http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2010020101122415

      Senin, 1 Februari 2010 
     
      UTAMA 
     
     
     
LUMPUR LAPINDO: Korban Hentikan Paksa Pembangunan Tanggul 

           
            Pengerukan Setiap Hari Selama Musim Hujan. Dua ekskavator mengeruk 
lumpur Lapindo di tanggul cincin utama dekat semburan lumpur panas Porong, 
Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (31-1). Selama musim hujan, pengerukan dilakukan 
setiap hari agar tanggul tidak ambrol. Kemarin, warga menghentikan pembangunan 
tanggul karena ganti rugi belum selesai. 
            (ANTARA/Bhakti Pundhowo) 

      SURABAYA (Lampost): Warga korban lumpur Lapindo asal Desa Kedungbendo, 
Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur menghentikan kegiatan 
proyek penanggulan, Minggu (31-1).

      Penghentian paksa proyek pembangunan tanggul ini dilakukan karena cicilan 
ganti rugi molor dari jadwal. Walaupun hanya berjumlah lima orang, warga yang 
datang dengan membawa sertifikat tanah ini membuat petugas penanggulan dari 
pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo itu ketakutan. Akhirnya, petugas 
menghentikan aktivitas.

      Bahkan, petugas dengan terpaksa harus mengeluarkan semua peralatan berat 
dari areal penanggulan di Desa Kedungbendo.

      Mereka terpaksa menghentikan kegiatan penanggulan karena cicilan ganti 
rugi bulanan yang seharusnya dibayar tanggal 3 ternyata hingga tanggal 31 belum 
dibayar juga. "Tidak itu saja, di sini masih ada puluhan warga belum menerima 
ganti rugi sama sekali," kata Kepala Desa Kedungbendo Hasan.

      Seperti diketahui, ganti rugi saat ini dibayar dengan sistem cicil, yaitu 
Rp15 juta per berkasnya setiap bulan. Kesepakatannya, PT Minarak Lapindo Jaya 
akan mentransfer ke warga setiap tanggal 3.

      Kenyataannya, pembayaran cicilan sering molor.

      Bahkan, warga sering menerima cicilan ganti rugi yang seharusnya tanggal 
3 bisa molor hingga bulan berikutnya.

      Aksi warga ini mendapat pengawalan polisi dan TNI Angkatan Darat. Namun, 
petugas keamanan tersebut membiarkan warga memaksa petugas penguatan tanggul 
menghentikan aktivitasnya.

      Sementara itu, sehari sebelumnya, Sabtu (30-1), tiga menteri melakukan 
kunjungan ke Porong, Jawa Timur. Mereka adalah Menteri Pekerjaan Umum Djoko 
Kirmanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, serta Menteri Negara 
Lingkungan Hidup Gusti Mohammad Hatta.

      Kedatangan ketiga menteri dalam rangka mendatangi beberapa kegiatan, di 
antaranya peresmian tiang pancang pertama fly over jalan arteri Porong di Desa 
Ketapang Kecamatan Tanggulangin, melakukan penanaman 50 ribu mangrove di Pulau 
Lumpur Desa Tlocor Kecamatan Jabon, mengadakan tanya jawab dengan nelayan di 
Desa Kalisogo, Kecamatan Jabon, serta meninjau pusat semburan. MI/R-1
     



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke