http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/08/17/bom-meledak-1-tewas
Bom Meledak, 1 Tewas Agustus 17, 2009 - 12:29 Kategori Berita Terkini, Daerah, Kriminal dan Hukum PANDEGLANG (Pos Kota) - Ledakan bom ikan yang diduga berbahan potasium mengguncang warga Kampung Cibanua, Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang. Peristiwa itu mengakibatkan, Ali bin Maslak, 25, nelayan setempat, tewas mengenaskan dengan kondisi tubuh bercerai berai terjadi Minggu siang. Korban tewas dilarikan ke RSUD Pandeglang untuk proses penyidikan. Hingga Senin siang ini , Polres Pandeglang tengah memburu Senod alias Endin, 35, yang diduga sebagai pemilik bom ikan. Endin diketahui masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian Direktorat Polair Banten. Buronan ini juga diduga terlibat dalam kasus meledaknya bom ikan di Kecamatan Labuan, beberapa waktu lalu yang menewaskan 2 nelayan. Diperoleh keterangan, Ali dan Senod dikenal warga setempat sebagai nelayan yang mahir merakit bom ikan. Siang sekitar pukul 13:00, korban Ali disuruh Senod untuk menjemur bom ikan yang baru dirakitnya. Saat korban tengah membawa bom tersebut ke kebun di blok Pematang Kihiyang, bom rakitan yang berada di tangannya tiba-tiba meledak. Tak pelak, kedua tangan korban putus, usus terburai serta bagian kepala dipenuhi luka-luka. Senod, sepemilik bom luput dari maut karena saat kejadian dia berada di rumahnya. Saat ini, buronan Ditpolair Polda Banten, ini masih dalam pengejaran karena melarikan diri. Warga yang dikejutkan dengan suara ledakan, langsung mendatangi lokasi kejadian. Ali diketahui tewas dengan bagian tubuh berceceran. Warga kemudian melaporkan kejadin itu ke Mapolsek Sumur. Oleh petugas Polsek Sumur mayat langsung dievakuasi ke rumah sakit setempat untuk dilakukan otopsi. Kapolres Pandeglang, AKBP Aminudin saat dikonfirmasi membenarkan meledaknya bom ikan yang mengibatkan 1 warganya tewas. Namun Kapolres membantah informasi bom ikan yang meledak itu seberat 50 kg. "Kira-kira sekaleng mentega dengan berat 3 hingga 6 kg. Kita masih melakukan penyelidikan bahan baku bom yang meledak itu," tegas Aminudin. Lebih lanjut dikatakan Kapolres, Senod alias Endin (DPO) dan Ali, merupakan dua nelayan yang dicari jajaran Polda Banten karena sering merakit bom. "Kedua nelayan ini diketahui kerap merakit bom untuk menangkap lobster dan rajungan di sekitar laut selatan," terang Kapolres. (haryono/B) [Non-text portions of this message have been removed]
