Refleksi : Mereka adalah wakil pilihan rakyat maka tentunya diberikan hak dan 
sarana merasa hidup mewah dimulai dengan berdiam di hotel mewah bersama anak 
isteri, karena siapa tahu di kemudian hari anak atau isteri juga tertarik untuk 
kelak ikut berlomba-lomba mengikuti jejak ayah atau suami menjadi wakil rakyat. 
Apakah ini sarana untuk lebih efisiensi dan lebih produktif untuk bekerja para 
wakil rakyat dibandingkan dengan masa lalu? Apa pendapat atau ramalam Anda?


http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/29/14314710/kenapa.mereka.harus.diinapkan.di.hotel.mewah


Kenapa Mereka Harus Diinapkan di Hotel Mewah?

JAKARTA, KOMPAS.com - Entahlah, apakah analogi ini tepat atau tidak untuk 
menggambarkan kondisi rakyat dan wakil rakyat yang telah dipilih dan dimuluskan 
jalannya menuju kursi empuk Senayan.

Ribuan warga korban lumpur Lapindo, masih bertahan hidup di tempat tinggal 
seadanya. Warga korban gempa Jawa Barat masih menghabiskan harinya di 
tenda-tenda pengungsian. Dan kini, menjelang pelantikannya, ratusan wakil 
rakyat terpilih, diinapkan selama 4 hari di hotel dengan tarif jutaan rupiah 
per malam. Kenapa penyelenggara tak memilih saja hotel yang lebih murah?

"Kalau kampanye merupakan ornamen politik, maka pelantikan ini adalah puncak 
'orgasme' politik anggota dewan. Bisa dibilang, pelantikan kali ini termegah 
sepanjang republik ini berdiri. Kenapa harus diinapkan di Hotel Sultan yang 
tarifnya jutaan? Kenapa tidak di hotel yang lebih murah saja," kata Pengamat 
Politik Universitas Hasanuddin, Hasrullah, pada diskusi 'Mengkritisi Anggaran 
Orientasi dan Pelantikan Anggota DPR dan DPD', Selasa (29/9), di Gedung DPR, 
Jakarta.

Dalam catatan Indonesia Budget Center (IBC), ratusan anggota dewan diinapkan 
selama 4 hari di Hotel Sultan. Hitungan IBC, total biaya penginapan selama 4 
hari untuk 692 orang anggota masing-masing Rp 4,2 juta. Total biaya untuk 
penginapan ini mencapai Rp 2,9 miliar rupiah. Biaya inap ini dianggarkan dalam 
anggaran KPU untuk pelantikan yang totalnya Rp 11 miliar.

"Menurut saya, ini awal yang kurang bagus di parlemen kita. Seharusnya, anggota 
dewan yang baru tidak diperkenalkan dengan tabiat-tabiat hedonisme," ujarnya.

Koordinator IBC Arif Nur Alam mengatakan, dalam investigasi timnya, terdapat 
agenda orientasi yang sama diadakan oleh 3 lembaga secara terpisah yaitu KPU, 
DPR dan DPD. "Kami menemukan, anggota itu menerima 3 undangan DPR, DPR dan KPU 
dengan agenda yang sama, hari yang sama tapi tempatnya beda. Tempatnya di Hotel 
Sultan, Borobudur dan Marriott. Jadi anggota dewan itu kesana kemari. Ini kan 
tidak efektif," ujar Arif.

Jika ada koordinasi yang baik antara Kesekjenan KPU, DPR dan DPD, menurut dia, 
seharusnya bisa dilakukan penghematan yang cukup signifikan. "Apalagi, 
acara-acara yang digelar semuanya seremonial," kata dia.

Koordinator ICW Bidang Korupsi Politik, Ibrahim Fahmi Badoh mengungkapkan, 
total anggaran pelantikan yang dianggarkan 3 lembaga (KPU, DPR dan DPD) yang 
mencapai Rp46 miliar dinilai sebagai pemborosan anggaran negara. Menurutnya, 
dana sebesar itu setara dengan 166 kali alokasi Bantuan Operasional Sekolah 
siswa SD atau 1.105 kali biaya Jamkesmas atau orang miskin.

