Ya.ya pembangunan ekonomi akan semakin lambat..Sby peragu. HNW banyak 
pertimbanga maka roda pembangunan bukan Yoyo lagi tapi kayak Bekicot 
berjalan.yang jelas Lebih Cepat Lebih Bagus seperti Kata Pak.Jusuf Kalla.

-----Original Message-----
From: "sunny" <[email protected]>

Date: Sat, 9 May 2009 11:04:14
To: <Undisclosed-Recipient:;><Invalid address>
Subject: [inti-net] SBY-HNW Tertinggi Pilihan Rakyat


Refleksi : Ada yang mengatakan  bahwa kalau kenyataan akan  adanya demikian ,  
maka  syukuralhamdullilah SBY   juga akan berjenggot  supaya mulus kerjasama.

Sabtu, 09 Mei 2009 pukul 13:12:00


JAKARTA -- Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dengan Hidayat Nur Wahid masih 
mendapatkan dukungan paling tinggi dibandingkan pasangan capres dan cawapres 
lainnya. Namun sejak pemilu legislatif, popularitas SBY terus menurun. 
Sedangkan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto menyodok ke urutan kedua.

Begitulah hasil survei yang diperlihatkan Lembaga Riset Informasi (LRI) pada 
kurun waktu 3-7 Mei 2009 di 33 Propinsi. Direktur Eksekutif LRI, Johan O 
Silalahi memaparkan berdasarkan survei dengan margin error plus minus 2,2 
persen ini, rakyat masih menempatkan SBY sebagai pilihan utamanya.

Jika pemilihan presiden dilakukan esok hari, ungkapnya, pasangan SBY-HNW 
mendapatkan dukungan terbanyak. ''SBY-HNW mendapatkan dukungan 36,2 persen,'' 
sebutnya di Jakarta, Sabtu (9/5).

Sesuai dengan hasil survei itu, lanjut Johan, pasangan JK-Wiranto berada di 
tempat kedua dengan dukungan 27,6 persen. Setelah itu pasangan Megawati-Prabowo 
191 persen, dan yang belum menentukann 17,1 persen. ''Incumbent memang 
mempunyai elektibiitas yang lebih baik,'' katanya.

Survei LRI ini menggunakan responden sebanya 2066 orang. Menurut Johan, 
dukungan terhadap SBY ini akan sedikit menurun bila dipasangkan dengan 
Boediono. Ia menyebutkan pasangan SBY-Boediono didukung 32,1 persen pemilih. 
Posisi kedua tetap dikuasai Jk-Wiranto dengan dukungan 27,3 persen dan 
Megawati-Prabowo 20,2 persen. Sementara yang belum menentukan pilihan berjumlah 
20,4 persen.

Keunggulan pasangan SBY-HNW juga terlihat pada perbandingan dengan para 
kandidat cawapres lainnya. Johan memaparkan jika dibandingkan dengan kandidat 
cawapres lain yang dipasangkan dengan SBY, HNW memiliki daya pilih yang paling 
tinggi. Disebutkannya, bila SBY dipasangkan dengan HNW dukungan yang terjadi 
mencapai 29,3 persen.

Sedangkan SBY-Boediono 19,2 persen, SBY-Sri Mulyani 11,4 persen. Berikutnya, 
SBY-Hatta Rajasa 10,2 persen, SBY-ABurizal Bakrie 8,6 persen, dan SBY-Akbar 
Tanjung 4,1 persen. ''HNW mempunyai pendukung dari PKS yang loyal,'' katanya.

Namun Johan mencermati perkembangan suara JK-Wiranto yang ternyata mampu 
mengungguli Megawati-Prabowo. Bahkan, dukungan bagi JK ini diingatkannya terus 
meningkat usai pileg. Dengan prosentase pemilih yang masih belum menentukan 
pilihannya dan faktor koalisi besar antar parpol untuk saling mendukung pada 
pilpres, tidak tertutup kemungkinan pasangan JK-Wiranto bakal mengunggul SBY.

Apalagi, tegas Johan, popularitas SBY sejak pileg lalu terus merosot. 
Popularitas SBY turun lantaran kacaunya pelaksanaan pileg yang dipenuhi oleh 
kasus DPT. SBY tampaknya harus meminta maaf kepada rakyat atas kekacauan pileg 
itu. ''Sejak pileg yang paling banyak menuai badai adalah SBY,'' ujarnya.

Sebaliknya, lanjut Johan, simpati rakyat terus mengalir untuk JK. JK kini 
dipandang sebagai sosok yang dizalimi lantaran ditolak oleh SBY sebagai 
pendampingnya. Padahal rakyat sudah mulai terbuka pengetahuannya bahwa selama 
lima tahun pemerintahan sekarang, JK merupakan motor penggeraknya. ''JK dilihat 
sudah bekerja keras menyelamatkan ekonomi,'' paparnya. - djo/ahi



[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke