http://properti.kompas.com/read/xml/2009/08/15/15542861/perumahan.islami.dari.kaligrafi.sampai.kolam.renang.muslim


Perumahan Islami: Dari Kaligrafi sampai Kolam Renang Muslim

 
Kontan-Muradi
Perumahan bernuansa Islami
/Sabtu, 15 Agustus 2009 | 15:54 WIB
KOMPAS.com - Sejatinya, apa itu perumahan dengan nuansa Islami? Banyak 
pengembang mewujudkan konsep Islami ini dalam bentuk dan desain rumah. Contoh, 
dinding rumah bertabur ukiran kaligrafi, mushala di dalam rumah, ada keran 
khusus untuk berwudhu, hingga kamar mandi yang tak boleh menghadap kiblat. 

Sementara itu, PT Mustika Hadiasri, pengembang Villa Ilhami, mewujudkan konsep 
Islami lewat arah rumah yang semua menghadap ke kiblat. Jadi, "Penghuni tidak 
perlu geser kiri-kanan jika ingin menyesuaikan kiblat," kata Dedi Mustofa, 
Manajer Promosi Villa Ilhami.

Namun, fasilitas perumahan juga tidak boleh sembarangan. Menurut Nasrullah, 
Direktur Utama CV Fadillah Utama Berkat, pengembang The Orchid Reality, 
perusahaan properti mesti serius membangun segala fasilitas yang menunjang 
rumah Islami.

The Orchid Realty, misalnya, menyediakan fasilitas pendidikan bernapaskan 
Islam. "Harus ada sekolah atau pendidikan Islami. Kami juga menyediakan tempat 
belajar Al Quran," ujar Nasrullah. Yang juga wajib dihadirkan di kompleks 
perumahan Islami sudah barang tentu masjid.

Fasilitas-fasilitas semacam itu, Nasrullah bilang, mesti disediakan oleh para 
pengembang. Pasalnya, warga yang tinggal di perumahan dengan konsep Islami itu 
benar-benar menginginkan perkembangan beragamanya. "Tidak hanya sekadar tinggal 
di satu rumah," kata Nasrullah.

Fasilitas lainnya yang bisa dikembangkan adalah membangun kolam renang 
bernuansa Islami. Caranya dengan memisahkan kolam untuk laki-laki dan 
perempuan, "Termasuk menyediakan pakaian renang Muslim," kata Nasrullah. Dengan 
begitu, orang akan semakin tertarik membeli rumah Islami.

Tidak hanya itu, pengembang juga harus mampu membangun suasana kehidupan 
bertetangga yang sakinah. Suasana religius lebih hidup lagi dengan adanya 
kegiatan rutin shalat berjemaah dan pengajian di masjid. Atau bisa juga lewat 
kegiatan siraman rohani, diskusi, hingga konsultasi keagamaan.

Perumahan Bukit Az-Zikra yang terletak di kawasan Sentul, Bogor, lebih ekstrem 
lagi soal kehidupan sehari-hari penghuninya. Mereka melarang penghuninya 
merokok, dan penghuni perempuan harus menutup aurat.

Namun, Kepala Riset Jones Lang Lasalle Anton Sitorus menyatakan, konsep dan 
fasilitas bernuansa Islami tidak begitu saja membuat para konsumen tergiur 
untuk membeli. Sebab, calon pembeli tetap memerhatikan kelengkapan perumahan, 
baik dari aspek legal, maupun fasilitas. 

"Apakah benar-benar seperti ditawarkan?" katanya. 

Selain itu, faktor terpenting selalu menjadi pertimbangan pembeli adalah 
lokasi. (KONTAN/Epung Saepudin/Lamgiat Siringoringo)



++++

http://properti.kompas.com/read/xml/2009/07/04/1947485/konsep.perumahan.islami.seperti.apa



Konsep Perumahan Islami, Seperti Apa?

 
KONTAN/Daniel PrabowoSabtu, 4 Juli 2009 | 19:47 WIB
KOMPAS.com - BARANGKALI pertanyaan ini kerap terlontar. Seperti apa rumah 
islami itu? Banyak pengembang menurunkan konsep islami ini dalam bentuk dan 
desain rumah. Seperti, dinding bertabur ukiran kaligrafi, mushala di dalam 
rumah, ada keran khusus untuk berwudu, hingga kamar mandi yang tak boleh 
menghadap kiblat.

Tak hanya itu. Pengembang perumahan juga membuat bagian dalam rumah tertutup 
sehingga orang lain tak bisa melihat dari luar. Tapi, di bagian luar rumah 
tidak dipagari. "Dengan begitu, penghuni tetap bisa bersosialisasi dengan para 
tetangga," kata Denny Ernadie, pengurus Yayasan Az-Zikra yang juga 
mengembangkan rumah islami.

Kompleks perumahan umumnya dilengkapi masjid, mushala, atau taman pendidikan 
Al-Quran (TPA). Sedangkan di kolam renang umum, ada pembatas antara pria dan 
wanita. "Bisa saja melakukan pengaturan jam pemakaian," imbuh Nasrullah, 
Direktur Utama Orchid Realty.

Suasana religius lebih hidup lagi dengan adanya kegiatan rutin salat berjamaah 
dan pengajian di masjid. Perumahan Bukit Az-Zikra lebih ekstrem lagi: melarang 
penghuninya merokok, dan penghuni perempuan harus menutup aurat.

Demi menjalankan kehidupan pada nilai-nilai agama, semua transaksi pembelian 
atau penjualan rumah menganut prinsip dan akad syariah. "Itu yang diutamakan 
Orchid," kata Nasrullah.

Otomatis, hanya bank-bank syariah yang bisa memberikan kredit kepemilikan rumah 
(KPR). "Kami bekerjasama dengan BTN Syariah, BNI Syariah, dan BRI Syariah," 
kata Denny. Namun, pasar juga menjadi pertimbangan. (KONTAN/Yura Syahrul)




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke