Komentar :

Sudah beberapa kali karya cipta bangsa Indonesia ini dicuri dan diklaim sebagai 
milik Malaysia. Jangan-jangan, besok2 lagu kebangsaan Indonesia Raya pun bakal 
diklaim sebagai lagu nasional Malaysia. 

Atau mungkin kita kudu buat tindakan balasan serupa. Kita buat aja lagu rakyat 
Malaysia buat iklan promosi wisata ke Indonesia. kira2 lagu apa ya ?



Denpasar -- Seniman Bali memprotes klaim Malaysia atas tari Pendet sebagai 
tarian tradisional mereka. Tari asal Pulau Dewata itu muncul dalam iklan Visit 
to Malaysia, yang ditayangkan di sejumlah jaringan televisi berbayar.

Seniman tari Wayan Dibia mengaku terkejut atas penayangan itu. "Pendet adalah 
tari yang sudah ratusan tahun dimainkan warga Bali," kata bekas Rektor Institut 
Seni Indonesia Denpasar tersebut.

Awalnya Pendet adalah tarian sakral yang dipertontonkan dalam upacara ritual 
keagamaan, yaitu untuk menyambut turunnya para dewa dari kahyangan. Namun, pada 
1950, tarian ini dimodifikasi menjadi tari penyambutan tamu dan disebut tari 
Pendet Puja Astuti. Oleh penciptanya, Ni Ketut Reneng dan I Wayan Rindi, Pendet 
awalnya dibawakan empat penari dan dipertontonkan untuk para turis di Bali 
Hotel di Denpasar.

Pada 1961, I Wayan Beratha kembali mengolah tari Pendet dengan lima penari, 
yang bertahan hingga saat ini. "Tahun 1962 kembali dimodifikasi sebagai tarian 
massal dengan 800 penari untuk pembukaan Asian Game di Jakarta," kata Wayan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Bali, Ida Ayu Mas, mengaku siap 
memfasilitasi protes para seniman. Dia juga mendesak agar ini menjadi protes 
resmi lembaga negara di Indonesia.

Pemerintah diminta melindungi karya-karya budaya Nusantara, antara lain dengan 
mengurus hak cipta komunitas budaya di Indonesia. Karya-karya itu harus 
dianggap sebagai kekayaan bangsa, yang tidak bisa secara sembarangan diklaim 
oleh bangsa lain.

Ida menegaskan, sikap Malaysia ini tidak bisa dibiarkan. "Apalagi sudah ada 
beberapa kejadian sebelumnya," katanya kemarin.

Ini bukan pertama kalinya Malaysia mengklaim budaya Indonesia menjadi milik 
mereka. Sebelumnya, negara itu mengakui sejumlah kesenian asal Indonesia 
sebagai warisan leluhurnya, di antaranya lagu Rasa Sayange dari Maluku, Es 
Lilin dari Sunda, dan reog Ponorogo.

Alat musik angklung, batik, dan wayang kulit juga "dicuri". Tak hanya itu, 
beberapa waktu lalu, bunga Rafflesia arnoldi diakui sebagai bunga asli 
Malaysia. Kecantikan bunga ini diklaim sebagai salah satu warisan alam Malaysia.

Bunga ini awalnya ditemukan di Bengkulu oleh Gubernur Jenderal Sir Thomas 
Stamford Raffles pada abad ke-19. Ternyata, selain di Bengkulu, bunga ini 
tumbuh subur di negeri lain, termasuk di hutan-hutan Malaysia. ROFIQI HASAN | 
DEWI RINA

Visit Tionghoanet on the blog :
http://tionghoanet.blogspot.com/


      

Kirim email ke