Pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) pusat pasar Kabanjahe diprotes oleh pedagang. Pasalnya, 708 kios senilai Rp2 miliar dari dana APBD 2009 Karo, yang dipergunakan bagi korban kebakaran, Senin (22/12) lalu itu, belum rampung seluruhnya. Dari 708 kios yang direncanakan, baru 618 kios yang selesai.
“Memang pihak Dinas Pasar mengabulkan tuntutan kami. Tetapi, jumlah kios TPS yang dipersiapkan kepada korban kebakaran di lantai bawah belum mencukupi,” ujar ketua Asosiasi Korban Kebakaran Kios Pusat Pasar Kabanjahe, Jusuf Sada Kata Sembiring, kepada Waspada Online di Kabanjahe, tadi siang. Permasalahan lainnya, belum terpenuhinya TPS sesuai keinginan pedagang yang berlokasi di Jalan Letnan Mumah Purba dan Jalan Abdul Kadir. Selain itu, pedagang juga lebih memilih berdagang di lokasi bekas kebakaran dibanding menempati TPS yang disediakan Pemkab Karo. “Pembeli lebih suka berbelanja di tempat kami dulu karena mereka lebih mudah mencari langganannya,” ujar Kacaribu, pedagang kain ulos di Pusat Pasar kabanjahe. Pembangunan TPS itu ukurannya bervariasi, masing-masing 2 x 3 m2 dan 2 x 2 m2. Sebanyak 70 TPS ditempatkan di Jalan Mumah Purba, 96 TPS di Jalan Abdul Kadir, 38 TPS di Jalan Nabung Surbakti, 36 TPS di Jalan Sudirman, 16 TPS di Komplek Konen, 66 TPS di Komplek Konen dan 151 TPS di Kabanjahe Plaza. Kepala Bidang Pasar, Kampung Sitepu mengatakan, TPS tersebut dikerjakan PT Batu Garut Suka Nusa Utama. Masa konstruksi pengerjaan 110 hari kelender, terhitung dari tanggal 20 Agustus sampai dengan 7 Desember 2009 dengan bahan kayu keras dan dinding triplek setebal 9 mm. “Sisa yang belum dikerjakan akan dibangun setelah diadakan musyawarah mufakat dengan para pedagang dan pemilik kios,” ujarnya. Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=79345:tps-pusat-pasar-kabanjahe-diprotes-&catid=15:sumut&Itemid=28 Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community
