Refleksi: Kalau dipakai kitab suci untuk menafsir Atlantis, bagus sekali, 
tetapi sialnya ialah para nabi tidak berasal dari Indoneisa, selain itu  adanya 
yang disebut Indonesia adalah pengertian baru. Terra Incognito menurut 
hipotesis Ptolomeus sudah dibuktikan ada, tetapi bukti "The lost continent", 
masih jauh dari pada menyakinkan 

http://oase.kompas.com/read/2010/01/28/16331067/Indonesia.adalah.Atlantis.yang.Sesungguhnya


Indonesia adalah Atlantis yang Sesungguhnya?
Kamis, 28 Januari 2010 | 16:33 WIB


Aria Sankhyaadi
Seniman dan budayawan Indonesia, Sujiwo Tejo hadir dalam diskusi "Indonesia, 
Atlantis yang Sesungguhnya" di Atlantis, Dunia Fantasi, Jakarta, Rabu 
(27/1/2010) 
JAKARTA, KOMPAS.com--Banyak ilmuan dan peneliti dari berbagai negara mengatakan 
Atlantis sebenarnya adalah Indonesia, apakah benar Indonesia adalah Atlantis 
yang sebenarnya? 

Setelah melakukan penelitian selama kurang lebih 30 tahun dan menemukan 
bukti-bukti meyakinkan, Prof Arysio Santos, Ph.D. memastikan kepada dunia bahwa 
situs Atlantis adalah Indonesia. 

Kemunculan Atlantis, The Lost Continent Finally Found karya Prof Santos secara 
jelas membuktikan bahwa secara geologis dan penghitungan fisika nuklir serta 
pendekatan kajian etnolinguistik, tafsir kitab suci, arkeologis, dan filosofis 
adalah Indonesia. 

Hipotesa tersebut menarik banyak penelitian penting yang berhubungan dengan 
hipotesa Atlantis, The Lost Continent Finally Found. Seperti yang dikatakan 
dalam release, Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), 
Prof. Dr. Priyatna Abdul Rasyid malah mengatakan bahwa gagasan Prof. Dr. 
Mochtar Kusumaatmadja tentang Deklarasi Djoenda sebagai gagasan yang sangat 
memahami Indonesia sebagai "pulau" Atlantis yang hilang dengan tetap mengikat 
Indonesia sebagai satu kesatuan Republik Indonesia (meski terpisah lautan). 

Prof. Priyatna Abdul Rasyid yang juga ahli Oceanography Indonesia mengatakan 
bahwa Sunda Plateau sebagaimana Atlantis The Lost Continent Finally Found Karya 
Prof. Santos telah dapat dibuktikan secara ilmiah, terutama pendekatan geologi 
dan oceanography. 

Dengan begitu banyak aspek ilmiah yang berhubungan dengan Atlantis The Lost 
Continent Finally Found karya Prof. Santos maka bisa dipastikan bahwa hipotesis 
tersebut dapat mengangkat penelitian-penelitian yang dilakukan oleh 
putera-puteri Indonesia dalam berbagai bidang. 

Diskusi yang membahas buku berjudul Atlantis, The Lost Continent Finally Found 
karya Prof. Santos ini dihadiri oleh budayawan sekaligus seniman Indonesia, 
Sujiwo Tejo, wartawan senior, Budiarto Shambazy. C19-09 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke