Refleksi : Tembakan ritual dari petugas keamanan agar gaji dan tunjangan dinaikan oleh Freeport?
http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?ses=&id=1882 26 Januari 2010 09:08:50 Tudingan Terhadap Kelly Kwalik Diragukan -------------------------------------------------------------------------------- Polisi Kejar Pelaku Penembakan di Area Freeport JAYAPURA-Dewan Adat Papua (DAP) meragukan tudingan oleh pihak keamanan bahwa serangkaian kasus penembakan di area PT Freeport Indonesia beberapa waktu lalu dilakukan oleh Kelly Kwalik, pimpinan TPN/OPM yang beroperasi di wilayah Timika yang akhirnya tewas tertembak sebulan yang lalu. Bahkan, Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Forkorus Yoboisembut mencurigai hal tersebut. "Itu yang patut kita semua curigai. Ada apa dibalik semua itu, siapa yang bertanggungjawab?," kata Forkorus kepada wartawan di GOR Cenderawasih, Senin (25/1). Forkorus justru menilai secara sederhana saja. "Sederhana saja, siapa yang punya senjata? Jika orang Papua yang menembak, maka ia dapat senjata dari siapa? masuk lewat jalur mana, sehingga hal ini harus diselidiki oleh aparat keamanan," katanya. Forkorus juga meragukan bahwa penembakan di area PT Freeport Indonesia dilakukan OPM (Organisasi Papua Merdeka). "Apakah itu betul dari TPN/OPM (Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka)?, maka semua pasukan harus ditarik dari Freeport Indonesia atau dikosongkan, agar dapat dilihat siapa sebenarnya yang melakukan penembakan tersebut, sehingga dapat diketahui," ujarnya. Soal tudingan terhadap Kelly Kwalik yang terlibat dalam serangkaian penembakan tersebut? Forkorus mengatakan, jika sebelumnya ada tudingan dilakukan Kelly Kwalik, namun sekarang masih terjadi lagi setelah Kelly Kwalik meninggal, maka hal ini membuat dirinya semakin curiga, sebenarnya siapa pelaku penembakan tersebut. Untuk itu, ia meminta kepada aparat kepolisian untuk mencari tahu siapa pelaku penembakan di area PT Freeport Indonesia itu, karena sebelumnya ada tudingan bahwa serangkaian penembakan itu dilakukan atas perintah Kelly Kwalik. Sementara itu, Sekjen PDP Thaha Alhamid mengaku heran atas masih adanya penembakan di area Freeport itu. "Kasus dulu, Kelly Kwalik ditembak hampir semua dosa itu adalah dosa Kelly dan seolah-olah serangkaian kasus penembakan di area Freeport itu sudah selesai, sehingga jika terjadi penembakan lagi, tentu akan menjadi pertanyaan bersama," jelasnya. Meski demikian, Thaha meminta agar tidak ada yang mencari kambing hitam yang lain lagi dalam penembakan di area Freeport Indonesia itu. "Syukur-syukur jika penegak hukum bisa menemukan fakta yang benar, sehingga kita tidak saling tuduh dan saling curiga, siapa pelakunya," tandasnya. Thaha juga mengaku tidak percaya bahwa Kelly Kwalik terlibat dalam serangkaian penembakan di area obyek vital nasional tersebut. "Sekarang ini tugas aparat untuk mnegungkap fakta yang benar dibalik peristiwa itu. Dari pada kita menikung-nikung di lorong-lorong tuduh-menuduh, lebih baik kita mengundang saja tim investigasi yang independent untuk membuktikan untuk menggali fakta, apa sebenarnya yang terjadi, apakah pelakunya Kelly Kwallik atau pelaku bukan mereka, diluar itu," ujarnya. Thaha menambahkan, dirinya belum mengetahui persis motifnya, namun kemungkinan apakah untuk mengalihkan isu-isu besar atau kepentingan yang bersifat ekonomi dan lainnya. "Tapi lebih baik kita tidak berspekulasi dengan peristiwa. Lebih baik kita menunggu fakta ini terungkap, apakah dilakukan polisi atau dilakukan tim idenpenden," tandasnya. Menyusul aksi teror yang kembali terjadi di area PT Freeport Indonesia, Minggu (24/1) sekitar pukul 06.10 WIT oleh sekelompok orang tidak dikenal, pihak kepolisian dalam hal ini Polda Papua tengah melakukan pengejaran dan penyelidikan terhadap pelaku penembakan tersebut. Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Drs. Agus Rianto saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya mengatakan, upaya yang masih dilakukan adalah pencarian dan penyelidikan terhadap para pelaku penembakan. "Kami tetap melakukan pencarian dan penyelidikan, meskipun sampai hari ini belum ada tanda-tanda dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang sudah dilakukan setelah kejadian tersebut terjadi," ungkapnya. Disinggung soal apakah peristiwa ini ada kaitannya dengan penembakan Jenderal Kelly Kwalik? Kabid Humas mengungkapkan, pihaknya belum bisa berspekulasi dan memastikannya, bahkan dari kelompok mana belum bisa dipastikan. "Yang pasti, penembakan itu dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata," tegasnya. Terkait jenis senjata yang mereka gunakan, pihak kepolisian sendiri belum menemukan jenis senjata apa yang digunakan, tetapi pihaknya tetap mengharapkan adanya bantuan dan dukungan dari seluruh masyarakat, khususnya yang berada di sekitar wilayah Timika untuk bisa memberikan informasi guna mengungkap kasus ini. Menyoal apakah ada penambahan pasukan? Agus Rianto menambahkan, untuk sementara ini belum ada penambahan pasukan dan masih menggunakan kekuatan satgas yang sedang bertugas di sana. Sementara untuk pengamanan saat ini, lanjut Kabid Humas, tetap kondusif dan sudah ada satgas gabungan TNI-Polri yang berjumlah sekitar 1500 orang yang sudah bertugas selama 5 bulan dan akan berakhir pada bulan Februari 2010. "Situasi terakhir sangat kondusif, dalam arti tidak ada kejadian susulan dan dari kemarin sudah dilakukan penyisiran dan pengejaran. Hanya saja lokasi sangat tidak mendukung, bahkan jarak TKP dengan lokasi yang diperkirakan menjadi tempat persembunyian pelaku cukup jauh, sehingga kita mengalami kendalam dalam melakukan hal tersebut,"ujarnya. (nal/fud) Korban Penembakan Freeprot 1. Chindy Mokodompit (13) luka dipaha kiri 2. James Howard Lochart (59) terkena benda asing dibagian kornea mata 3. Briptu Asep Supriyadi luka tembak dibagian kaki kiri dan kanan 4. Briptu Budi Santoso luka pada tangan kiri 5. Briptu Abdullah (38) luka lecet pada lengan bawah 6. Sukarti Bahri luka dibagian paha atau betis kiri 7. Raitung James (35) security (driver wal) luka dibagian pipi dan kepala 8. Zamridhal (26) luka dibagian jari tengah dan kiri 9. Sandra Wilson (62) luka kecil dipunggung sebelah kiri. Sumber: Humas Polda Papua (scorpions) [Non-text portions of this message have been removed]
