Refleksi : Bravo! Bravo!. Ayo terus baku hantam, baku sikat, baku puku, baku .... monggo ,monggo! :-))
http://www.sinarharapan.co.id/cetak/detail-cetak/article/anggota-tni-serbu-polsek/ Kamis, 04 Juni 2009 13:32 Dua Polisi Terluka Anggota TNI Serbu Polsek Bekasi - Belasan anggota TNI yang diduga dari Yon Zipur Jakarta, Kamis (4/6) dini hari pukul 02.00 WIB, menyerbu Kantor Polsek Pondok Gede, Kota Bekasi. Akibatnya, seorang anggota polisi, Aiptu Andi Sofian, terluka karena dikeroyok anggota TNI yang datang dengan menggunakan 20 sepeda motor itu. Sepulang dari penyerbuan itu, tepatnya di Jalan Raya Pondok Gede menuju Jakarta Timur, rombongan anggota TNI itu berpapasan dengan anggota Polsek Metro Makasar yang tengah menggelar razia. Bentrokan pun tak terelakan. Dua unit mobil patroli Polsek Metro Makasar dirusak. Bahkan, seorang anggota polisi bernama Bripka Supadi terluka di bagian kepala akibat hantaman helm oleh salah seorang anggota TNI yang merasa kesal tersebut. Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AD Brigjen TNI Christian Zebua tidak mengangkat telepon selulernya ketika dihubungi SH, sementara Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) Jaya Letkol CAJ James Wilson Sondakh mengatakan, hingga kini pihaknya tidak menerima laporan mengenai kejadian itu. "Tidak ada di laporan," katanya singkat. Hingga kini, Aiptu Andi Sofian masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia mengalami luka pada bagian kepala dan leher. Sementara itu, Bripka Supadi telah diizinkan pulang. Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar (Kombes) Mas Guntur Laupe yang ditemui SH di Markas Polsek Pondok Gede pagi ini, mengakui bahwa anggotanya, Aiptu Andi Sofian, dikeroyok belasan pria berambut cepak tersebut. Pengeroyokan itu terjadi di Kantor Polsek Pondok Gede. "Kasusnya masih kami selidiki dan saya belum tahu persis masalahnya," ujar Guntur yang sampai berita ini disiarkan masih berada di Polsek Pondok Gede bersama Provos Polres Metro Bekasi. Keterangan yang dikumpulkan SH dari berbagai sumber, termasuk di Polsek Pondok Gede, menyebutkan, peristiwa penyerbuan ke Kantor Polsek Pondok Gede itu bermula ketika malam harinya, anggota TNI Prada Veky Karungu mengendarai sepeda motor melawan arus lalu lintas di Jalan Raya Pondok Gede. Saat itu, ia bersenggolan dengan angkutan perkotaan (angkot). Bahkan, Veky sempat ribut dengan sopir angkot tersebut hingga mengundang perhatian masyarakat sekitar dan para sopir angkot lainnya. Masyarakat menyalahkan Veky yang mengendarai sepeda motor melawan arah. Mengetahui keributan antara sopir dengan pengendara sepeda motor itu, anggota Polantas Polsek Pondok Gede Aiptu Andi Sofian mendatangi lokasi. Anggota polisi ini pun menangani keributan tersebut. Bahkan untuk menyelasaikan masalah itu, Veky bersama sopir tadi sempat dibawa ke Kantor Polsek Pondok Gede yang tidak jauh dari jalan raya tersebut. Veky tidak menerima dipersalahkan walau melakukan pelanggaran karena melawan arus lalu lintas. Namun, masalah tersebut berhasil didamaikan. Saat itu, Veky sempat bersalaman dengan sopir, termasuk dengan Aiptu Andi Sofian. Setelah masalahnya selesai, mereka pun pulang meninggalkan Polsek Pondok Gede. Polisi yang menangani masalah itu pun menganggap tidak ada lagi persoalan. Tanpa diduga, sekitar pukul 02.00 WIB, tiba-tiba Kantor Polsek Pondok Gede didatangi sekelompok pria berpakaian preman dengan menggunakan sekitar 20 sepeda motor. Mereka umunnya berbocengan. Dua di antara kelompok pria tadi sempat menjumpai petugas piket di Polsek Pondok Gede. Saat itulah sebagian besar pria berambut cepak itu mendatangi Pos Polantas yang masih menyatu dengan Kompleks Polsek Pondok Gede tersebut. Babak Belur Di Pos Polantas tadi, mereka mencari anggota yang menangani kasus keributan tadi dan bertepatan Aiptu Andi Sofian berada di ruangannya. Mengetahui hal itu, mereka pun langsung memukul Andi. Mengetahui dirinya dikeroyok belasan orang, anggota polisi itu pun berlari menuju ruang atas Polsek Pondok Gede setelah melewati penjagaan. Tetapi, kelompok pria itu pun mengejar korban hingga ke ruang atas hingga mengakibatkan korban babak belur dihajar. Saat itu, suasana di Kantor Polsek Pondok Gede sempat ramai. Beruntung, anggota Koramil yang kantornya bersebelahan dengan Polsek Pondok Gede segera datang dan kelompok pria tadi pun pergi meninggalkan Kantor Polsek Pondok Gede. Ternyata, saat rombongan ini melintas di Jalan Raya Pondok Gede menuju Jakarta Timur setelah melintas di depan Asrama Haji Pondok Gede, anggota Polsek Metro Makasar Jakarta Timur sedang melakukan razia. Di lokasi itu pun sempat terjadi keributan dengan kelompok pria tadi. Bahkan, disebutkan, dua unit mobil patroli Polsek Metro Makasar kacanya pecah dan seorang polisi bernama Bripka Supadi terluka di bagian kepala akibat hantaman helm salah seorang anggota TNI yang merasa kesal. Hingga berita ini disiarkan, tampak sejumlah aparat dari Polisi Militer (PM) juga masih berada di Polsek Pondok Gede. Sementara itu, pelayanan masyarakat sudah berjalan normal. (jonder hihotang/ bachtiar/tutut herlina) [Non-text portions of this message have been removed]
