Bukan Hanya TNI tapi kami seluruh Rakyat Indonesia siap Mempertahankan Negara 
Kesatuan Republik Indonesia hingga akhir hayat kami..sampe titik darah 
penghabisan..*""*Allahu Akbar...3X

-----Original Message-----
From: "sunny" <[email protected]>

Date: Tue, 2 Jun 2009 09:23:16
To: <Undisclosed-Recipient:;><Invalid address>
Subject: [inti-net] TNI Siap Berperang di Ambalat


Refleksi : Ayo silahkan baku hantam, jangan hanya omonkosong gertak tikus

http://tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/06/01/brk,20090601-179076,id.html


TNI Siap Berperang di Ambalat

Senin, 01 Juni 2009 | 07:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perairan Ambalat kembali bergolak. Setelah kapal 
perang Malaysia berkali-kali menerobos wilayah Indonesia, Tentara Nasional 
Indonesia bersiaga. Sejak Rabu lalu, TNI Angkatan Laut telah mengerahkan tujuh 
kapal bersenjata lengkap untuk berpatroli di perairan antara Sulawesi dan 
Kalimantan itu.

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen mengatakan 
Indonesia siap bertempur untuk mencegah kapal milik Tentara Diraja Malaysia 
kembali memasuki perairan Indonesia. "Kami mengingatkan mereka bahwa Ambalat 
adalah perairan kita," kata Sagom saat dihubungi kemarin.

TNI Angkatan Udara juga menyiapkan dua unit pesawat Boeing 737 dan satu unit 
Sukhoi 27/30 untuk beroperasi di perairan Ambalat. Komandan Pangkalan Udara 
Balikpapan Letnan Kolonel Agus Pandu Purnama mengatakan ketiga pesawat itu saat 
ini bersiaga di Makassar.

Sabtu lalu, kapal Malaysia, KD Baung-3509, tepergok memasuki perairan Ambalat 
sejauh 7,3 mil. Sejam kemudian, kapal perang cepat itu diusir oleh KRI Untung 
Surapati-872, dibantu dua kapal perang lainnya.

Sebelumnya, KRI Untung Surapati dan KRI Hasanuddin-366 mengusir KD Baung dari 
Ambalat. KRI Untung Surapati juga mengusir kapal Malaysia, KD YU-3508, yang 
memasuki perairan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, sejauh 12 mil.

Tak hanya lewat laut, Malaysia juga menerabas wilayah Indonesia lewat udara. 
KRI Untung Surapati dan KRI Hasanuddin mendeteksi satu helikopter dan satu 
pesawat Beechcraft jenis intai maritim milik Malaysia memasuki wilayah udara 
Indonesia.

Dalam catatan TNI, sejak Januari 2009, sedikitnya sembilan kali Malaysia 
menerobos wilayah Indonesia. Sejauh ini, kata Sagom, tak sekali pun terjadi 
kontak senjata. "Kalau TNI menembak, itu adalah keputusan politik negara," 
katanya.

TNI berharap pemerintah Indonesia segera melakukan langkah-langkah diplomatik 
untuk menyelesaikan persoalan ini. "Supaya perbatasan kedua negara menjadi 
jelas," ujar Sagom.

Juru bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah, mengatakan perundingan 
dengan Malaysia soal Blok Ambalat menemui kendala karena Malaysia tengah 
mengganti tim perundingnya. "Kami menunggu tim perunding baru," kata Faizasyah 
saat dihubungi kemarin.

Menurut Faizasyah, pemerintah sudah 13 kali berunding dengan Malaysia soal 
Ambalat. Tapi, hingga putaran perundingan terakhir pada Mei tahun lalu, kedua 
negara belum bersepakat soal batas-batas negara di perairan itu. 
"Perundingannya tak mudah," ujar dia.

ANTON SEPTIAN | FIRMAN HIDAYAT


[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke