banci si kataken maka enda me telah terjadi krisis "adat" ras budaya.....banci 
jadi erkiteken piga2 hal lanai "meherga" adat e si ban.

"JANGAN PERNAH  berharap orang lain menghargai kita, bila kita sendiri tidak 
mengharagi diri kita sendiri" 

bujur
Sembiring Gurky


--- On Sat, 4/17/10, Rophian <[email protected]> wrote:

From: Rophian <[email protected]>
Subject: [infokaro] Maulana Pohan dapat  marga Sembiring
To: [email protected]
Date: Saturday, April 17, 2010, 9:07 PM







 



  


    
      
      
      Sebagai dukungan atas pencalonan pasangan Ir H Maulana Pohan MM dan Ahmad 
Arif SE MM, Sabtu (10/4) malam masyarakat Karo Kota Medan memberikan marga 
Sembiring terhadap Maulana Pohan dan drg Hj Sri Hartati Tanai, isteri Maulana 
Pohan.  bla .... bla.....bla



Kami ingin mengetahui sub merga Sembiring apa yang diberikan kepada beliu, jadi 
jangan mengambang,  kasian yang menerima merga tersebut.

Apakah beliau tidak tahu kalau merga Sembiring banyak submerganya?

Nanti pada suatu saat kalau ditanya (ertutur)warga Karodi perantauan beliau 
tidak bisa menjawab dengan tuntas, kasian deh beliau.



Jadi kepada masyarakat Karo, kalau kasi merga sama orang yang jelas, tidak 
asal-asalan. Kita kan masyarakat yang ber-adat dengan pedoman "merga silima 
rakut sitelu tutur siwaluh". Karena walaupun beliau merga Sembiring dan saya 
Sembiring Gurukinayan belum tentu kami sembuyak karena bisa jadi kalimbubu 
maupun anak beru.

Bagaimana ini pemuka adat kita, atau tidak ada lagi pemuka adat di Taneh Karo 
(bukan Kabupaten Karo lho).tkasih 





    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke