Kayak Egak Tau Aja Si SBY itu kan Peluang dia Untuk Tebar Pesoan..entar dia 
ngaku ngaku lagi kalau itu program dia..kalau memang egak mau dikatain Kampanye 
egak usah repot lepas aja semua spanduknya..biar adil.egak ada yg saling 
klain..gitu aja kok repot.


-----Original Message-----
From: dwi eko <[email protected]>

Date: Mon, 8 Jun 2009 02:21:57
To: <[email protected]>
Subject: [inti-net] ada spanduk 'lanjutkan' dalam peresmian suramadu


Surabaya -
Peresmian Jembatan Suramadu 10 Juni mendatang, dikhawatirkan bakal
dimanfaatkan sebagai ajang kampanye oleh salah satu kandidat calon
presiden. Sebab, dikabarkan, selain Presiden SBY, Wakil Presiden Jusuf
Kalla dan Capres Megawati juga bakal menghadiri peresmian jembatan
sepanjang 5,4 Km itu.

Indikasi peresmian jembatan bakal
dijadikan ajang kampanye itu terlihat dengan adanya spanduk bertuliskan
'Lanjutkan' yang terpasang di jembatan Suramadu sisi Madura. Spanduk
itu bertuliskan 'Demi Suksesnya Pembangunan, Lanjutkan'.

Dalam
spanduk itu, terpampang foto SBY dan Ani Yudhoyono, Pakde Karwo dan Gus
Ipul, Bupati Bangkalan Fuad Amin dan wakilnya. Anehnya, foto Walikota
Surabaya Bambang DH tidak terpasang.

Menanggapi masalah itu,
Sekdaprov Jatim, Rasiyo menepis anggapan itu. Menurutnya, agenda
presiden resmi sebagai kepala negara. "Istilah kampanye itu sepertinya
nggak ada," kata Rasiyo di sela-sela gladhi bersih peresmian Jembatan
Suramadu di sisi Madura, Senin (8/6/2009).

Kabag Humas dan
Proptokoler Pemprov Jatim, Gunarto menambahkan, peresmian ini sebagai
acara resmi. Sehingga kapasitas kedatangan Presiden, murni sebagai
seorang kepala negara, bukan capres.

Dalam peresmian jembatan
yang menghabiskan dana mencapai Rp 4,5 triliun itu, rencananya bakal
dihadiri oleh seluruh menteri dalam kabinet Indonesia Bersatu, Mantan
Gubernur Jatim, Kepala Daerah di Jatim, ulama dan tokoh masyarakat di
Jatim.

Mantan Presiden Megawati dan Abdurrahman Wahid (Gus
Dur) pun telah diundang untuk meresmikan Jembatan terpanjang se-Asia
Tenggara itu. "Keduanya kami undang, datang atau tidak, terserah
mereka," ujarnya. (eda)



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke