http://ramadhan.kompas.com/read/xml/2009/08/21/19561394/Harga.Sembako.di.Semarang.Terus.Merambat.Naik.

Jumat, 21 Agustus 2009 | 19:56 WIB


Harga Sembako di Semarang Terus Merambat Naik 

SEMARANG, KOMPAS.com - Sehari menjelang puasa, harga komoditas bahan pokok 
seperti gula pasir, cabai, dan bawang putih di Kota Semarang, Jawa Tengah, 
terus merambat naik. Kenaikan harga ini dikeluhkan pedagang karena menyebabkan 
penjualannya menurun.

Di Pasar Johar dan Pasar Bulu, Jumat (21/8), harga gula pasir naik dari Rp 
8.500-Rp8.6000 per kilogram (kg) pada Kamis menjadi Rp8.700-Rp9.000 per kg. 
"Padahal, seminggu lalu harganya masih Rp 8.200 per kg," ujar Tuminah (33), 
pedagang kebutuhan pokok di Pasar Johar.

Akibat harganya terus merangkak naik, penjualan gula pasir di beberapa kios 
menjadi turun. "Biasanya laku 50 kg per hari, setelah harganya naik jadi hanya 
laku 20 kg per hari," kata Untung (27), pedagang di Pasar Bulu.

Harga ayam potong juga naik dari Rp 18.000 per kg menjadi Rp 20.000 per kg, 
cabai merah keriting dari Rp 6.000 per kg menjadi Rp 7.000 per kg, cabai merah 
rawit dari Rp 9.000 per kg menjadi Rp 10.000 per kg, cabai merah besar dari R p 
8.000 menjadi Rp 9.000 per kg, serta bawang putih dari Rp 10.000 menjadi Rp 
14.000 per kg.

Khusenen (50), pedagang ayam potong di Pasar Johar, memperkirakan kenaikan 
harga akan kembali terjadi ketika akan menjelang Lebaran.

Selain itu, harga komoditas bahan pokok lainnya di Kota Semarang masih 
cenderung stabil. Harga minyak goreng curah sawit Rp 8.200-8.500 per kg, telur 
ayam Rp 13.000-Rp 13.500 per kg, daging sapi Rp 55.000 per kg, beras C-4 
kualitas medium Rp 5.200 -Rp 5.500 per kg, beras C-4 kualitas super Rp 5.800-Rp 
6.000 per kg, dan tepung terigu Rp 7.000 per kg.  

Ana (52), salah satu pembeli di Pasar Johar mengakui, tingkat kebutuhan 
beberapa komoditas yang dikonsumsi memasuki bulan Ramadhan meningkat. "Biasanya 
saya beli telur ayam 2 kg, sekarang jadi 3 kg. Soalnya buat persediaan sahur," 
katanya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke