Polisi Diraja Malaysia & Keluarga Menolak Jenazah Nurdin M Top Karena Bukan
Nurdin M Top Yang Sebenarnya
25 09 2009
Walaupun dalam beberapa kesempatan pihak Kapolri sendiri sudah memberi
penjelasan resmi bahwa Densus 88 akhirnya telah berhasil membekuk dan membunuh
gembong Teroris Nurdin M Top dalam penggerebekan di sebuah rumah kontrakan di
Solo. Peristiwa ini seperti anti klimaks bahkan sebagian besar masyarakat masih
meragukan keterangan resmi Kapolri ini walaupun sudah dibuktikan dengan
pernyataan Kapolri dengan mengemukakan fakta atas temuan kebenaran sidik jari
dan tes DNA.
Hal ini terjadi karena jika dikaitkan beberapa pemberitaan sebelumnya terasa
mengecewakan bahkan mengundang tanya atas keseriusan dan kemampuan Polri di
dalam menumpas gerakan teroris di Indonesia, malah disinyalir NMT yang sulit
dibekuk itu hanya merupakan rekaan semata. Kisah penggerebekan di temanggung di
sebuah rumah kontrakan sederhana yang disiarkan oleh beberapa stasiun televisi
secara live selama 8 jam dengan mengerahkan pasukan lengkap Densus 88,
dibombardir oleh peluru dan granat, ternyata hanya berhasil menangkap seorang
teroris tanpa senjata di kamar mandi, mati tertembak dihujani peluru. Hanya
karena pengakuan dia adalah NMT, saat itu juga nyaris semua media massa
mempublikasikan kalau NMT sudah tertangkap.
Pada penggerebekan di Jatiasih Bekasi, Polri juga mengakui kalau mereka pernah
melihat dan mengikuti NMT di jatiasih tetapi karena alasan tertentu Polri belum
melakukan penangkapan kepada NMT.
Polri juga selama ini menggambarkan kepada publik kalau NMT itu sangat lihai,
licin bagai belut, sangat profesional, berganti-ganti wajah, dan ke mana-mana
selalu mengenakan rompi yang dilengkapi bom yang setiap saat bisa diledakkan,
melakukan bom bunuh diri jika terperangkap oleh pengejaran Polisi. Ternyata
setelah penggerebekan di Desa Mojosari Solo, bayangan kehebatan NMT itu (Kalau
Memang Benar dia asli NMT) sama sekali tidak ada, dibekuk dan ditembak tak
berdaya dalam persembunyian di kamar mandi, kurus kering, rompi bom bunuh diri
yang sering dipakai dan digendong ke mana-mana oleh NMT, juga tidak ditemukan.
Pada peristiwa lain Polri melakukan penangkapan paksa terhadap abu jibril
(pemilik situs online arrahmah.com) tanpa prosedur standar kepolisian, abu
jibril juga mengalami siksaan fisik pada saat pemeriksaan dirinya. Seharusnya
pihak Polri melaporkan kejadian penangkapan ini kepada orang tua Abu Jibril,
alih-alih malah orang tua abu jibril sendiri sangat sulit untuk menemui atau
mengetahui di mana keberadaan anaknya, walaupun sudah beberapa kali menghadap
ke mabes Polri. Hasil pemeriksaan nihil, Polisi tidak berhasil membuktikan
tuduhan atas keterlibatan abu jibril, entah sekarang bagaimana kelanjutan
cerita abu jibril ini.
Pada pemberitaan lain, publik juga dikagetkan atas pernyataan KPK atas adanya
indikasi keterlibatan kabeskrim Kombes SD atas kasus skandal century, malahan
sebelum penggerebekan NMT di Solo, publik juda dikecewakan atas tindakan Polri
melakukan pemeriksaan terhadap KPK atas laporan antasari kalau KPK menerima
suap dan menetapkan dua pimpinannya sebagai tersangka dengan pasal
penyalahgunaan wewenang, sementara laporan antasari ke Polri tidak terbukti KPK
melakukan suap. Polri dianggap melakukan kriminalisasi dan teror serta shock
terapy kepada KPK yang akan berdampak melemahnya kekuatan KPK di dalam
pemberantasan korupsi. Atas tindakan ini ke depan akan menjadi preseden buruk
bagi para pimpinan KPK bahwa mereka sewaktu-waktu dalam ancaman oleh tangan
presiden dan polri untuk dijadikan tersangka, walaupun itu mungkin terjadi
karena kekhilafan KPK di dalam memutuskan sesuatu perkara penyidikan kasus
korupsi. Hasilnya KPK mungkin harus berpikir keras, ragu
dan bimbang jika mengusut kasus korupsi yang melibatkan orang dilingkungan
istana dan polri. Hasilnya pemberantasan korupsi sistem tebang pilih seperti
yang disinyalir terjadi selama ini.
Hari Rabu kemarin dua orang Polisi Diraja Malaysia telah melakukan pemeriksaan
atas jenazah NMT namun belum ada pernyataan resmi atau komentar atas hasil
pengecekan tersebut. Dan Kamis pekan depan keluarga NMT di Malaysia akan datang
ke jakarta menjemput jenazah NMT. Apa lacur, setelah jenazah NMT di bawa ke
Malaysia dan dilakukan pemeriksaan kembali atas kebenaran jenazah itu, pihak
Polisi Diraja Malaysia bersama keluarga NMT mengklaim kalau jenazah itu bukan
NMT asli yang selama ini di cari. Harus dikemanakan wajah pemerintah dan Polri
atas berita ini, dan apa kata dunia ???
Apakah nantinya NMT itu memang asli sesuai pernyataan kapolri atau bukan karena
klaim penolakan Malaysia, keraguan publik ini muncul karena akumulasi
kekecewaan masyarakat selama ini atas kinerja lembaga kepolisian di mata
masyarakat. Jika terbukti memang benar itu NMT, salut banget dua jempol buat
Polri, semoga momentum ini menjadi titik balik bagi lembaga Polri bekerja keras
merebut hati masyarakat dalam bentuk membuktikan bahwa seluruh jajaran Polri
tegas, konsisten, tanpa tedeng aling-aling, bukan lembaga beroknum korup di
dalam memberantas kejahatan dan korupsi serta menegakkan keadilan. Maka SP3 pun
perlu segera dikeluarkan oleh Polri untuk menghentikan penyidikan kasus
tersangka dua pimpinan KPK karena tidak terbukti melakukan tidak pidana suap.
Wallahualam.