Penyebab Kematian 2 Wanita PSK di Parloha Berastagi MisteriusT Karo
Penyebab kematian dua wanita yang disebut-sebut berprofesi sebagai pekerja seks
komersial (PSK) di Parloha Berastagi, Santi
(27), Senin (14/12) dan Dina (24), Selasa (15/12) silam masih
misterius.
Penyebab meninggalnya dua wanita penghuni eks lokalisasi
Parloha, Desa Sempa Jaya, Berastagi ini ada menyebut karena terlalu
banyak mengkonsumsi pil guna menaikkan stamina tubuh, tapi ada pula
yang menyebut karena penyakit HIV/AIDS.
Kapolres Karo AKBP Drs Ig Agung P SH MH yang dikonfirmasi SIB melalui
Kasat Reskrim, Selasa (15/12) juga mengaku bahwa kematian dua wanita
ini tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan atau pun berindikasi
membunuh diri sendiri. Kematian dua wanita ini masih dalam pengusutan
kita, ujar Lukmin.
Demikian juga informasi diperoleh wartawan dari pihak RSU Kabanjahe, dr
Petrus Silangit selaku dokter yang sempat memeriksa korban mengakui
pasiennya sudah lama mengalami sakit parah. Namun dokter ini enggan
menyebut diagnosa penyakit yang dialami korban dengan alasan kode etik
kedokteran. Dokter ini membantah kalau dua wanita tersebut tewas akibat
kebanyakan mengkonsumsi minuman beralkohol atau akibat penyakit
HIV/AIDS.
Sementara itu, sejumlah informasi yang diperoleh dari sejumlah warga
atau teman-teman korban di sekitar Parloha menyebutkan bahwa, sebelum
meninggal, korban merasakan sakit di tubuhnya dan sempat dilarikan ke
rumah sakit di Jalan Udara, Berastagi.
“Sebelum meninggal, Santi, wanita asal Sibolga, Tapteng yang selama ini
penghuni barak Dono merasakan sakit-sakit di sekujur tubuhnya sempat
dilarikan warga ke salah satu klinik di Jalan Udara, Senin (14/12)
pukul 20.00 WIB. Demikian juga dialami Dian, wanita asal Diski yang
selama ini penghuni barak Mak Ida, juga sempat dirawat sebelum
meninggal, Selasa (15/12) silam.
Sejumlah kejadian yang akhir-akhir ini menyebabkan banyak warga yang
meninggal misterius di Berastagi mau pun di Kabanjahe diduga akibat
penyakit HIV/AIDS, diharapkan warga agar pihak terkait serius
menanggulanginya. Termasuk 4 narapida di LP yang disebut tertular
penyakit HIV untuk serius ditangani pihak terkait.
“Warga-warga yang demikian, lebih baik dikarantinakan saja daripada
dibiarkan berkeliaran yang dapat menularnya penyakit HIV tersebut ke
warga yang lain. Sekarang, bukan hanya orang-orang tua yang banyak
tertular penyakit HIV/AIDS, tapi juga banyak para pelajar yang tertular
HIV/AIDS yang bebas berkeliaran belum ditangani secara serius semua
pihak,” ujar sejumlah warga yang ditemui di sekitar Parloha mengharap.
Lajang tua meninggal
Mak Yong Man (68) warga keturunan, Jumat (18/12) ditemukan warga
meninggal di Jalan Wagimin Kabanjahe sekira pukul 07.00 WIB. Selama
ini, laki-laki lajang tua ini tidak mempunyai tempat tinggal tetap dan
bekerja sebagai tukang pompa jeruk di perladangan warga di Desa Kubu
Simbelang. Seminggu yang lalu, korban mendapat perawatan dari RSU
Kabanjahe.
Kapolres Tanah Karo AKBP Drs Ig Agung P SH MH yang mengetahui kejadian
tersebut langsung ke lokasi kejadian dan memerintahkan anggotanya
langsung olah TKP. Selanjutnya, korban dibawa ke RSU Kabanjahe untuk
divisum.
Salam Mejuah Juah
Karo Cyber Community