"Upaya nyata yang seharusnya dilakukan adalah dengan menolak pelantikan yang 
memboroskan anggaran dengan tidak menginap di hotel mewah," kata Fahmi.

Pelantikan anggota DPR dan DPD akan dilaksanakan pada 1 Oktober mendatang. 
Ratusan anggota dewan itu telah berkumpul di Jakarta sejak 28 September kemarin.

++++

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/28/17592051/banyak.anggota.dewan.bawa.anak.dan.istri.menginap


Banyak Anggota Dewan Bawa Anak dan Istri Menginap
Senin, 28 September 2009 | 17:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Para anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan 
Perwakilan Rakyat (DPR) maupun anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 
yang akan mengikuti pembekalan anggota DPD, DPR dan MPR RI rupanya sayang 
keluarga. Pasalnya beberapa di antara mereka terlihat membawa keluarga untuk 
ikut menginap di hotel.

Mereka tak segan-segan membawa serta keluarga termasuk istri dan anak untuk 
menginap bersama meski hanya mendapat jatah satu kamar di hotel selama 
pembekalan. Komisi Pemilihan Umum sebagai panitia pembekalan tersebut memang 
menyediakan penginapan cuma-cuma di Hotel JW Marriott dan Borobudur Jakarta 
dari 28 September 2009 hingga 1 Oktober 2009.

Bahrum, istri seorang anggota DPD asal Nangroe Aceh Darussalam mengatakan, ia 
dan dua orang putrinya akan mendampingi suami selama masa pembekalan. "Istri 
ada undangan untuk mendampingi suami," ujarnya.

Selain itu, lanjut Bahrum, dirinya juga berencana mengantar putri sulungnya 
yang bersekolah di Jakarta. Sedangkan putri keduanya hanya menemani sang kakak 
serta ayah. Selama di Jakarta, mereka akan menginap di hotel JW. Marriott di 
kamar milik sang ayah.

Padahal menurut salah seorang panitia, hal tersebut bertentangan dengan tata 
tertib yang diberlakukan Komisi Pemilihan Umun (KPU) sebagai penitia. "Selain 
istri, anggota dewan terpilih tidak dibenarkan membawa anggota keluarga yang 
lain. Kalau mau mereka harus membayar sendiri," ujar seorang panitia yang 
enggan disebut namanya, di hotel JW Marriott, Senin (28/9).

Salah seorang petugas hotel JW Marriott, yang juga enggan disebut namanya 
mengatakan beberapa wakil rakyat membawa anak beserta istri mereka. Meski 
mengetahui hal tersebut tidak diperbolehkan, petugas tersebut tidak dapat 
berbuat apa-apa. Ia tetap melayani para anggota dewan dan keluarga dengan 
ramah. Ia mengatakan selama 3 hari pembekalan, para wakil rakyat tersebut 
menginap disebuah kamar tipe deluxe yang bertarif 158 dollar AS permalamnya. 
Pada kamar tersebut tersedia dua buah kasur.

Karena sebagian anggota dewan terpilih membawa keluarga mereka, barang-barang 
bawaan mereka pun bertambah dua kali lipat. Seorang Bell Boy yang enggan 
disebut namanya menuturkan, jika anggota dewan datang bersama keluarga paling 
sedikit tiga koper pasti mereka bawa. "Itu belum tas-tas yang kecil," ungkapnya.

Banyaknya barang bawaan anggota dewan dan keluarganya membuat pekerjaan para 
Bell bertambah. Meski sudah bolak-balik mengantarkan barang bawaan, koper-koper 
tetap saja terlihat menumpuk. "Banyak juga yang membawa keluarga, jadinya 
barang bawaan banyak. Tapi mau diapakan lagi," tukasnya.

Keluarga anggota DPD, DPR dan MPR RI ini juga dapat menikmati fasilitas hotel 
seperti kolam renang, maupun pusat kebugaran. "Enggak ada pembatasan fasilitas, 
habis enggak enak," ujar staf hotel tersebut


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke