WHAHAAAAA........ RUPANYA BAGI SEORANG David Blachflower, pakar ekonomi dari
Dartmouth College, dan Andrew Oswald dari Universitas Warwick di Inggris ...
BEGITU SULIT UNTUK SEGERA MENGETAHUI BHW  " bahwa seks memberi pengaruh yang
kuat dan positif pada kebahagiaan itu sendiri. ..."...  SEHINGGA KEDUA
EXPERT INI memerlukan PENILITIAN KHUSU TERHADAP 16.000 orang SBG SAMPLES NYA
........

LHA  ..sejak dulu - sejak saya mahasiswa baru disuatu universitas maka saya
langsung turun lapangan (tanpa harus mengadakan Penelitian terhadap 16 OOO
orang tsb) ... maka segera saya mengetahui dng pasti bhw SEX itu membahagian
si Wanita2 terkait yg pernah  saya kenal ....................

-------Original Message-------
 
From: sunny
Date: 9.1.2010 20:40:42
To: Undisclosed-Recipient:,
Subject: [inti-net] Wanita Bahagia dengan Seks
 
  
Refleksi : Apa komentar Anda yang berpengalaman hidup?

http://suaramerdeka.com/v1/index
php/read/wanita/2010/01/02/776/Wanita-Bahagia-dengan-Seks

02 Januari 2010 | 09:10 wib
Wanita Bahagia dengan Seks

Menjalani kegiatan seksual secara aktif terbukti membawa kebahagiaan
dibanding kemakmuran secara finansial. Itulah hasil penelitian yang
dilakukan David Blachflower, pakar ekonomi dari Dartmouth College, dan
Andrew Oswald dari Universitas Warwick di Inggris. Bahkan wanita yang
terbilang aktif secara seksual juga membuat dirinya dua kali merasa seksi. 

Penelitian dilakukan pada sekitar 16.000 orang yang dijadikan sebagai sampel
 Ditemukan pada penelitian itu bahwa seks memberi pengaruh yang kuat dan
positif pada kebahagiaan itu sendiri. Seks juga didentikkan dengan
kebahagiaan. Nmaun ini bukuan berarti hidup miskin dan aktif secara seksual
bisa membuat hidup lebih bahagia dan bermakna. 

Seperti dikutip Cybernews dari jurnal Money, Sex and Happiness: An Empirical
Study yang diterbitkan National Bureau of Economic Research, disebutkan
bahwa mengubah pola hubungan intim sekali per bulan menjadi dua kali
seminggu setara dengan merasa bahagia setelah mendapat tambahan penghasilan
sebesar 50.000 dolar AS, untuk rata-rata pekerja di Amerika. 

Jadi bisa disimpulkan bahwa uang masih menjadi penentu kebahagiaan seseorang
 meski harus dilihat juga dari sisi psikologisnya dan menyadari ada hal lain
yang jauh lebih penting dari sekedar materi atau finansial. 

Blanchflower juga mengatakan tak ada hubungan langsung antara uang dan seks,
karena rata-rata orang dengan penghasilan berbeda cenderung memiliki
frekuensi seks yang sama. Namun tak dipungkiri, seks memiliki efek lebih
besar pada kebahagiaan seseorang terutama mereka yang memiliki pendidikan
tinggi dan lebih kaya, dibanding mereka yang berpendidikan rendah dan lebih
miskin. 

Rata-rata mereka yang paling bahagia adalah mereka yang paling banyak
berhubungan seks secara rutin dan sehat, dalam hal ini pasangan yang sudah
menikah atau mereka yang memiliki komitmen hubungan. 

Selain itu, ikatan perkawinan yang stabil juga memberikan tingkat
kebahagiaan, dan meningkatkan pemasukan sekitar 100.000 dolar AS/tahun.
Sementara pasangan yang bercerai mengalami penurunan penghasilan sekitar 66
000 dolar AS/tahunnya. 

Tingkat kebahagiaan memang tidak selalu dihubungkan dengan kehidupan seksual
 Namun menurut perhitungan ekonomi, mereka yang bahagia adalah mereka yang
aktif secara seksual. Memang tak bisa dipungkiri seks dan kebahagian adalah
dua sisi yang saling melengkapi. 

"Berbagai studi sebelumnya menyatakan orang depresi cenderung jarang
melakukan aktivitas seks. Namun saat mereka bahagia, atau terbebas dari
depresi, secara otomatis aktivitas seks mereka akan meningkat, itu sudah
pasti," kata pakar psikologi dan terapi seks, Dr Robert Hatfield, dari
Universitas Cincinnati dan juru bicara Society for the Scientific Study of
Sexuality.

[Non-text portions of this message have been removed]



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke