Refleksi : Sepatutnya artikel dijuldukan Mega gembira-ria dibandingan dengan judul "Mega mengalah", karena sekalipun impian Mega untuk menjadi presiden tidak diwujubkan oleh rakyat, tetapi sang suamu TK berhasil dinobatkan untuk berfungsi mendekati langit nan tinggi, jadi bisnis keluraga masih tetap mujur. Insyaalloh dianugerahkan lebih banyak berkat dan rejeki dari waktu lalu.
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/04/00093397/usai.dilantik.tk.langsung.pimpin.sidang.perdananya Usai Dilantik, TK Langsung Pimpin Sidang Perdananya Persda Network/Bian Harnansa Taufik Kiemas / Minggu, 4 Oktober 2009 | 00:09 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Seusai terpilih secara aklamasi, Sabtu (3/10) malam, Taufik Kiemas (TK) langsung dilantik sebagai Ketua MPR. Demikian juga dengan empat orang lainnya, yakni Melani Leimena Suharli, Hajrianto Y Tohari, Lukman H Saefudin, dan Ahmad Farhan Al Hamid, yang dilantik sebagai Wakil Ketua MPR. Keempatnya dilantik dan melakukan pembacaan sumpah secara bersamaan yang diambil oleh Ketua MA Harifin Tumpa. Hadir pula dalam pelantikan tersebut, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelumnya, Pimpinan MPR sementara Marzuki Alie membacakan Surat Keputusan No 4/MPR/2009 tentang Pimpinan MPR, yang menetapkan keempatnya sebagai Ketua dan Wakil Ketua MPR. Seusai menandatangani berita acara pelantikan, TK secara simbolis menerima palu sidang yang diserahkan oleh Marzuki. TK pun memimpin sidang perdananya dengan agenda penutupan sidang paripurna pelantikan pimpinan MPR. Dalam sambutannya, suami dari Ketua DPP PDI-P Megawati Soekarno Putri ini menyatakan rasa syukur yang sebesar-besarnya atas kelangsungan proses pemilihan pimpinan MPR yang berjalan lancar. "Saya ucapkan selamat kepada kita semua, dan untuk selanjutnya agar bisa bekerja sama dalam menjalankan tampuk kepemimpinan MPR periode 2009-2014," kata TK yang langsung disambut oleh tepuk tangan anggota majelis. Sidang pun ditutup. TK langsung diserbu oleh para anggota majelis yang hendak mengucapkan selamat. Terlihat pula Hidayat Nurwahid, yang gagal maju sebagai calon Ketua MPR, memberikan selamat kepada TK. Artikel Terkait: a.. Hidayat Nur Wahid Terlihat Legowo Lepas Jabatan Ketum MPR b.. Taufik Kiemas Terpilih Sebagai Ketua MPR c.. Memenuhi Kuorum, Pemilihan Ketua MPR Berlanjut ++++ http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/04/12225198/kali.ini.mega.mengalah... Kali Ini Mega "Mengalah"... TRIBUN TIMUR/ABBAS SANDJI Pidato Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri pada Rakernas III PDI Perjuangan di Convention Center Hotel Clarion, Makassar, Selasa (27/5). / Minggu, 4 Oktober 2009 | 12:22 WIB Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary J AKARTA, KOMPAS.com - Terpilihnya Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan Taufik Kiemas sebagai Ketua MPR dengan dukungan penuh Partai Demokrat menimbulkan berbagai spekulasi atas hubungan kedua partai ini ke depannya. Suami Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu pun terlihat "mesra" dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pelantikan Ketua MPR malam tadi. Tak terlihat hubungan dingin antara kedua pihak selama 5 tahun terakhir. Lalu bagaimana dengan Megawati? Mega selama ini dikenal sangat keras mempertahankan "sikap dingin"-nya terhadap SBY. Akankah kali ini ia mencair karena SBY telah memuluskan jalan suaminya? "Ya jelas, dia sekarang akhirnya mengalah. Mungkin Megawati terancam ketakutan TK akan terganggu kesehatannya kalau keinginannya ditolak. Jadi dia (Mega) mengikut saja," kata pengamat politik UI, Arbi Sanit, kepada Kompas.com, Minggu (4/10). Arbi mengingatkan, Taufik mengalami gangguan kesehatan hingga dirawat di rumah sakit ketika PDI Perjuangan memutuskan berkoalisi dengan Gerindra pada pemilihan presiden. Padahal, saat itu ia tengah menjalin dan membuka lini komunikasi dengan SBY dan Partai Demokrat. "Mega kali ini tidak berpikir prinsip lagi, murni karena alasan pribadi. Tapi kepentingan pribadi ini merugikan kepentingan rakyat," ujarnya. [Non-text portions of this message have been removed]
