Itu menandakan Demokrat bukan Partai Buat Rakyat Indonesia.

Sumpah aku menyesal Nyoblos Demokrat,melihat Kader seperti Ruhut,masak SBY diam 
aja melihat anak buahnya yg tdk sopan dn totokromonya egak,


-----Original Message-----
From: "Chanrai" <[email protected]>
Date: Sat, 16 Jan 2010 15:31:10
To: <[email protected]>
Subject: [inti-net] MENGAPA INDONESIA TIMUR TAK TERIMA PERKATAAN POLTAK

Kata 'Daeng' sama sekali tidak punya makna yang buruk, bahkan arti dan 
konotasinya dalam budaya Bugis adalah penghormatan kepada lawan bicaranya. Lalu 
mengapa penggunaannya oleh Ruhut Sitompul kepada mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) 
malah menjadi masalah?

"Sebab disampaikan dalam konteks waktu dan tempat yang tidak tepat," jawab 
Ketua Dewan Kesenian Makassar (DKM) AM Mochtar kepada anak bangsa dari timur, 
Jumat (15/1/2010).

Budayawan ini kemudian memaparkan posisi sebutan 'Daeng' dalam konteks budaya 
Bugis yang merupakan etnis asal Kalla. Arti kata 'Daeng' sama dengan 'Kangmas' 
dalam bahasa Jawa atau 'Abang' dalam bahasa Betawi, yakni panggilan akrab 
bermakna penghormatan dan penghargaan kepada orang yang lebih dituakan.

"Ini juga sebutan bagi anak raja dan dipakai dalam percakapan kalangan
bangsawan," tutur Mochtar.

Namun diingatkannya pengguna dan penggunaannya tidak boleh sembarangan. 
Penggunanya adalah orang-orang yang punya hubungan sangat dekat atau 
kekeluargaan dengan orang lawan bicaranya dan penggunannya sebatas dalam forum 
bersifat non-formal. Bila dua ketetuan ini dilanggar, kata 'Daeng' jadi 
bermakna ejekan.

"Yang semalam di DPR itu kan forum intelektual dan formal, Ruhut Sitompul juga 
bukan kerabat Pak JK. Oleh karena itu penyebutan kata Daeng menjadi tidak tepat 
dan konotasinya merendahkan, maka wajar ada yang tersinggung," sambung dramawan 
dan penulis naskah senior ini.

Jadi hanya kerabat dekat JK saja yang berhak memanggilnya Daeng Ucu?

"Oh tidak, semua bisa. Tetapi dalam pembicaraan lingkup kecil dan suasana yang 
cair, misalnya ngobrol santai berdua. Jadi bukan dalam forum serius yang 
disaksikan banyak orang dan tidak untuk bercanda," jelas Mochtar.





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke