MedanBisnis – Dairi

Ruas jalan yang menghubungkan Tanah Karo menuju Kabupaten Dairi
mengalami kerusakan parah. Sepanjang ruas jalan dipenuhi lubang-lubang
besar yang memaksa kendaraan harus berjalan perlahan.

Ruas jalan yang paling rusak mulai dari Kecamatan Tiga Panah (Tanah
Karo) hingga menjelang Kota Sidikalang (ibukota Kabupaten Dairi).
Kerusakan jalan menyebabkan waktu tempuh Kabanjahe-Sidikalang semakin
lama yakni dari sekitar 2 jam menjadi sekitar 3 hingga 3,5 jam.

Para pengemudi angkutan umum di antaranya Samosir Pribumi, BTN, Dairi
Transport, Sepadang senada mengeluhkan, kerusakan ruas jalan tersebut.
Buruknya kondisi jalan menyebabkan pendapatan mereka berkurang
khususnya pada saat musim penumpang ramai seperti Tahun Baru.

“Biasanya lae (ipar -red) kami bisa mengangkut penumpang tiga kali pada
rute Medan-Sidikalang dalam sehari. Tetapi akibat kerusakan jalan
tersebut hanya bisa dua kali saja,” kata Sitanggang, pengemudi Samosir
Pribumi kepada MedanBisnis di Sumbul, Dairi, Kamis malam (31/12).
Pihaknya sangat mengharapkan agar pemerintah untuk segera memperbaiki
ruas jalan tersebut.

Menurut para pengemudi, selain menambah waktu tempuh, kerusakan jalan
menyebabkan biaya operasional angkutan meningkat akibat kerusakan
onderdil angkutan.

Pengamat pariwisata Sumut Ir Timbul Raya Manurung mengatakan, meskipun
ruas jalan tersebut kemungkinan termasuk ruas jalan propinsi, pihak
pemkab setempat seyogiyanya harus peduli melakukan perbaikan ringan
agar kerusakan tidak semakin buruk.

“Ya minimal ditambal pada lubang-lubang yang ada di badan jalan. Masya
pemkab tidak bisa menyiasati anggarannya?” ujarnya menyesalkan
kerusakan jalan tersebut karena berakibat memperburuk citra pariwisata
Sumut.

Dikatakannya, ruas jalan rusak tersebut berada pada bagian dari ruas
lintasan jalan pariwisata Sumut untuk menunju Tongging dan dari Tanah
Karo menuju Parapat 

Sumber: 
http://www.medanbisnisonline.com/2010/01/04/ruas-jalan-tanah-karo-dairi-rusak-parah/

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke