Best Regards, Hendra Bujang Mobile I : 0878 7828 7808 Mobile II : 0856 190 9109 "Knowing Is Not Enough, We Must Apply" "Willing Is Not Enough, We Must Do" --- On Fri, 3/12/10, Causes <[email protected]> wrote: From: Causes <[email protected]> Subject: SOS, Selamatkan Sidoarjo! To: "Hendra Bujang" <[email protected]> Date: Friday, March 12, 2010, 11:25 AM Bulletin from the cause: Dukung Korban Lapindo Mendapatkan Keadilan Go to Cause: http://apps.facebook.com/causes/333125?m=9459166b Posted By: Firdaus Cahyadi To: Members in Dukung Korban Lapindo Mendapatkan Keadilan ------------------------------------------------- Koran TEMPO, 3 Maret 2010 SOS, Selamatkan Sidoarjo! Dinamika politik di Sidoarjo semakin mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, tiga orang yang selama ini dikenal sebagai "orang"Lapindo kini mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati Sidoarjo. Setelah berhasil "menguasai"tanah Si- doarjo melalui pembelokan per- soalan ganti rugi menjadi seka- dar jual-beli aset, bukan tidak mungkin sebentar lagi Sidoarjo secara politik jatuh ke tangan Lapindo secara total. Ketiga petinggi Lapindo yang mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati Sidoarjo adalah Bambang Prasetyo Widodo, Di- rektur Operasional PT Minarak Lapindo Jaya, anak perusahaan Lapindo Brantas Inc. Bakal ca- lon Bupati Sidoarjo berikutnya adalah Gesang Budiarso, Dewan Komisaris PT Minarak Lapindo Jaya. Satu orang lainnya,Yuni- wati Teryana, tercatat sebagai Vice President External Rela- tions Lapindo Brantas Inc. Akhir Februari lalu, ia mende- klarasikan diri sebagai bakal ca- lon Bupati Sidoarjo. Mencalonkan diri secara poli- tik menjadi pejabat publik, ter- masuk Bupati Sidoarjo, adalah hak setiap warga negara. Na- mun, untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) Sidoarjo, agak ganjil bila tiga petinggi kelom- pok Lapindo secara bersamaan mencalonkan diri menjadi peja- bat publik di kawasan itu. Apa kepentingan Lapindo dalam pil- kada Sidoarjo? Seperti diberitakan oleh ber- bagai media massa nasional, me- masuki tahun keempat, sembur- an lumpur Lapindo ternyata be- lum terselesaikan secara tuntas dan adil. Bahkan dampak buruk semburan lumpur makin me- luas, menembus batas-batas pe- ta area terkena dampak yang di- tentukan secara sepihak oleh pemerintah. Bukan hanya tanah, rumah, dan sawah yang teren- dam, udara dan air tanah di Po- rong, Sidoarjo, pun kini telah tercemar. Pada pertengahan 2009, mi- salnya, warga dari kawasan Si- ring Barat, Jatirejo, dan Mindi di Porong, Sidoarjo, harus meng- ungsi dari rumah mereka. Pasal- nya, pemerintah daerah Jawa Ti- mur menyatakan kawasan di ti- ga desa tersebut tidak layak hu- ni akibat dampak semburan lumpur Lapindo yang makin meluas. Celakanya, selain dam- pak buruk semburan lumpur Lapindo makin meluas, proses jual-beli aset korban lumpur berjalan tersendat. Janji-janji manis yang dilontarkan oleh pi- hak Lapindo kepada warga de- ngan mudah diingkari. Begitu pula janji dari pemerintah, yang akan mengawal proses jual-beli aset korban lumpur ternyata ha- nya isapan jempol. Kondisi itulah yang membuat Bupati Sidoarjo Win Hendrarso beberapa kali mendesak PT Mi- narak Lapindo Jaya. Pada peng- ujung 2009, misalnya, ia kembali mendesak pihak Lapindo untuk menepati janjinya membayar uang jual-beli aset korban lum- pur Lapindo yang tersisa. Ke- beranian Bupati Win Hendrarso yang beberapa kali mendesak pihak Lapindo mungkin akan segera menjadi kenangan, bila salah satu dari ketiga pemimpin Lapindo menduduki jabatan Bupati Sidoarjo. Keberanian un- tuk membela korban lumpur akan terhenti begitu yang men- jabat Bupati Sidoarjo memiliki konflik kepentingan dengan La- pindo. Padahal, memasuki tahun ke- empat semburan lumpur, warga Sidoarjo memerlukan seorang bupati yang berani bukan hanya mendampingi warga korban lumpur, tapi juga berada di ba- risan terdepan ketika berha- dapan dengan Lapindo dan pe- merintah pusat dalam memper- juangkan hak- hak korban lum- pur. Bukan hanya hak atas ta- nah yang telah terendam lum- pur, namun juga hak atas kese- hatan, air bersih, dan penghi- dupan yang layak. Aroma untuk memetieskan kasus lumpur Lapindo secara tuntas melalui pen- calonan tiga petinggi Lapindo sebagai Bupati Sidoarjo mulai menyengat. Terlebih sebelumnya Kepolisian Daerah Jawa Timur telah berhasil memetieskan ka- sus pidana Lapindo melalui pe- nerbitan surat perintah peng- hentian penyidikan. Setelah secara hukum kasus lumpur Lapindo bisa dipeties- kan, secara politik kasus ini juga mulai ditinggalkan. Partai-par- tai politik di tingkat nasional le- bih asyik mempersoalkan kasus skandal Bank Century dan me- lupakan penderitaan panjang korban lumpur yang akan me- masuki tahun keempat. Sialnya, meskipun di tingkat nasional persoalan lumpur La- pindo tidak lagi dianggap pen- ting, ternyata tidak menyurut- kan perlawanan korban lumpur di Sidoarjo untuk terus-menerus menuntut haknya. Hal itu ter- bukti beberapa kali perlawanan korban lumpur tersebut menda- pat liputan di berbagai media massa nasional. Bahkan di ha- dapan Menteri Kelautan Fadel Muhammad, kolega Aburizal Bakrie di Partai Golkar, para pe- tani budi daya ikan dan udang di Sidoarjo secara lugas me- nyampaikan keluhan terkait de- ngan dampak buruk lumpur La- pindo terhadap usaha tambak mereka. Suara protes dari Sidoarjo itu, jika tidak ditertibkan, tentu akan memancing elite politik di tingkat pusat yang semula su- dah bungkam untuk kembali bersuara. Bila itu terjadi, upaya untuk memetieskan kasus lum- pur Lapindo akan berantakan. Perlawanan warga Sidoarjo ha- rus diredam melalui jalur politik dengan mengambil alih kekua- saan bupati di kawasan itu. Pro- yek untuk memetieskan kasus lumpur Lapindo tidak boleh ga- gal. Jika upaya memetieskan ka- sus lumpur Lapindo ini gagal, bukan tidak mungkin akan ber- kembang seperti kasus pence- maran di Bhopal, yang setiap ta- hun diperingati oleh para pegiat lingkungan hidup di dunia. Dan itu merupakan aib bagi Lapindo serta grup perusahaan yang me- naunginya. Selain itu, upaya menguasai Sidoarjo secara politik ini sejati- nya menunjukkan bahwa sebe- narnya semburan lumpur di ka- wasan tersebut bukan murni bencana alam. Jika murni ben- cana alam, tentu para petinggi Lapindo tidak perlu capek-ca- pek untuk mencalonkan diri se- bagai Bupati Sidoarjo. Pemerin- tah Susilo Bambang Yudhoyono secara jelas telah menyatakan bahwa semburan lumpur di Si- doarjo adalah bencana alam, ti- dak terkait dengan pengeboran. Lantas apa lagi yang ditakutkan Lapindo? Tentu ada motif ekonomi se- lain motif politik untuk mem- bungkam protes korban lumpur dan membersihkan citra para elite politik yang selama ini di- identikkan dengan lumpur La- pindo. Kepemilikan lahan sete- lah proses jual-beli aset korban lumpur adalah salah satu yang persoalan yang masih menggan- jal. Apakah tanah milik korban lumpur yang telah diperjualbeli- kan selama ini akan menjadi milik negara atau Lapindo? Per- soalan kepemilikan lahan yang begitu luas itu adalah aset yang besar bagi sebuah korporasi. Dan itu harus diselamatkan. Sa- lah satu upaya penyelamatannya adalah melalui dukungan poli- tik. Di antara kepentingan ekono- mi-politik pencalonan ketiga pe- tinggi Lapindo itu, di manakah posisi korban lumpur? Apakah mereka hanya menjadi tumbal dari kepentingan ekonomi-poli- tik segelintir elite dan korporasi besar yang tengah memperebut- kan kawasan Sidoarjo berikut kekayaan alam yang terkandung di dalamnya? Lagi-lagi warga Sidoarjo dan korban lumpur ha- nya dinilai sebatas deretan ang- ka-angka yang diperebutkan dalam sebuah kompetisi politik, bukan sebagai warga negara yang harus dipenuhi haknya. http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2010/03/03/ArticleHtmls/03_03_2010_012_001.shtml?Mode=1 Call to Action Support the cause. Be counted: I Read This: http://apps.facebook.com/causes/posts/405458?m=9459166b ------------------------------------------------- You are receiving this email because you are a member of the cause Dukung Korban Lapindo Mendapatkan Keadilan. To unsubscribe, leave the cause: http://apps.facebook.com/causes/333125?leave=1&m=9459166b Causes Privacy Policy: http://www.causes.com/pages/privacy?m=9459166b Causes Address: PO Box 492, Berkeley, CA 94708 United States Tip: Add "[email protected]" to your address book to make sure you don't miss any opportunities to change the world. --- This email was sent by Causes. You can disable emails here. [Non-text portions of this message have been removed]
