http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=39957:pasca-aksi-pembakaran-rumah-ibadah-polisi-malaysia-tingkatkan-keamanan-&catid=18:umum&Itemid=27


      Pasca Aksi Pembakaran Rumah Ibadah ; Polisi Malaysia Tingkatkan Keamanan 
         
      Kuala Lumpur, (Analisa).



       Warga Malaysia melakukan protes di luar sebuah mesjid di pusat kota 
Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (8/1).

      Kepolisian Malaysia mengatakan mereka telah meningkatkan keamanan di 
semua gereja di seluruh negeri itu setelah sebuah gereja dilempar bom molotov, 
Jumat (8/1), di tengah sengketa penggunaan kata 'Allah'. Serangan itu terjadi 
gereja Metro Tabernacle, bagian dari kelompok Pantekosta yang disebut 'Majelis 
Tuhan', memusnahkan kantor tata usahanya di lantai dasar.

      "Sejak kemarin malam, saya telah perintahkan kepada semua mobil patroli 
untuk melakukan patroli semua daerah gereja. Kami juga memantau semua gereja," 
kata Musa Hassan, Inspektur Jenderal Polisi, kepada Reuters.

      Satu pengadilan pekan lalu memutuskan mengizinkan suratkabar Katholik 
'the Herald' untuk menggunakan kata 'Allah' untuk sebutan Tuhan ummat Kristiani 
telah diimbau oleh pemerintah, di negara berpenduduk 28 juta yang sebagian 
besar pemeluk Islam itu.

      Masalah tersebut mengancam hubungan antara penduduk Malaysia yang 
mayoritas Muslim dengan etnis minoritas China dan India yang memeluk ajaran 
Kristen, Hindu dan Budha.

      Kristen, termasuk sekitar 800.000 pemeluk Katholik, merupakan bagian 
sembilan persen dari penduduk Malaysia.

      Malaysia, sekitar 60 persen dari jumlah penduduknya, adalah Muslim dan 
tidak diizinkan untuk pindah ke agama lain.

      Kelompok-kelompok Muslim Jumat memprotes peraturan di ibu kota Kuala 
Lumpur dan di manapun di Malaysia, meskipun polisi telah memperingatkan untuk 
tidak melakukan hal itu.

      "Saya telah menyarankan kepada mereka untuk mengajukan masalah ini ke 
pengadilan. Saya akan bertindak menentang siapapun yang bertindak merusak 
keamanan nasional," kata Musa.

      Pada Kamis malam (7/1), laman Internet pengadilan pemerintah melaporkan 
adanya penyerangan di tengah meningkatnya kemarahan terhadap putusan pengadilan 
itu.

      Laman Internet berita Malaysian Insider menangkap gambar penembakan yang 
merusak laman itu, yang berisi peringatan "Allah hanya dibatasi untuk ummat 
Muslim saja." (Ant/Rtr)
     
  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke