Refleksi: Kalau lebih enak jadi pengusaha daripada menjabat wakil presiden, 
maka pasti akan lebih enak bila pengusaha menjadi wakil presiden, presiden atau 
menteri. Bukankah  pengusaha menjabat menteri, anggota DPR dsb  adalah biasa. 
Jadi mas Boed, kalau Anda  belum punya perusahaan, dirikanlah perusahaan dengan 
segera, pasti Anda dilimpahi keenakan langit ke 7.  

http://www.antaranews.com/berita/1264154160/boediono-enak-jadi-pengusaha-dibanding-wapres

Boediono: Enak Jadi Pengusaha Dibanding Wapres

Jumat, 22 Januari 2010 16:56 WIB | Artikel | Spektrum | 
Jakarta (ANTARA News) - Di tengah kemeriahan penganugerahan "Wirausaha Muda 
Mandiri 2010" pikiran Boediono melayang jauh menjadi pengusaha dan meninggalkan 
jabatanya sebagai orang nomor dua di negeri ini.

"Jika saja, di zaman saya sudah ada Wirausaha Muda Mandiri, mungkin saya akan 
ikut dan kini menjadi pengusaha, bukan wakil presiden," katanya sambil 
tersenyum saat memberikan sambutan pada penganugerahan "Wirausaha Muda Mandiri 
2010" di Jakarta, Jumat.

Pria kelahiran Blitar Jawa Timur itu melanjutkan angannya, "Kayaknya enak 
menjadi pengusaha dibandingkan menjadi wakil presiden di saat-saat seperti 
ini." 

Seloroh Wapres disambut tawa dan tepuk tangan 4.000 mahasiswa dan undangan yang 
hadir dalam acara tersebut.

Kadang-kadang, saat dihadapkan pada setumpuk dokumen terkait berbagai persoalan 
negeri ini di kantor Wapres, Boediono mengaku erasa pesimis.

"Kadang saya berpikir, bisa tidak kita, bangsa Indonesia maju dan mampu 
bersaing dengan negara lain," katanya, dengan mimik mulai serius.

Dengan tetap bermimik serius, mantan Gubernur Bank Indonesia itu melanjutkan, 
"Tetapi ketika bertemu dengan para mahasiswa, para wirausaha muda berwajah 
segar dan penuh semangat, saya menjadi terpacu kembali untuk tetap memberikan 
yang terbaik bagi bangsa dan negara,".

Boediono menambahkan, generasi muda dengan optimisme dan kemampuan daya saing 
yang tinggi di berbagai bidang, termasuk wirausaha akan mampu menjadi pemimpin 
bangsa. 

"Kita tidak hanya membutuhkan satu atau dua calon pemimpin, tapi "segepok" 
calon pemimpin, maka siapkan diri kalian, untuk menerima tongkat estafet 
kepemimpinan nasional, karena kami ini sudah akan "lengser"," ujarnya, masih 
dengan mimik serius. (*)







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke