DPRDSU Prihatin Buah Jeruk di Karo Dibiarkan Busuk di BatangnyaRedaksi on
Februari 19th, 2010
Medan (SIB)
Kalangan DPRD Sumut prihatin melihat buah jeruk di Kabupaten Karo terpaksa
dibiarkan petani membusuk di batangnya,
karena harganya sangat murah hanya Rp500-1000/Kg, sehingga para petani
di “Bumi Turang” itu menjerit dan sangat mengharapkan perhatian dari
pemerintah.
Hal itu diungkapkan anggota DPRD Sumut Dapil (daerah pemilihan) X Karo,
Dairi dan Pakpak Bharat Richard Eddy M Lingga SE dan Dk Drs Darmawan
Sembiring kepada wartawan, Kamis (18/2) di DPRD Sumut menanggapi
jeritan para petani jeruk di Karo yang terkesan diabaikan pemerintah
akan nasib mereka.
“Sangat memprihatinkan nasib petani jeruk di Karo, akibat harga jeruk
sangat anjlok. Mereka terpaksa membiarkan buah jeruknya membusuk di
ladangnya, walaupun mengalami kerugian yang sangat besar. Sebab dengan
harga Rp500 – Rp1000/Kg, untuk upah kutip sajapun sangat tidak
mencukupi,” jelas Richard.
Padahal, tambah Richard, untuk biaya pestisida dan pupuk dalam
perawatan pohon jeruk membutuhkan modal yang cukup besar dan pantasnya
harga jeruk di pasaran minimal Rp7.000/Kg, tapi kenyataannya saat ini,
harganya sangat jauh dari harapan, sehingga petani mengalami kerugian
yang sangat besar.
“Sekarang faktanya di lapangan, harga jeruk sangat anjlok. Bahkan, jika
kita melihat di pusat-pusat pasar sayur-mayur di Karo, buah jeruk terus
banjir, tidak laku, petani sangat sedih,” ujar Wakil Bendahara DPD
Partai Golkar Sumut itu dengan dana prihatin.
Yang paling disesalkan petani jeruk, jelas Darmawan, Pemkab maupun
Pempropsu seolah-olah “lepas tangan” dan tidak pernah mencari solusi
mengantisipasi harga jeruk di setiap musim panen. Padahal, kasus
seperti ini hampir setiap tahun terjadi.
“Masyarakat saat ini sudah apatis terhadap Pemkab Karo dan menganggap
pemerintahan antara ada dan tiada, karena tidak pernah menyahuti
jeritan para petani,” ujar Darmawan Sembiring sembari berharap agar
Pemkab Karo segera mencari solusi atas anjloknya harga jeruk dimaksud.
Misalnya, kata Wakil Ketua DPW PDS Sumut itu, Pemkab Karo melakukan
penjajakan kerjasama dengan investor luar yang bersedia membangun
pabrik juice jeruk di Karo atau dengan pengusaha hotel menjadikan jeruk
oleh-oleh utama untuk turis, sehingga hasil jeruk bisa tertampung dan
beban petani semakin berkurang.
“Atau bisa juga melakukan kerjasama dengan negara-negara luar dalam
ekspor jeruk maupun sayur-mayur lainnya,” jelas Darmawan sembari
mengingatkan Pemkab Karo jangan hanya berpangku tangan di belakang meja
dengan membiarkan petani jeruk menderita setiap musim panen tiba tanpa
ada solusinya. (M10/q)
Salam Mejuah Juah
Karo Cyber Community