Refleksi : Kalau sawah di tengah belantara pabrik tak ada masalah asal saja racun-racun yang disemprot oleh pabrik tidak mempengaruhi kwalitas padi (beras) untuk dimakan manusia. Di Jepang pun bisa dilihat ada sawah dan kebun sayur mayur ditengah-tengah kota.
Di negeri-negeri, seperti antara lain Swedia dan Polandia, pemerintah kotapraja memeberikan tanah di pinggiran kota kepada penduduk kota untuk rekreasi berkebun menanam sayur mayur, kembang dsb. Di Swedia pada umumnya luas tanah rekreasi berkebun untuk tiap keluarga 10 m x 10 m. Di USA pun ada rekreasi ini, yang saya pernah lihat ialah di kota Philaelphia. Bagaimana dengan pemerintah kotapraja di NKRI adakah insiatif rekreasi bagi penduduk kota seperti ini? http://berita.liputan6.com/sosok/200909/244058/Sawah.di.Tengah.Belantara.Pabrik Sawah di Tengah Belantara Pabrik Tim Liputan 6 SCTV Liputan6.com, Jakarta: Siapa bilang hanya ada gedung-gedung tinggi di Jakarta? Coba tengok di kawasan industri Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Di balik pabrik dan tumpukan peti kemas, terhampar lahan hijau sawah bak permadani. Ini tak lepas dari perjuangan Haji Abdul Kadir, petani asli kelahiran Rorotan yang bertahan dan tak tergiur dengan tawaran menjual kepada pengembang yang terus mengincar lahannya. Haji Kadir memang hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar. Namun berkat kegigihannya, ia terus menambah pengetahuan dengan mengikuti sejumlah pelatihan dan penyuluhan pertanian. Ketekunannya membuahkan hasil. Kini, sekitar delapan ton gabah kering dihasilkan dari satu hektare lahan. Padahal, sebelumnya hanya empat ton gabah kering per hektare. Sejumlah prestasi telah diukir. Di antaranya menjadi petani teladan nasional pada 2007. Meski demikian, usaha Haji Kadir bukan tanpa kendala. Hama tanaman seperti tikus, wereng coklat, dan keong mas kerap menyerang di musim tanam. Belum lagi sulitnya mendapatkan air untuk pengairan. Menurut Haji Kadir, usaha tani adalah sumber kehidupan manusia sehingga harus dipertahankan. Jangan sampai negeri ini tergantung pada pasokan impor yang justru akan menyulitkan masyarakat. Selengkapnya simak di video.(ZAQ/ANS) [Non-text portions of this message have been removed]
