan dalam konferensi tersebut ialah poligami," ujar Elin.

Menurut dia, alasan lain turut menjadi dasar penolakan terhadap klub poligami. 
Berdasarkan pengaduan yang diterima pihaknya selama ini, praktik poligami 
menimbulkan tekanan psikis, penganiayaan fisik, dan penelantaran, baik istri 
maupun anak. 

Namun, ketika disinggung mengenai perlu atau tidaknya pembubaran terhadap klub 
poligami tersebut, Elin menyatakan bahwa pihaknya tidak berwenang melakukan 
pembubaran terhadap sebuah perkumpulan.

"Kami selalu mengkritisi permasalahan poligami karena ini merupakan salah satu 
bentuk kekerasan, sedangkan untuk masalah pembubaran klub poligami itu bukan 
wewenang kami," katanya.

Dimulai dari Malaysia

Pada Sabtu malam lalu, bertempat di Hotel Grand Aquila Bandung, sebanyak 150 
undangan dari seluruh Indonesia memeriahkan acara peluncuran Klub Poligami 
Indonesia.

Para tamu undangan yang datang di antaranya dari Papua, Jakarta, Tasikmalaya, 
dan Garut. Dalam peresmian tersebut, hadir juga ketua klub poligami Malaysia 
Global Ikhwan Chodijah Binti Am.

Di samping peresmian klub poligami, dalam kegiatan yang bertema "Poligami Obat 
Mujarab untuk Mendapatkan Cinta Allah" itu digelar juga konser musik, operet, 
dan penjelasan mengenai poligami.

Ketua Global Ikhwan Chodijah Binti Am mengatakan, klub poligami awal mulanya 
diresmikan di Malaysia. Untuk itu, Global Ikhwan akan mendirikan cabang klub 
poligami di Indonesia dan dimulai dari daerah Jawa dan Sumatera. 

Menurut dia, klub poligami di Malaysia sekarang sudah berjalan dengan lancar. 
Bahkan, sekarang klub poligami sudah memiliki 300 anggota yang tersebar di 
berbagai negara, yaitu Indonesia, Australia, Singapura, Timur Tengah, Thailand, 
dan masih banyak lagi. 

Ia menjelaskan bahwa poligami menjadi obat mujarab untuk mendapatkan cinta 
Allah. Menurutnya, dengan poligami, seseorang akan senantiasa mengalami 
kesusahan dalam hidupnya.

"Ketika dia dalam kesusahan, maka dia akan meminta pertolongan kepada Allah. 
Kesusahan yang dialami seorang istri yang suaminya berpoligami sifatnya 
terus-menerus. Maka, dia pun akan terus meminta tolong kepada Allah," ujarnya.
Sumber: http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/19/20392917/wuih....indonesia.punya.klub.poligami

Komentar: Praktek Poligami juga sering bahkan dianggap lumrah dilakukan oleh 
para Lelaki Karo, namun saat ini praktek poligami sudah jarang bahkan sudah 
punah keberadaanya ditengah-tengah masyarakat karo?Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke