http://www.gatra.com/artikel.php?id=134167
Pertemuan Presiden-Pimpinan LN Sepakat Jaga Stabilitas Bogor, 21 Januari 2010 17:22 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan para pimpinan lembaga negara sepakat untuk menjaga stabilitas nasional dalam menghadapi dinamika dalam kehidupan bernegara, berdemokrasi dan berpolitik. "Seperti sekarang ini boleh dikatakan suhu politik menghangat tapi kami berpendapat bahwa stabilitas nasional harus dijaga, baik itu stabilitas politik, sosial maupun keamanan," katanya, dalam jumpa pers usai pertemuan Presiden dengan semua pimimpin lembaga negara di Istana Bogor, Kamis (21/1). Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 4 jam itu, Presiden Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Boediono, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa serta Mensesneg Sudi Silalahi. Pimpinan lembaga negara yang hadir adalah Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua Komisi Yudisial Busyro Muqqoddas, Ketua Mahkamah Agung Harifin Tumpa, Ketua DPR RI Marzuki Alie, Ketua BPK Hadi Purnomo dan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Presiden mengatakan, pertemuan itu ditujukan untuk membangun sinergi tanpa harus mencampuri dan mengintervensi fungsi, peran dan tugas masing-masing lembaga negara sebagaimana diatur dalam undang-undang dasar maupun undang-undang yang menjabarkan ketentuan undang-undang dasar. "Kami juga bersepakat bahwa semua pihak, para penyelenggara negara, termasuk pemerintah harus terus menjalankan tugas, kewajiban dan fungsinya karena tugas untuk melayani rakyat dan membangun bangsa tidak boleh berhenti meskipun ada dinamika politik," katanya. Pada kesempatan itu, kata Presiden, juga dicapai kesepakatan bahwa jika ada permasalahan dalam negeri baik politik, sosial, hukum maupun keamanan akan diselesaikan sebagaimana diatur dalam undang-undang dasar, undang-undang dan ketentuan lain yang berlaku. "Sehingga kontekstual dan tidak menimbulkan komplikasi yang lain yang tidak dikehendaki dan memang tidak sejalan dengan upaya untuk memecahkan masalah yang bersangkutan," katanya. Presiden mengatakan, pertemuan itu juga membahas berbagai isu fundamental bangsa saat ini dan lima tahun mendatang, seperti pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan berbagai permasalahan. Selain itu, juga dibahas tentang demokrasi yang sedang dibangun, dimatangkan dan dimantapkan dewasa ini. "Dan ketiga tentang keadilan yang tentunya harus terus menerus kita perkuat demi kepentingan rakyat kita," kata Presiden. [TMA, Ant] ++++ http://www.gatra.com/artikel.php?id=134130 Presiden Bertemu Pimpinan Lembaga Negara Bogor, 21 Januari 2010 11:50 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan dengan para pimpinan lembaga negara di Istana Bogor, Kamis siang. "Ini adalah untuk pertama kalinya kita bisa melaksanakan pertemuan ini, sebagai wahana komunikasi pimpinan lembaga negara," kata Presiden. Kepala Negara mengatakan, pertemuan tersebut tidak dimaksudkan untuk saling mencampuri. "Sesuai fungsi dan kewenangan tugas kita masing menyelengarakan kehidupan bernegara. Tanpa bermaksud mencampuri, kita mempunyai tujuan yang sama, yaitu berbuat untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara," katanya. Oleh karena itu, menurut Presiden, secara berkala maupun insidental hendaknya terjalin komunikasi antara kedua belah pihak untuk menyerasikan langkah demi pembangunan bangsa dan negara. Hadir dalam pertemuan itu antara lain Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua Komisi Yudisial Busyro Muqqoddas, Ketua Mahkamah Agung Harifin Tumpa, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua BPK Hadi Purnomo dan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Sementara itu Presiden Yudhoyono didampingi oleh antara lain Wakil Presiden Boediono, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa serta Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. Seusai melakukan pertemuan dengan para pemimpin lembaga negara, Presiden dijadwalkan memimpin rapat terbatas bidang ekonomi pada pukul 14.00 WIB. [TMA, Ant] [Non-text portions of this message have been removed]
