Whahhaaa ....Suatu Idea yg Original ! Perlu Dipertimbangkan ! 

-------Original Message-------
 
From: firdausjuven
Date: 14.3.2010 15:11:38
To: [email protected]
Subject: [inti-net] Re: Anak Terlantar RI Capai 5,4 Juta
 
  
Makanya, kalau mau kesejahteraan bisa lebih cepat tercapai merata, maka
satu-satunya cara adalah membuat kampanye tiap tahun. Kandidat yang ikut,
bakal kewalahan juga jika harus tiap tahun bagi bagi uang.
Lama kelamaan gudang uang dan mesin uang nya kan jebol juga. Akhirnya Pemilu
dan Pilpres bakal berlangsung wajar tanpa uang, sehingga didukung tingkat
kesadaran masyarakat utk memilih tanpa ada embel embel uang. Calon atau
incumbent yang tidak bisa penuhi janji kampanye sebelumnya, pasti akan habis
dilibas alias tidak terpilih lagi.

--- In [email protected], "sunny" <am...@...> wrote:
>
> Refleksi : Kenaikan angka penduduk miskin di negara kleptokratik adalah
gejala yang tidak dapat dihindarkan. Pemberian uang tunai hanya oleh-oleh
untuk waktu singkat. Hal ini banyak dilakukan, teristimewa menjelang masa
kampanye pemilu untuk memperharum nama caleg, caper etc, tetapi bukan
sebagai obat mujarab untuk membasmi kemiskinan dan akar-akarnya.
> 
> http://www.antaranews
com/berita/1268547583/anak-terlantar-ri-capai-5-4-juta
> 
> 
> Anak Terlantar RI Capai 5,4 Juta
> Minggu, 14 Maret 2010 13:19 WIB | Peristiwa | Umum | 
> Mataram (ANTARA News) - Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri, menyatakan
bahwa anak terlantar di Indonesia yang usianya dibawah 18 tahun terus
bertambah dan kini jumlahnya telah mencapai 5,4 juta orang.
> 
> "Tingkat pertumbuhan anak-anak terlantar itu jelas tidak sehat karena
tidak di rumah, dan kurang mendapat perlindungan seperti akses belajar,
kesehatan dan lain-lain," kata Salim Segaf dalam pertemuan silaturahmi di
Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Minggu. 
> 
> Ia mengatakan, dari 5,4 juta anak terlantar itu, sebanyak 232 ribu
diantaranya merupakan anak jalanan yang terbagi atas tiga kelompok yakni
kelompok anak-anak yang seluruh hidupnya di jalan, kelompok anak yang 4-5
jam di jalanan, dan kelompok anak yang mendekati jalanan.
> 
> "Khusus di Jakarta, jumlah anak jalanan telah mencapai 12 ribu orang,
sesuai hasil pendataan dinas sosial setempat, kalau di daerah lain seperti
NTB juga cukup banyak tapi saya tidak ingat datanya," ujarnya.
> 
> Mensos Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II itu juga mengungkapkan
jumlah penyandang cacat di Indonesia yang telah mencapai 1,6 juta orang,
termasuk penyandang cacat berat (kesulitan bergerak) mencapai 163 ribu orang

> 
> Dari 163 ribu penyandang cacat berat itu, baru 17 ribu orang yang mendapat
santunan dari pemerintah berupa uang tunai sebesar Rp300 ribu/bulan yang
diterima melalui PT Posindo.
> 
> Selain itu, jumlah lansia terlantar usia 60-80 tahun di Indonesia saat ini
telah mencapai 1,7 juta jiwa, dan baru sekitar 10 ribu orang diantaranya
yang mendapat santuan sebesar Rp300 ribu/bulan, juga melalui PT Posindo.
> 
> "Jadi, belum banyak yang kita berikan santuan terkait keterbatasan
anggaran namun akan terus diupayakan untuk meningkatkannya," ujarnya.
> 
> Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menyebut jumlah penduduk
Indonesia yang belum memiliki rumah layak huni masih mencapai 2,3 juta
keluarga.
> 
> "Penduduk yang belum memiliki rumah layak huni itu, termasuk yang tinggal
diatas pohon seperti di Irian Jaya (Papua), dan beberapa provinsi yang
pernah saya kunjungi," ujarnya.
> 
> Demikian pula, jumlah Komunitas Atas Terpencil (KAT) di berbagai daerah di
Indonesia yang jumlahnya mencapai 225 ribu keluarga, termasuk yang ada di
wilayah NTB.
> 
> Menurut Salim Segaf, secara keseluruhan, pemberdayaan KAT di Indonesia
baru sekitar 31,2 persen sehingga masih sekitar 68,8 persen yang belum
diberdayakan. 
> 
> "Semuanya itu jumlahnya cukup signifikan, termasuk wanita yang mempunyai
permasalahan ekonomi, sosial, juga cukup banyak, jumlahnya jutaan orang,"
ujarnya.
> 
> Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sosial itu, menurut Salim Segaf,
harus ada keterpaduan antara pemerintah dengan lembaga kemasyarakatan serta
kesadaran berbagai komponen masyarakat.
> 
> "Kalau setiap orang membantu seorang saja untuk keluar dari permasalahan
sosial itu, maka masalahnya akan selesai, itu yang diharapkan pemerintah
demi peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
> (T. ANT/P003)
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke