Musibah Gedung Roboh di Langkat Ratusan penonton yang memenuhi Gedung Nasional Langkat, Sumatera Utara selamat, ketika bagian atap gedung tersebut runtuh Senin malam (28/12) saat berlangsungnya festival lagu daerah.
Namun sekitar 21 penonton mengalami luka berat dan ringan dan sebagian masih dirawat di RSU Tanjungpura, Langkat, ungkap Ketua DPK Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Kabupaten Langkat, Misno Hadi yang berada di lokasi ketika dihubungi, Selasa pagi. Polisi sudah memasang pita kuning dan semua korban telah dievakuasi dari dalam Gedung Nasional yang terletak di Jalan Sudirman berhadapan dengan Kantor Koramil Langkat, tutur tokoh pemuda di Kabupaten Langkat tersebut. Pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB, atap seng Gedung Nasional Langkat dengan konstruksi kayu runtuh menimpa para penonton serta panitia saat berlangsungnya kegiatan kepemudaan dengan menggelar festival lagu-lagu daerah. Wakil Bupati Langkat, Budiono telah menjenguk para korban yang masih dirawat di RSU Tangjungpura dan sebab-sebab runtuhnya Gedung Nasional di kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam itu masih dalam penyelidikan polisi. Pemkab Langkat tanggung biaya perawatan korban Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara menanggung seluruh biaya perawatan korban ambruknya Gedung Nasional Tanjung Pura. "Seluruh biaya ditanggung pemerintah daerah," kata bupati Langkat, Ngogesa Sitepu, tadi siang. Ketika peristiwa itu terjadi, sekitar 200-an warga tengah menyaksikan festival kesenian daerah dan pameran seni budaya se-Kabupaten Langkat yang sedianya berlangsung 28-30 Desember 2009. Sedikitnya 25 warga dilaporkan menderita luka-luka dalam peristiwa itu dan 19 diantaranya harus dirawat di RSU Tannjung Pura, sekitar 68 kilometer utara Kota Medan. Ke-19 korban yang dirawat masing-masing Padlan Syah (4), Arifin (26), Dani (19), Putri Maharani (17), Arba (21), Sri Elisa (18), Sahniar (37), Razma (40), Salbiah (52), Nopi (13), Liza (41), Vera (9), Ai (2), Aulan (5) Mat Lesi (19), Ridha Oktaviani (46), Rani (13), Ela (14) dan Lasmauli (34). Sementara warga yang mengalami luka-luka ringan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut. Bagian Gedung Nasional yang ambruk berupa genteng dan kayu-kayu broti yang berfungsi sebagai penahan atap bangunan. Dipastikan pihaknya akan menanggung seluruh biaya perawatan korban. Ia juga mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. "Kita akan tanggung seluruh biaya korban. Kita turut prihatin dengan kejadian yang menimpa warga," katanya. Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2009/12/29/114050/126/101/Gedung-Nasional-Langkat-Runtuh-Ratusan-Orang-Selamat & http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=77688:pemkab-langkat-tanggung-biaya-perawatan-korban&catid=15:sumut&Itemid=28 Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community
